Abstract

The study aims to determine whether there is a relationship and how big the relationship is. Non-experimental quantitative research with a population of 53 students. Questionnaire instrument on learning responsibilities and parental social support. Test the validity of expert judgment, reliability test using the Alpha Conbach formula. Data analysis using Product Moment correlation. The results of the study the reliability value of learning responsibility was 0.975, and parental social support was 0.954. The results of the analysis of learning responsibilities show the medium category the results are 64%. and parental social support is in the moderate category, the result is 66%. significance 0.000≤0.05, Ho is rejected and Ha is accepted and the results of the correlation test rcount 0.549. The conclusion is that there is a relationship between learning responsibility and the social support of parents of SD Negeri 1 (Se-cluster) 1 Solokuro students.

Pendahuluan

Pendidikan karakter anak saat ini di negara Indonesia menjadi perbincangan yang luar biasa karena karakter anak pada saat ini kurang baik. Seperti yang sudah termuat dalam sebuah berita radar Solo 2019 melaporkan bahwa terdapat 17 pelajar mulai dari pelajar Sekolah Dasar (SD) sampai dengan sekolah menengah jenjang SMK membolos atau tidak hadir ke sekolah, mereka tertangkap oleh Satpol PP ketika sedang berkeluyuran di alun-alun Kota Solo pada waktu pembelajaran sedang berlangsung. Perilaku siswa ini sangatlah menyimpang dan menunjukan adanya sebuah penurunan nilai sebuah karakter pada seorang peserta didik Sekolah Dasar (SD) sampai dengan sekolah menengah. Upaya yang akan diadakanya sebuah pendidikan karakter ini mempunyai sebuah tujuan meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan yang mengarah kepada pencapaian 2 pembentukan karakter dan etika mulia peserta didik secara utuh terpadu dan berimbang sesuai standar kompetensi lulusan[1].

Pemerintah memberlakuikan pada sebuah kurikulum 2013 tidak lain sebagi perbaikan untu sebuah pendidikan karakter yang ada didalamnya. Kemudian harus sesuai dengan yang sudah disampaikan oleh menteri pendidikan dan kebudayaan (Mendikbud). Bapak Muhajirin Effendi pada saat masa jabatannya tahun 2016-2019, pada gerakan pengguatan pendidikan karakter (PPK) yang diberilakukan untuk sebagai pondasi dan sebagai ruh yang utama dalam sebuah pendidikan karakter. Penguatan pendidikan karakter (PPK) mendorong pada pendidikan nasional untuk kembali memperhatikan olahan hati (Etik dan Spiritual), oleh rasa (Estetis), olahraga (kinestetis), kemudian selain itu juga ada 5 (lima) sebuah karakter yang utama yang berdasarkan sumber dari pancasila dijadikan pusat ( poros) pengembangan suatu gerakan penguatan pendidikan karakter (PPK) yang ada di Indonesia. Adapun 5 (lima) nilai karakter yaitu Religius, Mandiri, integritas, Gotong royong dan Nasional[2], kemudian dalam nilai integritas itu terdapat karakter tanggung jawab.

Nilai pada karakter integritas bisa diartikan yaitu suatu nilai yang didasari perilaku pada upaya menjadikan diri seseorang yang bisa dipercaya baik dakam perkataanya, pekerjaan, dan tindakannya. Bukan itu saja karakter integritas juga bisa dijadikan dalam sikap tanggung jawab, aktif juga dalam kehidupan sosial dan juga konsisten dalam perkataan dan tindakannya yang berdasarkan kebenaran, dan dengan kata lain sikap tanggung jawab juga sudah melibatkan seseorang dalam kehidupan sosial dan yang konsisten dalam sebuah perkataan dan tindakannya.

Nilai-nilai dan integritas merupakan sebuah bagian dari pendidikan karakter yang didalamnya juga menanamkan kumpulan nilai-nilai ini[3]. Nilai-nilai integritas juga di desain KPK bersama dengan Kemendikbud yang terdiri dari Sembilan nilai yang terinternalisasikan pada setiap jenjeang pendidikan. Sembilan yang termasuk pada nilai itu tersebut yakni peduli, jujur, disiplin, mandiri, sederhana, kerja keras, tanggung jawab, berani, dan adil.

Pendidikan siswa Sekolah Dasar (SD) pada saat ini sangat sering dijumpai adanya sebuah permasalahan yang terjadi dengan perkembangan social pada peserta didik, mengatakan bahwa ada 4 (empat) pengaruh yang utama didalam belajar peserta didik yakni budaya, kelurga, sekolah, dan diri anak. Menyatakan bahwa ada yang mempengaruhi karakter tanggung jawab seorang peserta didik dengan salah satunya adalah dirinya sendiri[4].

