<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Financial Literacy And Investment Interest In Islamic Students</article-title>
        <subtitle>Literasi Keuangan dan Minat Berinvestasi pada Mahasiswa Islam</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-e10c3f45327638f95653214221bee2d8" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Restu</surname>
            <given-names>Firda Dini</given-names>
          </name>
          <email>firdadini@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-060546b1ddf3af0ffc06eae24f74f238" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>abidin</surname>
            <given-names>Fityan izza noor</given-names>
          </name>
          <email>fityan_umsida@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2024-10-25">
          <day>25</day>
          <month>10</month>
          <year>2024</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="sec-1">
      <title>
        <bold id="bold-bbb1030f08b42604686fc08bce99184a">Pendahuluan</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-13">Pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia memiliki hubungan yang erat, di mana salah satu upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi adalah dengan meningkatkan sektor investasi melalui instrumen pasar modal [1]<bold id="_bold-10">.</bold> Investasi sendiri merupakan aktivitas penanaman modal dalam bentuk aset atau dana dengan harapan mendapatkan hasil di masa depan. Dalam konteks ini, minat investasi menjadi faktor penting yang mendorong partisipasi dalam pasar modal, termasuk pasar modal syariah, yang memastikan para investor dapat berinvestasi secara aman, nyaman, dan sesuai dengan prinsip syariah, sehingga terhindar dari praktik riba yang dilarang dalam Islam [2]<bold id="_bold-11">.</bold> Seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia setiap tahunnya, potensi untuk meningkatkan jumlah investor muslim melalui pengembangan pasar modal syariah semakin besar. Selain itu, literasi keuangan masyarakat juga berperan dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai manfaat serta mekanisme investasi syariah. Investasi yang sesuai dengan prinsip syariah tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga memiliki dasar hukum dalam Islam dan dianjurkan bagi umat Muslim sebagai bagian dari ilmu dan amal yang bermanfaat [3]<bold id="_bold-12">,</bold> Dengan pemahaman yang baik, masyarakat dapat memperoleh imbal hasil yang optimal sesuai dengan prinsip syariah. Namun, semua ini tetap bergantung pada minat individu dalam berinvestasi, khususnya di saham syariah, agar mereka dapat memanfaatkan peluang yang ada di pasar modal syariah secara maksimal.</p>
      <p id="_paragraph-14">Selain itu, investasi di pasar modal secara keseluruhan adalah proses pendanaan modal pada suatu korporasi dengan menyediakan uang dan memiliki bukti kepemilikan dalam bentuk portofolio, dengan tujuan menerima hasil yang lebih besar dari dana yang diinvestasikan. Dalam Theory of Planned Behavior dijelaskan bahwa sikap individu terhadap investasi syariah, yang dipengaruhi oleh keyakinan mereka tentang manfaat dan risiko berinvestasi dalam produk syariah, akan mempengaruhi minat mereka untuk berinvestasi. Beberapa instrumen investasi di pasar modal meliputi saham, surat berharga, dan reksa dana [4]<bold id="_bold-13">. </bold>Keberadaan pasar modal memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara, karena berfungsi sebagai penghubung antara pihak yang memiliki dana dengan pihak yang membutuhkan pendanaan. Perusahaan yang ingin menambah pendapatannya dapat menjual sahamnya di pasar modal, sedangkan masyarakat umum juga dapat membeli saham tersebut.Selain itu, pasar modal juga berfungsi sebagai sarana keuangan yang memungkinkan investor memperoleh imbal hasil (return) sesuai dengan karakteristik investasi yang mereka pilih, termasuk investasi di pasar modal syariah yang semakin berkembang dan menjadi alternatif bagi investor yang ingin berinvestasi sesuai prinsip syariah [5]<bold id="_bold-14">.</bold></p>
      <p id="_paragraph-15">Di Indonesia, pasar modal syariah yang utamanya terdiri dari reksa dana investasi syariah mulai beroperasi pada tahun 1997. Selain itu, Jakarta Islamic Index juga didirikan pada tahun 2000. Islamic Index Jakarta merupakan perusahaan patungan antara BEJ dan PT DIM . Pemerintah melalui Kementerian Keuangan, Otoritas Pasar Modal, dan telah meresmikan pasar modal syariah pada tanggal 14 Maret 2003. Saham Mudharabah Syariah Indosat diterbitkan pada tahun 2002. Selain itu, di kancah internasional, Dow Jones meresmikan Dow Jones Islamic Market Index pada bulan 02/ 1999. Hal ini melihat alat ukur keuangan berbasis syariah berprofit. Pasar modal bersifat syariah tidak hanya bersifat religius, tetapi juga dapat menghasilkan keuntungan. Padahal, untuk memiliki kekuatan dalam menghadapi malapetaka global akibat permainan pasar, konsep hukum Islam dinilai lebih aman. Otoritas Jasa Keuangan merupakan lembaga yang bertugas untuk mendorong dan mengatur pasar modal. Otoritas Jasa Keuangan berperan dalam mendorong perkembangan pasar keuangan syariah di Indonesia. Hal ini terlihat dari berbagai inisiatif yang tercantum dalam Peta Jalan Pasar Modal Syariah Indonesia 2015-2019. Peta jalan ini dimaksudkan untuk mengikuti strategi dan inisiatif yang tercantum dalam Laporan Pasar Modal Brasil 2005-2009 dan 2010-2014 yang memuat strategi dan inisiatif. Selain itu, OJK juga telah menerbitkan berbagai peraturan khusus untuk mengatur periklanan produk syariah di pasar modal Indonesia sejak tahun 2006. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah juga secara terus menerus turut mendorong perkembangan pasar modal khususnya syariah di dalam Indonesia.</p>
      <p id="_paragraph-16">Minat investasi dapat didefinisikan sebagai keinginan kuat dari dalam diri seseorang untuk memahami dan terlibat dalam kegiatan investasi hingga tahap praktik nyata [9]<bold id="_bold-15">. </bold>Secara etimologis, istilah investasi berasal dari bahasa Belanda investering, yang berarti penanaman modal, dan dalam bahasa Inggris disebut investment, yang berarti menanam [26]<bold id="_bold-16">.</bold> Menurut [10]<bold id="_bold-17">,</bold> minat investasi merupakan kombinasi antara keinginan dan tekad yang mendorong seseorang untuk mengenal lebih jauh tentang investasi hingga akhirnya memulai investasi. Individu yang memiliki minat terhadap investasi biasanya menunjukkan beberapa ciri khas, seperti aktif mencari informasi tentang berbagai jenis investasi, meluangkan waktu untuk mendalami dunia investasi, dan akhirnya mulai berinvestasi dalam instrumen yang dipilih [11]<bold id="_bold-18">.</bold> Menurut, [12] mahasiswa, khususnya generasi Z, yang berada dalam usia produktif serta memiliki tingkat literasi digital yang tinggi, seharusnya lebih tertarik untuk berinvestasi, terutama di pasar modal. Oleh karena itu, untuk meningkatkan minat investasi di kalangan masyarakat, diperlukan edukasi yang intensif serta dukungan yang memadai agar mereka memiliki pemahaman yang cukup sebelum terjun ke dunia investasi, terutama di sektor pasar modal syariah.</p>
