Abstract

By looking at the students who often communicate in javanese and less applying linguistics they can make less maximum. With the reality that exists in Islamic boarding school, it shows that there are several factors. In an institution requires effort and programs development of good Arabic so that students, and students can develop skills in Arabic. The research is a qualitative research where the data researchers get will be explained descriptively, and the methode used ai by wat of observation, interviews and documentation. The results of the study show (1) the language development program there are a lot of Arabs at the Annur Sidoarjo Muhammadiyah Islamic Boarding School improve students&rsquo language skills (2) The inhibiting factor is the teacher less competent, less supportive environmet, less time and facilities infrastructure is still lacking (3) Sipporting factors ustadz- ustadzah ISMUBA graduates from well known boarding school snd universities, there are organitation from student (IPM) and different subjects support.

Pendahuluan

Perkembangan bahasa Arab di Indonesia ini lebih banyak berorientasi di kalangan pondok pesantren. Dalam liingkungan pondokpesantren , bahasaarab ini bukan suatu hal yag asing di dengar, tetapi bahasaarab diajarkan,, di pertegaskan serta di peraktikkan pada kehidupan para santri. Maka dari itu lingkungan pondok pesantren termasuk salah satu lingkunggan berbahasa yang baik dan efektif untuk meningkatkan keterampilan para santri dan santriwati dalam berbahasa Arab. Dalam penerapan bahasa Arab di pondok pesantren sangat membutuhkan sebuah rancangan atau program bahasa arab agar bisa mencapai tujuan yang diharapkan. Jika bahasa Arab sebagai bahasa asing maka Bahasa Arab menjadi bahasa komunikasi yang bukan sebagai prasyarat untuk memahami dan mempelagari ilmu agama Islam [1]. Dalam pembelajaran bahasa Arab ada 4 kemampuan yang harus dimiliki peserta didik. Kemampuan penguasaan materi yang berkaitan dengan kemahiran berbahasa seperti maharah alistima’, maharah al-kalam, maharah al- kitabah dan maharah al-qira’ah[2]. Program untuk pembelajaran bahasa Arab memiliki tujuan agar peserta didik berkembang dalam kemampuan mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis dengan baik dan benar. Namun peserta didik dapat berkomunikasi secara sederhana dan efektif dalam berbagai konteks untuk memberikan informasi, pikiran, perasaan, dan bisa menjalin hubungan sosial dalam bentuk kegiatan yang beragam, interaktif, dan menyenangkan [3].

Pembelajaran bahasa Arab juga memiliki beberapa masalah yang ditemui oleh pelajar, yaitu sedikitnya ilmu tentang bahas Arab bagi peserta didik itu ssendiri, disebabkan adanya peserta didik belum pernah mengenal bahasa Arab pada jenjang pendidikan sebelumnya, adapunm faktor-faktor lain disebabkan kurangnya pemahaman dan penguasaan koskata yang dimiliki siswa atapun siswi, kurangnya motivasi pada pembelajaran bahasa Arab. Sebagian dari pelajar menganggap bahwasanya bahasa Arab adalah bahasa yang susah dipelajari. akan tetapi hal tersebut tidak terjadi apabila pelajar mempunyai semangat tinggi dalam belajar bahasa Arab [4]. Berbahasa dengan baik bukan satu-satunya faktor yang menentukan tercapaainya berkomunikasi dengan baik. Selain dapatt berbahasa arab dengan benar,peserta didik harus mampu untuk memahami sikap berbahasa yang dipengaruhi oleh beberapa aspek budaya. Hal ini agar menghindari kesalahpahaman dalam berkomunikasi serta tujuan-tujuan dalam berkomunikasi dapat tercapai dengan baik [5]. Dapat disimpulkanan bahwa bahasa dan budaya merupakan dua hal yag tidak bisa dipisahkanpada komunikasi. Membutuhkan strategi berkomunikasi melalui pendekatan bahasa yang mampu dalm memahamkandan menjelaskan perbedaan antar budaya.