Tanggung jawab belajar siswa merupakan sebuah perilaku seseorang yang harus melaksanakan tugas dan melaksanakan kewajibannya yang seharusnya lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan baik alam sosial dan budaya, negara dan Tuhan Yang Maha Esa[5]. Sedangkan seseorang bisa dikatakan mempunyai sikap tanggung jawab apabila dia sudah konsisten dalam melaksanakan tugas yang diberikan padanya baik terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan, negara, dan Tuhan Yang Maha Esa.

Bukan hanya dari peserta didik saja melainkan, keluarga yaitu sebuah pengaruh yang utama dalam hal belajar[6]. Salah satu bentuk dukungan keluarga untuk siswa yang sangatlah berpengaruh merupakan peran orang tua dalam memberikan dukungan. Sedangkan dukungan yang diberiakan orang tua juga mempengaruhi tanggumg jawab peserta didik dalam hal belajar. Adapun dukungan yang diberikan ada 4 (empat) yaitu dukungan fisik, dan psikologis, dukungan sebagai bentuk pemberian rasa nyaman, baik fisik maupun psikologis oleh keluarga atau teman dekat dalam menghadapi tekanan-tekanan atau masalah tertentu[7].

Tanggung jawab itu sangatlah penting sekali untuk dimiliki setiap peserta didik di sekolah karena adalah kunci keberhasilan seorang siswa baik di sekolah maupun di luar sekolah. diharapkan, peserta didik mampu untuk memiliki karakter tanggung jawab yang sangat kuat mampu menjadi generasi penerus bangsa yang mampu menjalankan kewajibannya atas kesadaran diri sendiri tanpa paksaan dari orang sekitar atau orang lain. Melakukan hal seperti itu, siswa mampu untuk mengolah dirinya sendiri dalam kehidupan yang bermartabat ini. Karakter tanggung jawab seharusnya dilakukan sejak dini mungkin dengan melalui pembiasaan-pembiasaan baik di lingkungan sekolah maupun di rumah harus dibiasakan dengan sebaik-baiknya.

Tanggung jawab itu harus dimiliki oleh setiap orang, karena dia nanti bisa meningkatkan perkembangan potensinya yang mana dengan melalui belajar di harapkan siswa sesuai pada harapan dirinya sendiri maupun lingkungan sekitar. Setiap tanggung jawab siswa didik bisa dicirikan seperti berikut ini: 1). berusaha menghasilkan sesuatu tanpa rasa lelah dan putus asa, 2). Tidak pernah menyalahkan orang lain atas kesalahan yang sudah diperbuat, 3). Situasi apapun, 4). Senantiasa mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru sampai tuntas baik tugas yang diberikan di sekolah maupun PR yang harus mereka kerjakan di rumah, 5). berpikiran positif di setiap kesempatan pra observasi dan wawancara dilaksanakan pada hari rabu, 28 Oktober 2020 mendapatkan hasil bahwa sebagian dari kelas IV SD Negeri 1 Tebluru 1 masih kurang menujukan sikap tanggung jawab belajar siswa kelas IV ketika berada dilingkungan sekolahan.

Pra observasi yang dilakukan di kelas IV ada beberapa siswa yang tidak mengikuti instrusi yang di berikan guru ketika diperintahkan untuk mendengarkan informasi yang diberikan guru siswa malah ada sebagian yang berbicara dengan temannya. Guru memberikan soal dipapan tulis untuk dikerjakan siswa akan tetapi pada jam yang sudah ditentukan siswa masih belum mengumpulkan tugas tersebut karena asik berbicara dengan temannya. Selain itu guru memerintahkan siswa untuk mengumpulkan tugas PR, akan tetapi ada beberapa siswa yang tidak mengumpulkan tugas dengan alasan karena belum selesai mengerjakan tugas tersebut. Hal itu sudah menujukan bahwa tingkat tanggung jawab peserta didik dalam belajar dikelas IV masih kurang.