      <p id="_paragraph-17">Salah satu faktor yang memengaruhi minat masyarakat dalam berinvestasi di pasar modal syariah adalah literasi keuangan. Literasi keuangan syariah mencakup pemahaman yang baik terhadap produk dan jasa keuangan berbasis syariah, termasuk perbedaan antara bank syariah dan bank konvensional, serta bagaimana prinsip-prinsip Islam diterapkan dalam pengelolaan keuangan [13]<bold id="_bold-19">.</bold> Literasi keuangan syariah memiliki peran penting dalam mendorong minat investasi di pasar modal syariah. Hal ini disebabkan literasi keuangan syariah dapat membentuk sikap positif, norma sosial yang mendukung, serta persepsi kontrol perilaku yang kuat terhadap investasi syariah, sesuai dengan prinsip-prinsip TPB. Secara konseptual, kemampuan keuangan Islam mencerminkan kemampuan seseorang untuk menggunakan pengetahuan keuangan, keterampilan, dan perilaku yang sesuai dengan ajaran Islam dalam manajemen fiskal [14]. Pendanaan Islam didasarkan pada prinsip kepercayaan pada perintah Allah SWT, dan hanya investasi dalam instrumen mewah, halal, menghindari unsur -unsur Galah (tidak diketahui) dan Meisir (spekulasi atau perjudian) [15].Dengan meningkatnya literasi keuangan syariah serta pemahaman mengenai potensi imbal hasil yang diperoleh, semakin banyak masyarakat yang diharapkan tertarik untuk berinvestasi sesuai dengan prinsip Islam. Hal ini menjadi langkah penting dalam mengembangkan pasar modal syariah sebagai alternatif investasi yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga sesuai dengan nilai-nilai syariah.</p>
      <p id="_paragraph-18">Faktor kedua yang memengaruhi minat orang dalam berinvestasi di pasar modal Islam adalah persepsi laba. Pengakuan pendapatan adalah pandangan calon investor tentang keuntungan yang diinvestasikan dalam investasi modal [16]. Teori planned behavior (TPB) menjelaskan bahwa sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku individu mempengaruhi niat mereka, yang pada gilirannya mempengaruhi perilaku mereka. Dalam konteks ini, persepsi imbal hasil merupakan bagian dari sikap individu terhadap investasi syariah. Dalam investasi, investor lebih suka tingkat risiko dan laba di mana setiap orang memiliki profil risiko yang berbeda dan laba proporsional yang diharapkan [17].Return dalam pasar modal berasal dari dua hal, yaitu apresiasi harga (capital gain) dan dividen [18]. Keuntungan merupakan faktor utama yang menarik minat calon investor untuk berinvestasi, sehingga persepsi mereka terhadap potensi keuntungan sangat menentukan minat investasi [19]. Banyak penelitian terdahulu juga yang menunjukkan bahwa persepsi keuntungan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat investasi, hal ini diperkuat oleh penelitian yang dilakukan oleh [20], [21], [22], [23].</p>
      <p id="_paragraph-19">Selain faktor return, kemudahan akses terhadap modal syariah juga menjadi alasan utama masyarakat khususnya generasi muda untuk mulai berinvestasi. Di era digital saat ini, investasi di pasar modal dapat dilakukan secara online dengan proses yang efisien sehingga lebih praktis bagi para mahasiswa dan Generasi Z. Persyaratan untuk melakukan investasi pun relatif mudah, hanya perlu memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan rekening bank. Pasar modal sendiri berperan sebagai penghubung antara investor dengan perusahaan atau badan pemerintah melalui perdagangan instrumen keuangan jangka panjang [24]. Saham yang diperdagangkan terbagi menjadi dua jenis, yaitu saham syariah dan saham non-syariah. Saham syariah adalah saham yang tidak menyimpang dari prinsip-prinsip Islam. Oleh karena itu, pemahaman terhadap literasi keuangan sangat diperlukan agar seseorang dapat mengambil keputusan investasi yang tepat dan sesuai dengan prinsip syariah [25]<bold id="_bold-20">.</bold> Literasi keuangan yang baik memungkinkan seseorang untuk mengelola, merencanakan, dan mengendalikan keuangannya dengan lebih bijak demi kesejahteraan finansial yang lebih baik.</p>
      <p id="_paragraph-20">Minat seseorang terhadap investasi tidak muncul begitu saja, tetapi dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal [27]<bold id="_bold-21">.</bold> Minat dapat diartikan sebagai dorongan dalam diri individu yang membuatnya merasa tertarik, bahagia, dan ingin terlibat dalam suatu bidang. Dalam konteks investasi, minat mencerminkan kecenderungan seseorang dalam memilih dan menekuni suatu aktivitas berdasarkan kondisi pribadinya [20]<bold id="_bold-22">.</bold> Semakin besar pengaruh faktor eksternal seperti edukasi dan kemudahan akses, semakin tinggi pula ketertarikan individu untuk berinvestasi. Tingkat partisipasi seseorang dalam kegiatan terkait investasi, seperti seminar, pelatihan, atau praktik langsung di dunia investasi, menjadi indikator sejauh mana minatnya terhadap investasi berkembang [23]<bold id="_bold-23">. </bold>Pemerintah sendiri telah berupaya meningkatkan kesadaran serta minat masyarakat terhadap investasi melalui berbagai program edukasi, seperti Sekolah Pasar Modal, gerakan "Yuk Nabung Saham", serta pendirian galeri investasi di berbagai institusi pendidikan. Program-program ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai investasi, khususnya di kalangan mahasiswa, agar mereka lebih siap untuk terjun ke dunia pasar modal dan memiliki minat dalam berinvestasi. Hal ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana pemahaman tentang pasar modal syariah dan peningkatan literasi dikalangan kaula muda. Dengan demikian, peningkatan literasi keuangan dan pemahaman tentang pasar modal syariah menjadi langkah strategis dalam mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih aktif dalam investasi yang menganut prinsip syariah.</p>