Metode Penelitian

Dalam pembuatan sebuah penelitian membutuhkan cara-cara untuk mendapatkan capaian yang diinginkan yang disebut Metode Penilitan. Namun pada penelitian ini, peneliti menggunakan jenis metode penelitian kualitatif, yang merupakan penelitian untuk bisa memahami sebuah fenomena teentang apa yang terjadi oleh subjek penelitian seperti perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dll., secara holistik dan deskripsi yang berbentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks yang khusus juga alamiah dan memanfaatkan dengan bermacam-macam metode alamiah [6]. Wawancara adalah salah satu cara untuk cara untu mendapatkan hasil penelitian melalui percakapan dengan maksud dan tujuan tertentu. Percakapan tersebut dilaksanakanoleh dua pihak, yakni pewawancara atau peneliti ( interviewer) yang memberikaan pertanyaan dan yang mewawancarai ( interviewee ) yang telah memberikan jawaban dar semua pertanyaan yang diajukan itu [7].

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui program pengembang bahasa Arab di Pondok Pesantren Muhammadiyah Annur Sidoarjo, yaitu Pondok Pesantren Muhammadiyah yang ada di Sidoarjo, tempat peneliti mengambil keterangan data dan informasi. Untuk bahan informasi peneliti yaitu dari para ustadz/ustadzah dan para santriwan/ santriwati yang berada di pondok pesantren Muhammadiyah Annur Sidoarjo.

Hasil dan Pembahasan

Perkembangan bahasa Arab di Indonesia ini lebih banyak berorientasi di kalangan pondok pesantren. Di i lingkungan pondok pesantren , bahasa Arab bukan hal asing untuk ditemui, bahas Arab sudah diajarkan dan di pertegaskan bahkan di praktikkan pada kehidupan sehari-hari kalngan santri. Maka dari itu lingkungan podok pesantren merupkan lingkungan berbahsa yang efektif dan produktif untuk meningkatkan suatu keterampilan para santri dan santriwati dalam berbahasa Arab. Dalam penerapan bahasa Arab di pondok pesantren sangat membutuhkan sebuah rancangan atau program bahasa arab agar bisa mencapai tujuan yang diharapkan. Program ini dimaksudkan agar tujuan dari pembelajaran bahasa Arab bisa tercapai dan hasil belajar siswa memberikan hasil yang maksimal [8]. Dengan katalain, tingkat prestasi kerja pada suatu kelompok dipengaruhi oleh sistem insentif pemimpin, dimulaii dari bagaimana pemimpin mengendalikan dan mempengaruhi situasi tertentu, demgsn asumsi bahwa kontribusi pemimpin terhadap kinerja kelompok dilakukan dengan cara atau kepemimpinan (leadership style) dan kesesuaian situasi (the favourableness of the situation) yang dihadapinya. Karena situasinya sangat bervariasi antar dimensi, dapat diprediksi bahwa tidak ada pendekatankepemimpinan yang baik. Namun, sebagaimana yang sudah kitaketahui bahwasanyaa strategi yang paling efektif akan bervariasi dari situasi ke siatuasi lainnya [9].

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti di Pondok Pesantren Muhammadiyah Annur Sidoarjo yang berada di tengah- tengah masyarakat dan mengakibatkan peran lingkungan berbahasa tidak maksimal. Karena masih tercampurnya masyarakat dan santri dalam berkomunikasi. Untuk membiasakan santri dan berbahasa arab itu membutuhkan lingkungan yang khusus, baik dan mendukung. Untuk pencapaian tersebut harus ada dukungan dari semua pihak yaitu, ustadz, ustdzah, santri maupun para pegawai yang berada di Pondok Pesantren Muhammadiyah Annur Sidoarjo. Maka dari itu lingkungan informal lebih berperan untuk meningkatan para santri dalam berkomunikasi berbahasa arab. Cakupan lingkungan informal lebih luas dari pada lingkungan formal, karena lingkungan melibatkan banyak pihak dan diperlukan kesadaran yang tinggi dari pihak- pihak yang lain. Oleh karena itu peran lingkungan formal di Pondok Pesantren Muhammadiyah Annur Sidoarjo ini dengan adanya beberapa kegiatan yang dilaksanakan dalam kelas ataupun diluar kelas tetapi selalu membuat halaqoh ( perkumpulan). Pengembangan merupakanproses mendesain pembelajaran secara logis, dan sistematis guna untuk menetapkan segala sesuatu yang akan dilaksanaakan dalam proses kegiatan belajar siswa dengan memperhatikan potensi dan kompetensi pelajar [10].