Masalah tersebut sudah diperkuat dengan dilakukannya sebuah wawancara dengan Siswa kelas IV di SD Negeri Tebluru 1. Kebanyakan siswa yang mengatakan bahwasanya pada saat belajar dirumah siswa tidak ditemani dengan orang tua, apabila Siswa mendapatkan PR dari ibu guru atau bapak guru yang mereka kurang paham kebanyakan siswa tidak mengerjakan tugas dari ibuatau bapak guru dengan alasan tidak bisa mengerjakan akan tetapi belum mencobanya. Ada dua peserta didik yang mengatakan bahwasanya ketika dia tidak mengerjakan tugas yang diberikan ibu atau bapak guru yang ada di sekolahan / PR orang tua akan menyalahkan akan memarahi peserta didik karena disekolah tidak belajar dengan benar. Oleh sebab itu kurangnya dukungan orang tua terhadap siswa memberikan efek pada tingkat tanggung jawab siswa disekolah masih rendah. Hal tersebut sesuai. Keluarga juga mempunyai pengaruh yang sangat penting dalam sebuh tindakan belajar terutama dalam dukungan orang tua.

Hasil observasi dan wawancara yang dipaparkan diatas dukungan orang tua merupakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi tanggung jawab belajar peserta didik. Dipaparkannya sebagai permasalahan dukungan orang tua terhadap tanggung jawab belajar siswa di SD Negeri (Se-gugus) Solokuro, penelitian ini tertarik untuk hubungan tanggung jawab belajar dengan dukungan sosial orang tua dan seberapa besar hubungan tanggung jawab belajar dengan dukungan sosial orang tua di kelas IV. Setelah dilakukan pra observasi dan wawancara kemudian membuat instrument lalu di uji cobakan secara terbatas di SD Negeri Payaman pada tanggal 17 april 2021.

Uji coba terbatas menyebaran instrument ini dengan variabel tanggung jawab yang berjumlah 36 instrument dan dukungan sosial orang tua yang berjumlah 37 instrument lalu disebarkan di 11 siswa yang ada di SD Negeri Payaman uji coba terbatas ini dilakukaan untuk mengetahui kelayakan instrument yang akan dilakukan sebagai uji coba keseluruhan di (Se-gugus) 1 Solokuro, kemudian di uji ke validitas data melalui SPSS 23 dari variabel tanggung jawab belajar dan dukungan sosial orang tua lalu setelah di uji ke validitas tanggung jawab belajar berjumlah 28 dan dukungan sosial orang tua 29, lalu setelah itu dilakukan uji coba keseluruhan di SD Negeri kelas IV (Se-gugus) 1 Solokuro pada tanggal 27 – 30 april 2021.

Uji coba keseluruhan dilakukan untuk mengetahui apakah ada hubungan tanggung jawab belajar dengan dukungan sosial orang tua siswa SD Negeri (Se-gugus) 1 Solokuro dan seberapa besar hubungan tanggung jawab belajar dengan dukungan sosial orang tua siswa SD Negeri (Se-gugus) 1 Solokuro, dengan cara menyebarkan instrument terbatas di SD Negeri (Se-gugus) 1 Solokuro yang terdapat 6 SD Negeri yang terdiri dari 1. SD Negeri Payaman, 2. SD Negeri Tebluru 1, 3. SD Negeri Tebluru 2, 4. SD Negeri Dadapan, 5. SD Negeri Sugihan, 6. SD Negeri Tenggulun. Instrument tanggung jawab belajar berjumlah 28 soal dan dukungan sosial orang tua berjumlah 29 soal yang disebarkan kesiswa.

Metode

Jenis penelitian mengunakan sebuah penelitian kuantitatif non eksperimen yang mana pada penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan observasi awal kemudian sebelum penelitian. Variabel penelitian yaitu segala sesuatu yang bentuknya sudah ditetapkan oleh seorang peneliti untuk dipelajari segala sesuatu informasi yang akan di teliti kemudian di garis bawahi atau disimpulkan oleh peneliti seperti berikut ini: 1).Variabel bebas adalah sebuah variabel yang biasanya cenderung kepada mempengaruhi. Sedangkan variabel bebas pada penelitian ini yaitu tanggung jawab belajar. 2). Variabel terikat adalah sesuatu yang biasanya cenderung kepada variabel bebas. Sedangkan variabel terkait pada penelitian ini yaitu dukungan sosial orang tua.Desain yang dipakai untuk penelitian ini yaitu Penelitian korelasional (satu arah/one way) dimana untuk mengetahui adanya hubungan yang segnifikat atau positif antara tanggung jawab belajar dan dukungan sosial orang tua. Penelitian ini memiliki desain korasional (satu arah/ one way)[8].

Figure 1.Desain penelitian

Figure 2.