      <p id="_paragraph-21">Beberapa fenomena menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap investasi di pasar modal syariah terus meningkat. Salah satu indikatornya adalah peningkatan kepemilikan saham syariah. Berdasarkan data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah kepemilikan saham syariah mengalami kenaikan sebesar 36,48 persen dalam enam bulan pertama tahun 2021. Meskipun angka ini menunjukkan tren positif, jumlah investor yang berinvestasi di pasar modal syariah masih jauh di bawah potensi yang sebenarnya. Beberapa pengamat pasar modal juga menyampaikan bahwa minat masyarakat terhadap investasi syariah terus bertumbuh, yang terlihat dari meningkatnya jumlah investor dengan kepemilikan efek saham syariah berdasarkan nomor tunggal identitas pemodal (SID). Namun, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Muslim di Indonesia yang sangat besar, angka ini masih tergolong kecil. Kurangnya pemahaman tentang pasar modal syariah serta manfaat jangka panjang dari investasi menjadi faktor utama yang menyebabkan rendahnya jumlah investor di sektor ini. Untuk mendukung pertumbuhan pasar modal syariah, berbagai instrumen keuangan berbasis syariah terus dikembangkan, seperti reksa dana syariah, saham syariah, dan sukuk. Keberadaan fatwa Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia juga berperan penting dalam memastikan bahwa prinsip-prinsip keuangan syariah tetap sesuai dengan ajaran Islam, sehingga menghindari praktik seperti spekulasi, manipulasi, short selling, serta riba.</p>
      <p id="_paragraph-22">Sejalan dengan upaya tersebut, hasil Survei Nasional Literasi dan Integrasi Keuangan (SNLIK) menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah. Berdasarkan SNLIK 2024, tingkat literasi keuangan penduduk syariah Indonesia meningkat sebesar 39,11 persen dibandingkan tahun sebelumnya. (OJK) bekerja sama dengan (BPS) secara rutin melakukan pengukuran tingkat literasi dan integrasi keuangan sebagai dasar dalam merancang program peningkatan literasi keuangan di masa mendatang. Hasil survei ini menunjukkan semakin banyak masyarakat yang mulai memahami pentingnya berinvestasi di pasar modal syariah dan berminat untuk ikut serta di dalamnya [28].</p>
      <p id="_paragraph-23">Meskipun demikian, masih banyak masyarakat yang ragu untuk berinvestasi di pasar modal syariah karena kekhawatiran akan adanya unsur riba. Ketidaktahuan tentang mekanisme investasi yang sesuai dengan prinsip syariah sering kali menjadi hambatan utama. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan edukasi dan sosialisasi yang lebih intensif. Fatwa Nomor 80 Tahun 2011 telah memberikan pedoman mengenai kegiatan yang dilarang dalam pasar modal syariah, seperti menyembunyikan cacat produk, menawar dengan kebohongan, serta memanfaatkan kondisi pasar untuk keuntungan sepihak. Selain itu, pengamat pasar saham syariah juga menekankan pentingnya pemahaman risiko dalam investasi, terutama bagi investor muda, agar mereka tidak mudah terjebak dalam praktik manipulasi harga seperti pump and dump.</p>
      <p id="_paragraph-24">Di sisi lain, digitalisasi yang semakin berkembang sejak pandemi telah membuka peluang besar bagi masyarakat untuk berinvestasi dengan lebih mudah dan praktis. Pemanfaatan teknologi dalam investasi memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat untuk berinvestasi sesuai dengan prinsip keuangan syariah. Namun, masih terdapat kesalahpahaman bahwa investasi di pasar modal identik dengan perjudian, sehingga menyebabkan sebagian masyarakat enggan terlibat. Oleh karena itu, para pengamat pasar saham syariah menegaskan bahwa investasi di pasar modal merupakan inovasi keuangan yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus tetap sejalan dengan ajaran Islam. Dengan edukasi yang lebih baik dan pendekatan yang tepat, umat Islam dapat berpartisipasi aktif dalam pasar modal syariah tanpa harus khawatir melanggar prinsip-prinsip syariah [29].</p>
      <p id="_paragraph-25">Berdasarkan fenomena-fenomena yang telah dibahas sebelumnya, peneliti beranggapan bahwa meskipun jumlah penduduk Muslim di Indonesia terus meningkat dan pertumbuhan produk serta aset pasar modal syariah menunjukkan perkembangan yang signifikan, tingkat literasi keuangan syariah di masyarakat masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan literasi keuangan konvensional. Rendahnya minat masyarakat dalam berinvestasi di pasar modal syariah dapat disebabkan oleh kurangnya wawasan serta pengalaman dalam dunia investasi. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi dan penyebarluasan informasi yang lebih masif agar masyarakat memiliki pemahaman yang memadai tentang investasi syariah. Dengan demikian, diharapkan lebih banyak masyarakat yang tertarik dan mulai berpartisipasi dalam pasar modal syariah, sehingga sektor ini dapat berkembang lebih optimal di masa mendatang [30].</p>
      <p id="_paragraph-26">Beberapa penelitian menunjukkan hasil yang bervariasi terkait pengaruh literasi keuangan syariah terhadap minat investasi. Penelitian [31]<bold id="_bold-24">, </bold>[32]<bold id="_bold-25">, </bold>[2], serta [33] mengindikasikan adanya pengaruh positif antara literasi keuangan dan minat investasi. Namun, penelitian[23] menunjukkan bahwa literasi keuangan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap minat investasi. Tujuan ini mencerminkan perlunya pendekatan yang lebih mendalam untuk memahami hubungan antara literasi keuangan syariah dan minat masyarakat dalam berinvestasi.</p>
      <p id="_paragraph-27">Minat investasi dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah persepsi individu terhadap keuntungan yang dapat diperoleh dari investasi. Setiap investor tentu mengharapkan imbal hasil dari investasinya. Perbedaan persepsi tentang tingkat imbal hasil pada berbagai instrumen investasi di pasar modal syariah menjadi salah satu faktor yang memengaruhi minat masyarakat untuk berinvestasi. Selain itu, tidak semua individu mampu berinvestasi, setiap individu memiliki profil risiko yang berbeda, yang memerlukan pengembalian yang proporsional dengan risiko yang dialami. Investigasi sebelumnya telah menunjukkan hasil yang tidak konsisten mengenai hubungan antara pengembalian yang dirasakan dan komitmen investasi. Studi oleh [34], [18], [21], dan [23] mengungkapkan bahwa pengembalian yang dirasakan memiliki hubungan positif dengan minat investasi. Namun, penelitian dari [35] menunjukkan bahwa pengembalian yang dirasakan tidak memiliki dampak signifikan terhadap minat investor. Hal ini menunjukkan perlunya penelitian tambahan untuk memahami hubungan antara kedua variabel ini.</p>
      <p id="_paragraph-28">Uraian fenomena yang telah didokumentasikan dan minimnya penelitian tentang pokok bahasan menyebabkan minimnya pengetahuan tentang topik yang menjadi perhatian dalam penelitian ini. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan memfokuskan pada penyelidikan tentang pengaruh pengetahuan keuangan keagamaan dan persepsi hasil investasi berbasis keagamaan di pasar modal keagamaan. Yang membedakan penelitian ini dengan penelitian-penelitian sebelumnya adalah pemanfaatan prinsip-prinsip syariah, seperti pemanfaatan variabel pengetahuan keuangan berbasis syariah. Teory yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Perilaku Terencana (TPB) dapat digunakan untuk memahami dan memprediksi minat investasi di pasar modal syariah. Teori ini berfokus pada sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku individu terhadap suatu tindakan, dalam hal ini, berinvestasi di pasar modal syariah. Perkembangan penting lainnya dalam penelitian ini adalah terciptanya sektor pasar modal syariah, sektor inilah yang menjadi fokus penelitian</p>