Program merupakan upaya yang berhak untuk mencapai tujuan [11]. Ada beberapa program pengembangan bahasa Arab untuk meningkatkan kemampuan para santri di Pondok Pesantren Annur Sidoarjo dengan memberikan materi- materi kebahasaan, yaitu (a) Ta’limul mufrodat ( pengajaran kosa kata ), Pemberian kosa kata setiap malam, tapi untuk satu tahun terakhir ini diganti dengan pemebelajaran ‘Arobiyah Bayna Yadaik. Didalam buku ‘Arobiyah Bayna Yadaik, ustadz dan ustadzah memberikan kosa kata kepada santri karena sistem pengajarannya adalah dari memberikan mufrodat , kaidah bahasa dan langsung praktek. Pada buku ‘Arobiyah Bayna Yadaik ini lebih banyak prakteknya dari pada menghafalnya, seperti meperaktekan percakapan (al- hiwar) yang sudah dijelaskan oleh pengajar nya masing- masing. Karena cara yang efektif untuk meningkatkan kemahiran dalam berkomunikasi berbahasa arab yaitu dengan praktek. (b)TahsinulLughoh ( pembetulan bahasa), Kegiatan Tahsinul lughoh ini dilaksanakan satu minggu sekali yang bertepatan pada hari jum’at yaitu pembetulan kosa kata dan uslub- uslub yang sering digunakan diasrama yang dibimbing oleh ustadz dan ustadzah bagian bahasa. Dengan kegiatan ini para santri bisa mengetahui bahasa arab yang benar. Menulis juga termasuk kegiatankomunikasi yang dilakukan tanpa didukung oleh tekanan suaara, nada, mimik,gerak geriik dan tanpa situasi sepertiyang terjadi pada kegiatan komunikasi lisan [12].

(c) Muhadastah, Muhadastah merupakan sebuah keterampilan tersidiri yang telah menutut konsistensi dari orang yang mempelajari sebuah artikulasi kata secara benar, detail dan tetap dari aturan- aturan kata bahasa, sejumlah serta untuk membantu pada analog yang diinginkan oleh dari pembicara dalam intonasi komunikasinya. Kemampuan ini dicapai melalui pendekatan yang menitikberatkan pada latihan berbicara antara guru, para siswa maupun sesama pesertadidik. Dalam kemampuan berbicara seseorang telah mampu menyusun dan mengartikulasikan kata-kata yang baik dan jelas baik untuk mengungkapkan pikiranmya guna memenuhi kebutuhannya [13]. Kegiatan ini dilaksanakan 2 minggu sekali setelah kajian subuh. Kegitan ini diikuti oleh seluruh santri yang didampingi oleh ustad ustadzah bagian bahasa serta anggota IPM bagian bahasa. Dalam kegiatan ini santri belajar untuk berkomunikasi bersama teman-temannya dengan materi yang diberikan oleh ustadz, ustadah dan anak IPM bagian bahasa. Dengan mengajarkan mereka secara langsung, dari memberikan kosa kata baru, membuat jumlah mufidah, kemudian praktek percakapannya. (d) Muhadharah (Pidato ), Kegiatan ini dilaksanakan dua kali dalam sepekan. Para santri tidak hanya dituntut untuk menyampaikan materi, tetapi mampu memimpin jalannya kegiatan sebagai pembawa acara. Untuk pelaksanaanya para santri dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari santri senior yang menjadi ketua kelompok dan santri junior sebagai anggota. Dalam setiap kelompok terdiri dari 8 santri, mereka akan dibagi untuk menjadi pembawa acara 2 santri, 1 santri sebagai pembaca ayat suci al-qur’an, 5 santri menyampaikan pidato dan yang lain menjadi penonton dan pendengar yang baik. Dengan kegiatan muhadharah para santri bisa meningkatkan kemampuan dalam mengungkapkan atau mengutarakan pikiran serta perasaan secara lisan, bisa melatih mental keberanian santri untuk berbicara didepan orang banyak dengan baik, dan mengasah kemampuan santri dalam berbicara dengan bahasa arab, bahasa inggris dan bahasa indonesia.