Populasi merupakan sebuah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari[9] dan kemudian ditarik kesimpulan. Populasi penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas IV di SD (Se-gugus) 1 Solokuro yang berjulah 53 siswa dari 6 sekolahan dan sampel penelitian ini yaitu seluruh peserta didik kelas IV di SD (Se-gugus) 1 Solokuro yang berjumlah 53 peserta didik dari 6 sekolahan

Teknik sampling merupakan sebuah teknik yang dilakukan untuk pengambilan sampel. Teknik sampling ini di kelompokkan jadi dua adalah probability sampling dan nonprobability sampling ada jenis sampling ini total. Sampling total yaitu penentu sampel pada anggota populasi digunakan untuk sampling pengambilan data dikarenakan jumlah populasi masih dapat dijangkau oleh peneliti, pada penelitian ini mengunakan nonprobability sampling sehingga penelitian ini merupakan jenis sampling total.

Hasil dan Pembahasan

Tanggung Jawab Belajar Di Kelas IV SD Negeri Se- gugus 1 Solokuro

Data skala tanggung jawab belajar di dapatkan dari jumlah 53 siswa. Jumlah keseluruhan dari butir skala tanggung jawab belajar peserta didik yaitu 28 butir pertanyaan. Pertanyaan itu terdiri dari 4 (empat) pilihan jawaban adalah sangat sesuai, sesui, tidak sesuai, sangat tidak sesuai. Penskoran skala tanggung jawab belajar pada pertanyaan positif adalah 4 sangat sesuai, 3 sesuai, 2 tidak sesui, 1 sangat tidak sesuai. Penskoran pertanyaan negatif adalah 1 sangat sesui, 2 sesuai, 3 tidak sesui, 4 sangat tidak sesui. Data yang sudah didapatkan diperoleh melalui SPSS 23. Berdasarkan dari olah data yang sudah dilakukan didapatkan deskripsi data berupa mean, median, standart deviation, skewness, Standart Error of Skewness, minimum, dan maksimum.

Hasil penelitian dapat dideskripsikan tanggung jawab belajar memiliki nilai rata-rata (mean) sebesar 77.9, nilai tengah (median) sebesar 78.0, nilai yang simpang baku (standart deviation) sebesar 6.8, (skewness) sebesar 0.5, (Standart Error of Skewness) sebesar 0.3, (minimum) sebesar 65.0, dan skor tertinggi (maksimum) sebesar 98.0

Analisis dekriptif menunjukan bahwa pada variabel tanggung jawab yang berada di SD Negeri (Se-gugus) 1 Solokuro termasuk dalam kategori sedang dengan sebuah presentasi sebesar 19%. Kemudian data yang diperoleh adalah 10 peserta didik mempunyai suatu perbuatan yang dalam tanggung jawab belajar dalam sebuah kategori yang sedang, karena hal tersebut bisa menunjukan bahwa mayoritas perilaku tanggung jawab belajar peserta didik bisa dibilang baik. Ada 8 indikator dati tanggung jawab belajar peserta didik, sedangkan hasil dari sebuah penelitian yang meemiliki nilai indikator tertinggi sebanyak 12.40 dan nilai Aspek terrendah sebanyak 9.85.

Peserta didik ketika sedang diberikan tugas oleh guru akan tetapi peserta didik menyelesaikan tugasnya dengan tepat waktu maka bisa mencerminkan tanggung jawab belajar yang dimiliki oleh peserta didik, sedangkan bila peserta didik diberikan tugas oleh guru dan tidak menyelesaikan tugasnya maka bisa mencerminkan bahwa tanggung jawab belajar peserta didik sangat rendah. Oleh sebab itu semakin sering peserta didik mengerjakan tugas tanpa harus diberi tahu terlebih dahulu peserta didik maka semakin meningkat tanggung jawab belajarnya.

Dukungan Sosial Orang Tua Di Kelas IV SD Negeri Se- gugus 1 Solokuro

Data skala dukungan sosial orang tua di dapatkan dari jumlah 53 siswa. Jumlah keseluruhan dari butir skala tanggung jawab belajar siswa yaitu 29 butir pertanyaan. Pertanyaan itu terdiri dari 4 (empat) pilihan jawaban adalah sangat sesuai, sesui, tidak sesuai, sangat tidak sesuai. Penskoran skala dukungan sosial orang tua pada pertanyaan positif adalah 4 sangat sesuai, 3 sesuai, 2 tidak sesui, 1 sangat tidak sesuai. Penskoran pertanyaan negatif adalah 1 sangat sesui, 2 sesuai, 3 tidak sesui, 4 sangat tidak sesui. Data yang sudah didapatkan diperoleh melalui SPSS 23. Berdasarkan dari olah data ya ng sudah dilakukan didapatkan deskripsi data berupa mean, median, standart deviation, skewness, Standart Error of Skewness, minimum, dan maksimum.