      <p id="_paragraph-29">Surah Al-Baqarah Ayat 42</p>
      <p id="_paragraph-30">وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ ۝٤٢</p>
      <p id="_paragraph-31">Janganlah kamu campuradukkan kebenaran dengan kebatilan dan (jangan pula) kamu sembunyikan kebenaran, sedangkan kamu mengetahui (-nya).</p>
      <p id="_paragraph-32">
        <bold id="_bold-26">Hubungan Antar Variabel</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-33">
        <bold id="_bold-27">Pengaruh </bold>
        <bold id="_bold-28">Literasi Keuangan Syariah </bold>
        <bold id="_bold-29">terhadap </bold>
        <bold id="_bold-30">Minat Investasi Di Pasar Modal Syariah</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-34">Literasi keuangan Islam adalah pengetahuan tentang produk dan layanan keuangan berbasis syariah, termasuk perbedaan antara bank Islam dan konvensional, informasi ini dapat digunakan untuk mempengaruhi perilaku dalam hal pengambilan keputusan ekonomi berdasarkan prinsip-prinsip syariah [36]. Hal ini sejalan dengan teori planned behavior (TPB) yang menyatakan bahwa sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku seseorang berpengaruh pada niat dan perilakunya, termasuk dalam hal investasi. Dari perspektif konseptual, literasi keuangan Islam melibatkan pengetahuan tentang bagaimana memanfaatkan prinsip-prinsip keuangan, kemampuan, dan perilaku sesuai dengan doktrin manajemen Islam [37]. Keuangan Islam didasarkan pada keyakinan bahwa Allah SWT mengarahkan kita, bebas dari riba, dan hanya melibatkan kegiatan yang Halal, penghindaran gharar dan maysir, dan investasi dana di perusahaan Halal. Beberapa penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa pengetahuan keuangan Islam memiliki dampak yang signifikan terhadap perilaku investasi. Penelitian dari [31], [38], [33] dan [39] menunjukkan bahwa pengetahuan keuangan Islam meningkatkan minat investor.Temuan serupa juga ditemukan oleh [40], yang menegaskan bahwa literasi keuangan syariah memengaruhi keputusan individu untuk berinvestasi. Berdasarkan penelitian terdahulu dapat merumuskan hipotesis sebagi berikut:</p>
      <p id="_paragraph-35">H1: Literasi Keuangan Syariah berpengaruh terhadap Minat Investasi Di Pasar Modal Syariah</p>
      <p id="_paragraph-36">
        <bold id="_bold-31">Pengaruh </bold>
        <bold id="_bold-32">Persepsi Imbal Hasil </bold>
        <bold id="_bold-33">terhadap </bold>
        <bold id="_bold-34">Minat Investasi Di Pasar Modal Syariah</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-37">Imbal hasil di pasar modal biasanya berasal dari dua sumber utama, yaitu kenaikan harga (capital gain) dan dividen [18]<bold id="_bold-35">.</bold> Keuntungan menjadi salah satu tujuan utama dalam investasi, di mana imbal hasil yang besar sering kali menjadi daya tarik bagi calon investor [41]<bold id="_bold-36">.</bold> Persepsi imbal hasil dapat didefinisikan sebagai pandangan calon investor tentang potensi keuntungan yang akan diperoleh dari investasi [42]<bold id="_bold-37">.</bold> Persepsi imbal hasil memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat investasi di pasar modal syariah, dan teori planned behavior dapat menjelaskan hubungan ini. Persepsi imbal hasil yang positif, yang berarti investor percaya bahwa investasi syariah akan memberikan keuntungan yang baik, akan meningkatkan minat mereka untuk berinvestasi. Sejumlah penelitian terdahulu menunjukkan bahwa persepsi imbal hasil memiliki pengaruh signifikan terhadap minat investasi. Studi yang dilakukan oleh<bold id="_bold-38">,</bold> [23] [34],[18],[21]menemukan bahwa persepsi imbal hasil berkontribusi secara positif dan bermakna terhadap peningkatan minat seseorang untuk berinvestasi. Berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya, kita dapat mengajukan hipotesis berikut :</p>
      <p id="_paragraph-38">H2: Persepsi Imbal Hasil berpengaruh terhadap Minat Investasi Di Pasar Modal Syariah</p>
      <p id="_paragraph-39">
        <bold id="_bold-39">Kerangka Konseptual</bold>
      </p>
      <fig id="figure-panel-3d527a8fbdd0286e1ea196f2161b7065">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <title>
            <bold id="bold-1">Gambar 3. Kerangka Penelitian</bold>
          </title>
          <p id="paragraph-498cc09c0cbd91355ff103d9d8cc5d80" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-4bf0d9d9e63736cf4de01b3d7c75fad4" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="12681-01.png" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-41">
        <bold id="_bold-41">H1: Literasi Keuangan Syariah berpengaruh terhadap Minat Investasi Di Pasar Modal Syariah</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-42">
        <bold id="_bold-42">H2: Persepsi Imbal Hasil berpengaruh terhadap Minat Investasi Di Pasar Modal Syariah</bold>
      </p>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>
        <bold id="bold-bae143a0370c948c27b9e106abaa6350">Metode</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-43">
        <bold id="_bold-43">A. Pendekatan Penelitian</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-44">Pendekatan kuantitatif deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena yang terjadi di Gen Z terkait dengan minat investasi di pasar modal syariah dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Kemudian alat bantu yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan program statistik SPSS versi 26 untuk dianalisis dan diolah. Metode kuantitatif dipilih karena memberikan pendekatan yang sistematis dan terukur, memungkinkan peneliti untuk mengumpulkan data yang dapat dianalisis secara statistik, peneliti berfokus untuk mengetahui hubungan antar variable dan hipotesis yang di teliti [43]. yaitu literasi keuangan syariah (x1), presepsi imbal hasil (x2) terhadap varible independent yaitu minat investasi di pasar modal syariah (Y) dengan 2 varible independen dan 1 variable dependen total semua terdapat 4 varible.</p>
      <p id="_paragraph-45">