Di Pondok Pesantren Muhammadiyah Annur Sidoarjo sering sekali mengikuti lomba pidato, story telling tingkat kabupaten maupun tingkat nasional. Dalam banyak santri yang bisa mendapatkan juara pada perlombaan pidato ini dengan menggunakan bahasa asing terutama bahasa arab, ini adalah salah satu hasil dari kegiatan muhadharah di Pondok Pesantren Muhammadiyah Annur Sidoarjo. Ada beberapa pembelajaran yang mendukung untuk meningkatkan kemampuan berbahasa arab yang diselenggarakan pesantren, dengan memberikan materi- materi pendukung dan pengetahuan sebagai landasan para santri bisa berkomunikasi dengan bahasa arab. Berdasarkan rasional tersebut, peneliti memandang perlu diadakannya pengembangan bahan ajar Mahārah alKitābah berbasis pendidikan karakter, dimana nanti akan menghasilkan outputberupa bahan ajar yang sesuai dan dapat mengembangkan karakter siswa [14]. Dalam prosees pengajaran, para siswa dituntut untuk memiliki pengetahuan dan pemahaman nmateri terhadap bahan dan metode pengajarannya. penguasaan psikologi pendidikan sangat dibutuhkan untuk para psrtadidik. Psikologi pendidikan dapatdiartikan secara sederhana sebagai ilmu tentang tingkahlaku manusia dalam proses belajarmengajar. Sedangkan mengajardiartikan sebagai kegiatan mengorganisasi atau mengatur lingkungan dan menghubungkan dengan anak dengan serbanyak-banyuaknya untuk mewujudkan proses belajar. Dalam melaksanakan belajar mengajar, pendidik harus memperhatikan kondisi siswa, tingkat pertumbuhan dan perbedaan antara siswa yang lainnya. Karena para ahli membagi siswa menjadi tiga tiipe: (1) Auditif merupkan cara sederhana menerima pelajaran melaluipendengaran. (2) Visual merupakancara mudahmerima pelajaran melalui indrapenglihatan. (3) Metodik adalah caraa sederhana mnerima pelajaran melalui gerakan [15]. melaluii beberapa kegiatan yag telah disebutkan, inilah peran yang ditetapkan pondokpesantren Muhammadiyah Annur Sidoarjo untuk meningkatkan kemampuan berbahasa para santrinya.

Dari Urain diatas dapat di lihat bahwa table 1 dapat disimpulkan bahwa 10 referensi yang telah di saring dapat membantu peneliti untuk menyelasaikan artikel penelitian ini dengan baik dan lengkap sesuai dengan templete yang telah di berikan.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian mengenai Program Pengembangan Bahasa Arab di Pondok Pesantren Muhammadiyah Annur Sidoarjo, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Ada beberapa program pengembangan bahasa Arab di Pondok Pesantren Muhammadiyah Annur Sidoarjo yaitu :

  1. Ta’limulmufrodat ( pengajaran kosa kata )
  2. TahsinulLughoh ( pembetulan bahasa )
  3. Belajar malam yang diisi pelajaran bahasa arab dengan menggunakan kitab ArobiyahBaynaYadaik
  4. Muhadastah
  5. Muhadharah (Pidato )
  6. Nadwah ( Tahmiz)
  7. Kelas Peminatan Bahasa
  8. Berupayah menghidupkan lingkungan berbahasa aktif dipondok,.
  9. Mengembangkan kurikulum,
  10. Memberikan motivasi dan menumbuhkan rasa semangat kepada para santri untuk belajar berbahasa.