Hasil penelitian dapat dideskripsikan tanggung jawab belajar memiliki nilai rata-rata (mean) sebesar 80.2, nilai tengah (median) sebesar 77.0, nilai yang simpang baku (standart deviation) sebesar 8.8, (skewness) sebesar 1.2, (Standart Error of Skewness) sebesar 0.3, (minimum) sebesar 62.0, dan skor tertinggi (maksimum) sebesar 112.0

Analisis deskriptif menujukkan bahwasa-nya variabel dukungan sosial orang tua di SD Negeri (Se-gugus) 1 Solokuro itu dikategorikan termasuk dalam kategori sedang dengan sebuah presentasi sebesar 28%. Kemudian data yang diperoleh adalah 15 peserta didik mempunyai suatu perbuatan yang dalam dukungan sosial orang tua dalam kategori sedang. Karena hal tersebut bisa menunjukan bahwa mayoritas perilaku tanggung jawab belajar peserta didik bisa dibilang baik.

Dukungan sosial orang tua yaitu sebuah pemberian dukungan (emosional, penghargaan, instrumental, dan informatif) yang diberikan orang tua untuk peserta didik yang sangatlah bermanfaat sekali untuk segi perilaku dan emosionalnya untuk penerima. Dukungan sosial orang tua dari aspek tertinggi yaitu sebuah instrumental sebesar 15.66, hasil suatu penelitian yang menunjukan adanya sebuah indikator yang sangatlah dominan yaitu dukungan materi dari orang tua yang mana pada akhirnya peserta didik mempunyai bantuan finansial ataupun jasa yang diberikan orang tua untuk sebagai kebutuhan dalam melaksanakan pembelajarannya, hal ini juga sudah membuktikan bahwa dukungan instru mental keluarga sangatlah besar, penelitiannya sudah membuktikan bahwa dukungan yang diberikan keluarga yaitu berupa sebuah tindakan, sikap, penerimaan keluarga atas penderita yang sakit. Aspek terrendah yaitu sebuah aspek emosional sebesar 13.31, hasil suatu penelitian ini menunjukkan sebuah indikator terrendah yaitu merasakan sebuah kasih sayang yang berupa perhatian yang diberikan orang tua. Mengoktimalkan kemampuan seorang peserta didik dengan cara memberikan sebuah bantuan yang diberiakan oleh peserta didik untuk sebagi peningkatan dalam sebuah kewajiban belajar.

Kesimpulan

Kesimpulan dari penelitian ini di atas bisa disimpulkan seperti berikut ini yaitu tanggung jawab belajar peserta didik dan dukungan sosial orangtua. Bahwa hasil dari korelasi menunjukan rtabel sebesar 0,549 dan nilai dari signifikansinya sebesar 0.000 ≤ 0,05 dan nilai korelasinya rentang yaitu 0,40 – 0,599, ini juga sudah membuktikan adanya sebuah hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan tanggung jawab belajar peserta didik SD Negeri (Se-gugus) 1 Solokuro, dengan semakin tinggi dukungan sosial orang tua makan akan semakin tinggi juga tanggung jawab belajar peserta didik, begitu sebaliknya apabila dukungan sosial orang tua tidak ada maka dalam tanggung jawab peserta didik juga tidak ada jadi terjadi adanya sebuah timbal balik.

References

  1. Mahbubi. (2012). Pendidikan Karakter. Yogyakarta: Pustaka Ilmu
  2. Kemdikbud. (2015). Panduan Penilaian untuk Sekolah Dasar. Jakarta: Pusat Kurikulum
  3. Handayani, Q (2016). Peranan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam Mendesain Kelembagaan Pendidikan Antikorupsi. Yogyakarta: FIS UNY.
  4. Wlodkowski, R. J & Jaynes, J.H. (2004). Hasrat Untuk Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Hal 24
  5. Narwanti, Sri. (2011). Pendidikan Karakter: Pengintegrasian 18 Nilai Pembentuk Karakter dalam Mata Pelajaran. Yogyakarta: Familia.
  6. Wlodkowski, R. J & Jaynes, J.H. (2004). Hasrat Untuk Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Hal 24
  7. Baron, R. A Dan Byrne D, (1997). Social Psychology. Boston: Allyn & Bacon
  8. Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta
  9. Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta Hal 117