        <bold id="_bold-44">B. Jenis dan Sumber Data </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-46">Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif deskriptif, yang merupakan data penelitian berupa angka. Penelitian ini menggunakan data primer sebagai sumber data yang berupa informasi yang diperoleh langsung dari sumber pertama yang menjadi objek penelitian. Sumber data yang dipakai pada riset ini yakni sumber data primer yang didapat melalui kuisioner yang didistribusikan melalui g-form yang disebarkan melalui link whatsapp yang dibagikan kepada GenZ dengan rentan umur 18 tahun sampai 25 tahun yang pernah melakukan investasi atau mengetahui tentang pasar modal syariah dan mahasiswa GenZ dengan umur tidak lebih dari 25 tahun yang memiliki pengalaman atau pernah menempuh mata kuliah yang berhubungan dengan pasar modal syariah, kuisioner ini menggunakan skala likert sebagai skala pengukurannya.</p>
      <p id="_paragraph-47">
        <bold id="_bold-45">C. Populasi dan Sampel </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-48">Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Generasi Z yang menggunakan atau berpotensi berminat untuk berinvestasi di pasar modal syariah. Populasi adalah keseluruhan kelompok objek dan entitas yang memiliki karakteristik tertentu sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh peneliti [44]. Dengan memfokuskan pada populasi ini, peneliti berharap dapat memperoleh simpulan yang signifikan tentang literasi keuangan dan persepsi terhadap return teknologi finansial. Sampel diambil menggunakan teknik <italic id="_italic-11">purposive sampling</italic> dengan populasi yang memiliki kriteria tertentu seperti usia (misalnya 18 sampai dengan 25 tahun), tingkat pendidikan (minimal SMA, S1 dan S2), dan pengalaman dalam menggunakan atau berminat untuk berinvestasi di pasar modal syariah dan perdagangan saham (pengguna aktif dan calon pengguna). Jumlah target sampel sekitar 110 responden yang dianggap cukup representatif untuk memperoleh data yang valid dan reliabel. Pemilihan jumlah sampel ini juga mempertimbangkan keterbatasan sumber daya dan waktu yang tersedia untuk penelitian. Melalui pemilihan sampel yang tepat, diharapkan dapat memperoleh wawasan mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi minat investasi di pasar modal syariah di kalangan Generasi Z.</p>
      <p id="_paragraph-49">Sampel merupakan bagian dari populasi yang mencerminkan jumlah dan karakteristik populasi tersebut. Dalam penelitian ini, jumlah sampel dihitung menggunakan rumus yang dikembangkan oleh Hair et al. Karena populasi dalam penelitian ini dianggap tidak terbatas <italic id="_italic-12">(infinite)</italic>, peneliti menggunakan rumus dari Hair et al. yang menetapkan bahwa jumlah sampel minimal adalah 5-10 dikali jumlah indicator [45].</p>
      <p id="_paragraph-50">Sampel (N) = ( 5 sampai 10 x Jumlah Indikator yang dipakai )</p>
      <p id="_paragraph-51">= 10 x 11</p>
      <p id="_paragraph-52">= 110</p>
      <p id="_paragraph-53">Dari perhitunan diatas, maka diperoleh jumlah sampel yan akan diteliti adalah sebesar 110 responden. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari hasil penyebaran kuisioner google form. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Dengan menggunakan software SPSS. Data sekunder berasal dari sumber – sumber pendukung penelitian seperti buku, jurnal, dan lain – lain [45].</p>
      <p id="_paragraph-54">Pada dasarnya, minat adalah dorongan dalam diri seseorang terhadap sesuatu yang di luar dirinya, jika pengaruh tersebut meningkat, maka otomatis minat untuk berinvestasi juga ikut meningkat [47]. Kemudian pada masyarakat luas belajar lebih banyak tentang keuangan sehingga mereka dapat mengelola keuangan dengan lebih baik khususnya dalam mempelajari litterasi keuangan [48]. Tanggapan seseorang setelah memahami suatu objek melalui panca inderanya disebut persepsi. Namun, keuntungan yang diperoleh dari modal yang diinvestasikan dikenal sebagai imbal hasil [49].</p>
      <table-wrap id="_table-figure-1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <title>
            <bold id="_bold-46">Tabel 1. </bold>
            <bold id="_bold-47">Definisi Variabel, Identifikasi Variabel Dan Indikator Variabel</bold>
          </title>
          <p id="_paragraph-56" />
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-fa79a201c0dc9a12563c2cb17f53e245">
              <th id="table-cell-e29724b0ecc4c7db1edd806a8802f0ed">Variabel</th>
              <th id="table-cell-992c66c2d6c8940b618276c85a29176e">Definisi</th>
              <th id="table-cell-971f7252cf59456e17e84af10abfb305">Indikator</th>
              <th id="table-cell-2db3c2e699215d93c158446eece1c6ee">Skala Likert</th>
            </tr>
            <tr id="table-row-cb4236ef5d2360d50a3f75b220174cd8">
              <td id="table-cell-093e6d2bb14cc878424618e5bba28fe3">Minat Investasi (Y)</td>
              <td id="table-cell-648685e015007aff11a45f88d76d1d4c">Pada dasarnya, minat merupakan tekad yang timbul dari dalam diri seseorang terhadap suatu hal di luar diri, jika pengaruh tersebut membesar begitu pula dengan minat. [47].</td>
              <td id="table-cell-0ddc2cb4e31d24e68ff99819571770d0">Faktor IndividuMotif SosialFaktor Emosional Sumber : [47].</td>
              <td id="table-cell-aad401404f3afb9309159744074a90a8" rowspan="3">Menggunakan skala ordinal atau sering disebut skala Likert [10] yaitu skala pengukuran nilai 1-5, yaitu : STS=Sangat Tidak Setuju TS=Tidak SetujuAS=Agak Setuju S=SetujuSS=Sangat Setuju.</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-6992fee7ca31e74bf318706e08980a97">
              <td id="table-cell-e027427628775d32f70a32ef5959dde3">Literasi Keuangan Syariah (X1)</td>
              <td id="table-cell-0ee3515c906661fa6fb13ba1828f0a53">Literasi keuangan pada umumnya meningkatkan pengetahuan, keyakianan, dan keterampilan masyarakat luas sehingga mereka bisa mengatur keuangan lebih baik [48].</td>
              <td id="table-cell-c5fa7b87f7aaadc7040f980ae2e1a25c">Pengetahuan Dasar KeuanganTabungan dan PinjamanAsuransiInvestasi Sumber : [48].</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-febe9672de0976e2e94596364251877f">
              <td id="table-cell-950d01cb30bd2f1285d236706d7c9f60">Presepsi Imbal Hasil (X2)</td>
              <td id="table-cell-b6ef84b589efaed7b580c761c93d3f1c">Persepsi merupakan tanggapan seseorang setelah memahami suatu objek melalui panca inderanya. Sementara itu, imbal hasil adalah keuntungan yang diperoleh dari modal yang diinvestasikan. Setiap individu memiliki profil risiko yang berbeda-beda dan mengharapkan imbal hasil yang sebanding dengan risikonya [49].</td>
              <td id="table-cell-d749e61fc81a04f7d2f3a95971127a37">Keuntungan Materi Keuntungan SpiritualKeuntungan Kepuasan BatinKeuntungan Akhirat.Sumber : [49]</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-57">