B. Faktor-faktor yang Menghambat dan Pendukung Program Pengembanga Bahasa Arab:

1. Faktor Penghambat

  1. Pengajar (Pendidik)
  2. Lingkungan
  3. Sarana Prasarana
  4. Waktu

2. Faktor Pendukung

  1. Sudah banyak ustadz dan ustdazah yang ada di asrama maupun pengajar ISMUBA lulusan dari pondok maupun universitas ternama.
  2. Adanya organisasi dari santri yaitu Ikatan Pelajar Muhammadiyah.
  3. Mata pelajaran yang mendukung untuk meningkatan kemampuan bahasa arab santri.

References

  1. M. F. Faizi et al., مجلة اسيوط للدراسات البيئة, vol. العدد الحا, no. 1, p. 43, 2017, doi: 10.1017/CBO9781107415324.004.
  2. M. Fathoni, “Maharah Istima ’,” J. Komun. dan Pendidik. Islam, vol. 1, p. 2020, 2018, [Online]. Available: file:///C:/Users/USER/Downloads/162-308-1-SM.pdf
  3. A. Muradi, F. Tarbiyah, I. Antasari, J. A. Y. Km, and A. Pendahuluan, . no. 1, pp. 140–149, 2013.
  4. R. Khumairoh, “Analisis Hubungan Latar Belakang Pendidikan Dengan Kemampuan Berbicara Bahasa Arab Siswa Kelas X Kota Malang,” Semnasbama Semin. Nas. Bhs. Arab Mhs., vol. 7, no. 1, p. 46, 2020.
  5. Edi setyawan C., “Pengembangan Pembelajaran Kemahiran Berbicara Bahasa Arab Menggunakan Pendekatan,” J. At-Ta’dib, vol. 12, no. 2, pp. 161–184, 2017.
  6. S. Sirajuddin, “Penerbit Pustaka Ramadhan, Bandung,” Anal. Data Kualitatif, p. 180, 2016, [Online]. Available: https://core.ac.uk/download/pdf/228075212.pdf
  7. Risnayanti. (2004). Skripsi Implementasi Pendidikan Agama Islam di Taman Kanak- kanak Islam Ralia Jaya Villa Pamulang. Jakarta: Perpustakan Umum.
  8. S. Sarif, S. Arab, and A. Pendahuluan," A Jamiy," vol.06, no. 1, pp. 72-93,2017
  9. C. Harrison, “Contingency Leadership Theory,” Tradit. Paradig. Leadersh., vol. 1, no. 1, pp. 76–87, 2020, doi: 10.1007/978-3-030-40805-3_3.
  10. Majid, A. (2005). Perencanaan Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya.
  11. Pradita., H. N. (2017). Implementaasi Program Sekolah Sehat Di SD N Tegalrejo 1 Yogyakarta. Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan 6, no. 1 , 20–28.
  12. Mahyudin, A. F. (2012). Pembelajaran Bahasa Arab, Cet. Ke-2. Jakarta Pusat: Direktoral Jenderal Pendidikan Islam Kementrian Agama.
  13. Hamid, B. M. (2012). Metode & Strategi Pembelajaran Bahasa Arab. Malang: UIN-MALIKI PRESS.
  14. D. K. Nisa’ and J. Ni’mah, “Pengembangan Bahan Ajar Mahārah Al-Kitābah Berbasis Pendidikan Karakter Bagi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Stai Attanwir Bojonegoro,” J. Al Bayan J. Jur. Pendidik. Bhs. Arab, vol. 9, no. 1, 2017, doi: 10.24042/albayan.v9i1.1241.
  15. M. Ichsan, “Psikologi Pendidikan Dan Ilmu Mengajar,” J. EDUKASI J. Bimbing. Konseling, vol. 2, no. 1, p. 60, 2016, doi: 10.22373/je.v2i1.691.