        <bold id="_bold-55">D. Uji Frekuensi Responden</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-58">
        <bold id="_bold-56">Metode Analisis Data</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-59">Teknik analisis data kuesioner dalam penelitian ini disebut uji validitas dan reliabilitas. Kedua uji tersebut dimaksudkan untuk menilai potensi efektivitas kuesioner yang dikirimkan kepada partisipan. Hasil kuesioner akan dimanfaatkan sebagai sumber data dan selanjutnya diolah dengan bantuan regresi linier berganda menggunakan aplikasi perangkat lunak SPSS 26.0.</p>
      <p id="_paragraph-60">
        <bold id="_bold-57">Uji Validitas</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-61">Pengujian validitas dilakukan untuk mengetahui keabsahan suatu item atau variabel. Hal ini dilakukan dengan menghitung korelasi total item terkoreksi atau jumlah r dalam distribusi item. Dengan alpha 0,30 (Cronbach), pernyataan tersebut dikatakan akurat sesuai dengan indikator [50]. Untuk mengetahui apakah informasi tersebut akurat atau tidak.</p>
      <p id="_paragraph-62">
        <bold id="_bold-58">Uji Reliabilitas</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-63">Uji reliabilitas terdiri dari serangkaian pertanyaan yang dirancang untuk mengukur konsistensi respons dan stabilitas jawaban terhadap pertanyaan terkait. Uji reliabilitas dapat dilakukan secara serentak pada semua pertanyaan menggunakan program SPSS 26.0. Jika nilai Alpha adalah 0,60, maka itu dapat diandalkan. Di sisi lain, dikatakan tidak dapat diandalkan.</p>
      <p id="_paragraph-64">
        <bold id="_bold-59">E. Metode Analisis Data</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-65">
        <bold id="_bold-60">Analisis Regresi Linier Berganda</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-66">Penelitian ini menggunakan metode Analisis Regresi Linier Berganda dengantujuan untuk mengukur hubungan antara dua variabel atau lebih, hal ini dilakukan untuk mengetahui arah hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui arah dan respon variabel bebas terhadap variabel terikat [31]. Langkah selanjutnya adalah mendeskripsikan variabel sesuai dengan deskripsinya, kemudian mengidentifikasi persamaan uji. Rumus yang diperoleh dari identifikasi variabel adalah sebagai berikut:</p>
      <fig id="figure-panel-ad80d599b17d873b0d4fd4acd14f2f30">
        <label>Figure 2</label>
        <caption>
          <title>
            <bold id="_bold-61">Rumus persamaan regresi linier berganda </bold>
          </title>
          <p id="paragraph-ccadff8d63ecdd1de6dbf42e26f5e560" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-639881939022a8b50fc5f5153beec911" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="12681-02.png" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-68">Keterangan:</p>
      <p id="_paragraph-69">Y: Minat Investasi,</p>
      <p id="_paragraph-70">a: Konstanta.</p>
      <p id="_paragraph-71">b<sup id="_superscript-5">1</sup>: <italic id="_italic-14">Koefisien</italic> Regresi Literasi Keuangan Syariah</p>
      <p id="_paragraph-72">b<sup id="_superscript-6">2</sup>: <italic id="_italic-15">Koefisien</italic> Regresi Presepsi Imbal Hasil</p>
      <p id="_paragraph-73">X1: Variabel Literasi Keuangan Syariah</p>
      <p id="_paragraph-74">X2: Variabel Presepsi Imbal Hasil</p>
      <p id="_paragraph-75">E: Persentase Kesalahan</p>
      <p id="_paragraph-76">Setelah diidentifikasi sebagai alat analisis data menggunakan SPSS, data tersebut kemudian akan diorganisasikan dan diolah menggunakan pendekatan regresi linier berganda. Metodologi ini dipilih untuk penelitian ini karena menggunakan beberapa faktor independen, yang memudahkan identifikasi arah dan besarnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Proses identifikasi akan digunakan untuk menilai keabsahan dan konsistensi semua pertanyaan dalam kuesioner yang akan didistribusikan sebelum uji pengaruh. Kuis yang berhasil menyelesaikan uji validitas dan reliabilitas kemudian dievaluasi untuk pengaruhnya, uji t dan uji koefisien determinasi (𝑅2) digunakan untuk menilai hal ini. Uji t digunakan untuk menentukan pentingnya setiap variabel individu dalam kaitannya dengan variabel dependen. Uji t dilakukan dengan mengamati hitung t dan membandingkannya dengan tabel t. Jika jumlah t lebih besar dari jumlah t dalam tabel, maka pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dikenali atau hipotesis dinyatakan. Selain itu, jika nilai p kurang dari 0,05, itu menyiratkan bahwa perbedaannya tidak signifikan. Pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen atau hipotesis signifikan. Uji koefisien determinasi (𝑅2) digunakan untuk mengukur sejauh mana variabel dalam suatu penelitian dipengaruhi satu sama lain. Nilai koefisien determinasi berada diantara 0 dan 1. Apabila nilainya mendekati 1 maka semakin besar pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dan nilai p lebih kecil dari 0,05 maka hipotesisnya signifikan.dan Nilai signifikansi lebih kecil dari &lt; 0.05 maka hipotesis diterima dan apabila nilai Signifikansi lebih besar dari &gt; 0,05 maka hipotesis ditolak.</p>
      <p id="_paragraph-77">
        <bold id="_bold-62">Pengujian Hipotesis </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-78">
        <bold id="_bold-63">Uji T (Parsial) </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-79">[46] menyatakan bahwa uji parsial (uji t) digunakan untuk menilai sejauh mana masing-masing variabel bebas mempengaruhi variabel terikat. Bagian uji yang dilakukan dalam penelitian ini memiliki nilai p sebesar 0,05 sebagai tingkat signifikansinya. Dengan probabilitas 5%, kriteria pengujiannya adalah:</p>
      <p id="paragraph-90254b6daa948d3c44a6d1648f325fbd">a. Jika nilai p &lt; 0,05 dan t hitung &gt; t tabel, berarti ada hubungan yang signifikan antara variabel bebas dan variabel terikat.</p>
      <p id="paragraph-6388a8b0802dcc8941a5a0eec303fd0a">b.. Jika nilai p signifikan dan t hitung lebih besar dari t tabel, berarti ada hubungan yang signifikan antara variabel bebas dan variabel terikat.</p>
      <p id="_paragraph-80">
        <bold id="_bold-64">Uji Koefisien Determinasi (R2) </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-81">Uji koefisien determinasi dipergunakan sebagai pengukur jauhnya kekuatan variabel independen dalam pengungkapan perubahan variabel dependen. Nilai koefisien determinasi berkisar antara 0-1 [46].</p>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>
        <bold id="bold-5a33a8afeca71c2d70a1d0c90b96c798">Hasil dan Pembahasan</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-82">
        <bold id="_bold-65">Karakteristik Responden</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-83">Penelitian ini dilakukan terhadap seluruh generasi Z yang menggunakan atau berpotensi berminat untuk berinvestasi di pasar modal syariah di Kabupaten Sidoarjo dengan jumlah responden sebanyak 110 orang. Adapun karakteristik responden yang diolah sebagai berikut :</p>
      <table-wrap id="_table-figure-2">
        <label>Table 2</label>
        <caption>
          <title>Tabel. 1 Karakteristik Responden</title>
          <p id="_paragraph-86">
            <bold id="_bold-83">Sumber : Data olahan SPSS versi 26, 2025.</bold>
          </p>
        </caption>
        <table id="_table-2">
          <tbody>
            <tr id="table-row-eebf07c165a110fdda00e44ea9714575">
              <th id="table-cell-a492d92b8484fdd325324dcb8adee89c">Kriteria</th>
              <th id="table-cell-b5ad036be8025087792c94bfdab3b488">Frekuensi (Orang)</th>
              <th id="table-cell-ec104263d6b2b650006eaafbbbc397bb">Presentase (%)</th>
            </tr>
            <tr id="table-row-7bfe5860d26fcf7af5b9496bee15c635">
              <td id="table-cell-5f8015c6e875e89014562a6f630bf7c2" colspan="3">Gen Z yang menggunakan pasar modal syariah di Kabupaten Sidoarjo</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-2e1e7e3230c8258c9e96f262f3e83faf">
              <td id="table-cell-30dd08be7636010ea308ad372b013169">Berpengalaman dan pernah menggunakan ≥ 1 tahun</td>
              <td id="table-cell-a2d947392ff1de4d30d42eb7aa48a2ed">110</td>
              <td id="table-cell-bad4084f2dae05e47fba5894ca59d576">100</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-0c6cd3e4ebb32f1f29dbdcf166e6ad20">
              <td id="table-cell-b0ed0f3fd7033f726c4d11ee637cf026" colspan="3">Kriteria Usia</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-f553070c6c1c4b791da68b69084081a3">
              <td id="table-cell-63806205acd10c9eb4baed1fb826bfe9">Usia 18 - 25 tahun</td>
              <td id="table-cell-b45f413757c4d25450bd0dc42a8e7c37">55</td>
              <td id="table-cell-041b3625eedf2e537f14dea04d436294">50</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-65643eedcb8706a8def881cb95349c16">
              <td id="table-cell-1cc8a3996c40e7378e4d776d6c80bfe6" colspan="3">Tingkat pendidikan</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d227e850357e0212e4f4a43ed9b3019e">
              <td id="table-cell-d30291c34701d757ff084e40f0ed818b">(minimal SMA, S1 dan S2).</td>
              <td id="table-cell-9885f8aba1ed55ec2a35362713b23d01">55</td>
              <td id="table-cell-ce2162b42b71ed8e83ba4c8dfa6bf679">50</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-8ba3116412085c9325af8a5e7f77b7b5">
              <td id="table-cell-b239f8ae566976755c848315028ec0a0" colspan="3">Pengalaman dalam menggunakan atau berminat untuk berinvestasi di pasar modal syariah dan perdagangan saham</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-f693fc5bad9378a4bc44d179a1162e18">
              <td id="table-cell-054b41131db30c3736593ec74afe6ec5">Pengguna aktif dan calon pengguna</td>
              <td id="table-cell-14d733c750cc5aa7b78b02c5f4876df5">55</td>
              <td id="table-cell-ec1dc12d99d928450b92f4715d05010b">50</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-88">Berdasarkan tabel 1 menjelaskan bahwa responden pada riset ini merupakan Gen Z yang menggunakan pasar modal syariah di Kabupaten Sidoarjo sebanyak 110 orang. Gen Z responden dengan Usia 18 - 25 tahun dan Tingkat pendidikan di Kabupaten Sidoarjo presentase 50% atau sebanyak 55 responden. Kemudian Pengalaman dalam menggunakan atau berminat untuk berinvestasi di pasar modal syariah dan perdagangan saham sebanyak 50% arau sebanyak 55 responden.</p>
      <p id="_paragraph-89">
        <bold id="_bold-84">Statistik Deskriptif Jawaban Responden</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-90">Analisis deskriptif jawaban responden dirancang agar peneliti dapat memahami kecenderungan tanggapan responden terhadap variabel yang digunakan dalam penelitian. Berikut adalah hasil analisis deskriptif untuk masing-masing variabel :</p>
      <table-wrap id="table-figure-c86f37d61b6d073af7a5240fd5932948">
        <label>Table 3</label>
        <caption>
          <title>Tabel. 2 Hasil Descriptive Statistic</title>
        </caption>
        <table id="table-f0697a9195d275924c54dc93b97c24b3">
          <tbody>
            <tr id="table-row-b9e7b3f4704ef36dce850c4d1a5ee9b6">
              <td id="table-cell-c07e89941be441a91c1f8062b8316584" colspan="6">Descriptive Statistics</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-203c4145252bd3888be70b4210c75f3e">
              <td id="table-cell-0f322faa44b469553a6a446599fce89e" />
              <td id="table-cell-56aa579371a495f7f34e2fedee866372">N</td>
              <td id="table-cell-1b4d14144cb000430c41d16ac6b689ab">Minimum</td>
              <td id="table-cell-0f6686b98d5ffe6bb3fd1b0b240df35d">Maximum</td>
              <td id="table-cell-28e6179c3e6c4a04f9ecf76a76a8a881">Mean</td>
              <td id="table-cell-4141c107bc6c5740d82f83cf6d04200e">Std. Deviation</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-8c24471e7525f7103ceb5d9fa08b37a5">
              <td id="table-cell-eba62db2dd36a191e8889814b03bf269">Literasi Keuangan Syariah</td>
              <td id="table-cell-819cfff8f2b8cd954aea183410fcaf63">110</td>
              <td id="table-cell-788131f5e85cd5ab1245abc9a7b19f1d">21.00</td>
              <td id="table-cell-2990b1ef3c0859bfddce0748bf58cd65">35.00</td>
              <td id="table-cell-06c487f15de3dcbf4dbd37cf20f53292">28.3364</td>
              <td id="table-cell-18c6b22f37e2284c8b9068b8110b8478">3.57688</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-13a681926838218f6884935c700d6b9c">
              <td id="table-cell-5e75e27a43238eff999b49873b99398d">Presepsi Imbal Hasil</td>
              <td id="table-cell-df35c6a70a9d681e9200bef19259b6cf">110</td>
              <td id="table-cell-d6585a67feea4405a75ecc66c8b35200">14.00</td>
              <td id="table-cell-eb9d7dd5f8e69d315c710f3b3fb7c9e6">30.00</td>
              <td id="table-cell-12d054d79b0e0c6d66a3629d3d710306">25.5364</td>
              <td id="table-cell-5179d8f1376e5d331efb67ebcbee86ce">3.02490</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-dc7692fa3d3554540357a7978099cab7">
              <td id="table-cell-93684b814b41b8130e10064c7d8023db">Minat Investasi</td>
              <td id="table-cell-5c570400be40776ce0f08bbb4c072e0b">110</td>
              <td id="table-cell-61c65379771814c1f17a3fb88a349ec1">18.00</td>
              <td id="table-cell-9896892d0db6023e760b9c8f312c956e">30.00</td>
              <td id="table-cell-ad24180e7e44e7f2419154367641d538">26.5091</td>
              <td id="table-cell-0fa990869d95b8ea5fda496a16d5725a">2.92018</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-4f4c01449942dd8aa45c2dc47d37b2bf">
              <td id="table-cell-b1edb18c48d55ecc982fbdd6e6dba9a8">Valid N (listwise)</td>
              <td id="table-cell-2d370d6ba199a07fadf45065417d81b4">110</td>
              <td id="table-cell-a922ed836b5ab61dd2a14af38ac01135" />
              <td id="table-cell-0b1c88ed9acc722e89e7f3e458f5bdd3" />
              <td id="table-cell-d6517f963f8177ea2d53b1f7196ac935" />
              <td id="table-cell-d6186e1da2a9ad3d444d2ac16598ba85" />
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-95">Berdasarkan hasil analisis dari 110 responden pada penelitian ini, diperoleh hasil berupa nilai minimum, maksimum, mean dan standar deviasi dari tiap-tiap variabel, diantaranya:</p>
      <list list-type="bullet" id="list-826db1d0b085bbb0cdad7f6879c3916c">
        <list-item>
          <p>Variable Literasi Keuangan Syariah memiliki minimum 21.00 dan nilai maksimum sebesar 35.00. Rata-rata pada variabel ini adalah sebesar 28.3364, serta standar deviasi sebesar 3.57688.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Variable Presepsi Imbal Hasil memiliki minimum 14.00 dan nilai maksimum sebesar 30.00. Rata-rata pada variabel ini adalah sebesar 25.5364, serta standar deviasi sebesar 3.02490.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Variable Minat Investasi memiliki minimum 18.00 dan nilai maksimum sebesar 30.00. Rata-rata pada variabel ini adalah sebesar 26.5091, serta standar deviasi sebesar 2.92018.</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-96">
        <bold id="_bold-97">Hasil Uji Kualitas Data </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-97">
        <bold id="_bold-98">Hasil Uji Validitas</bold>
      </p>
      <table-wrap id="table-figure-2671e4efe3818a8b62be12a04fd2c823">
        <label>Table 4</label>
        <caption>
          <title>Tabel. 3 Hasil Uji Validitas</title>
          <p id="paragraph-763e6432757de877873545b4b326d593">
            <bold id="bold-238f974fbf0e4af6fb93dda509857412">Sumber : Data olahan SPSS versi 26, 2025</bold>
          </p>
        </caption>
        <table id="table-c235afafa3bc232d2bb6efdaaa67c0e3">
          <tbody>
            <tr id="table-row-30acd3c33d7dc7524ec5211d71a08104">
              <th id="table-cell-5438745b166529afae0524fcfaf713de">Variabel</th>
              <th id="table-cell-424d6ae1ccb3069a989750831a2bc8e4">Pertanyaan</th>
              <th id="table-cell-e78bd7b3598a49a8843c4c7fe59eee6b">Pearson Corelation (r hitung)</th>
              <th id="table-cell-dd49670bd627850778ce6738303e8256">Nilai Kritis (r tabel)</th>
              <th id="table-cell-d5ba5c0c66d5ced6c47ac25ebd65588b">Keterangan</th>
            </tr>
            <tr id="table-row-7f3da2a911d8cef5349ab94fda42e6e8">
              <td id="table-cell-633c79a5a25b1603c57394798e679971">Literasi Keuangan Syariah (X1)</td>
              <td id="table-cell-0a577f50b40e816460c5dadee65c5f47">X1.1</td>
              <td id="table-cell-10ba228ad2d9c68eb6e33ab2275d07f2">0.766**</td>
              <td id="table-cell-5bee1c87df4f65818ef3672dbb0d8f43">0.185</td>
              <td id="table-cell-b0dca7828eee1718a447fe14cd08e7bf">Valid</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-44c3ff06a6a69d91a9831939eb88b457">
              <td id="table-cell-819e55265203952e85494c14b0091470" />
              <td id="table-cell-31b257786fb189122ce95d9567dbd7de">X1.2</td>
              <td id="table-cell-a67b6767ea8c48053b16041dd02a5297">0.736**</td>
              <td id="table-cell-548149fe9e0b4b3264de1f97cf0dfce1">0.185</td>
              <td id="table-cell-54fbc486c5ad94d13dcaaf6ce0586199">Valid</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-7be9ead4044ab9c1ec57a3af38f6a4eb">
              <td id="table-cell-3698494611009f242fe70f676d19b765" />
              <td id="table-cell-0f20b2b6482bf32115d73b6bdf76b960">X1.3</td>
              <td id="table-cell-449abc29df56d94b7ccdbac73286ef63">0.694**</td>
              <td id="table-cell-26bf1701aaadf8fbc580ebac7cd63528">0.185</td>
              <td id="table-cell-96fd9b99aa47d0ab0c7d4c84246f2828">Valid</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-bd9ba50dc7d694f247a1d861eba56ecb">
              <td id="table-cell-9c8139f3bf0ae3e05d935852735d5ea0" />
              <td id="table-cell-dc935e95d85ce40132f0fb1a73f179ea">X1.4</td>
              <td id="table-cell-e9f39433e5af652b4b33272a53701043">0.631**</td>
              <td id="table-cell-24824eb27848e503e0fb20dafb73390c">0.185</td>
              <td id="table-cell-3a255eef235b815feaa44239d37c65b8">Valid</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-fa301da9418a6817058dd0fd9bf1ff5b">
              <td id="table-cell-adc895a758b9983aae07c86d4359f61e" />
              <td id="table-cell-4cf0c13485c1efc3f0f1b480147d9ed7">X1.5</td>
              <td id="table-cell-8f7a79db18eac955edb7e0c126d37c3f">0.539**</td>
              <td id="table-cell-d8f7a098f7003a39144fbb4531640802">0.185</td>
              <td id="table-cell-da224d71846e41d9c659781239008f15">Valid</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d790df83f58d4abc7272ab9b95f2f677">
              <td id="table-cell-61798c1f13ee53f518090517e90da7aa" />
              <td id="table-cell-fb097d6ef7d274f68b85b92143c28f60">X1.6</td>
              <td id="table-cell-a900db6c6e00698dbe589b9cf121296d">0.542**</td>
              <td id="table-cell-5e9dc513907a9254b4d202c782af6b87">0.185</td>
              <td id="table-cell-f5b51f43488c4f1a1ee1b37495abe2b1">Valid</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-3663273f8cbfbb3936b0d07d9d69b573">
              <td id="table-cell-e4c536767809b3e3eda4cb55d3540e55" />
              <td id="table-cell-feaa77268c419069df8c4809b0d62b8e">X1.7</td>
              <td id="table-cell-d2e4d4fe5c4ebe4e5ca60b29b74cc9c5">0.542**</td>
              <td id="table-cell-8b5863a6cd5a8cea1b1858c19438290a">0.185</td>
              <td id="table-cell-5ca1da4aea5c3ad87c0044b04db9efb2">Valid</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-a151f8b48ac351967d36a444532446d2">
              <td id="table-cell-bd17b5a3657d7c4d947799bfa0260d60">Presepsi Imbal Hasil (X2)</td>
              <td id="table-cell-f63a9d6d3ce82027c2f974b4b2912bb7">X2.1</td>
              <td id="table-cell-d53dc6b1f843c8f0072b7457518ba5bc">0.765**</td>
              <td id="table-cell-cc19921334891ef68f60f879035b3f63">0.185</td>
              <td id="table-cell-4a68b5cd8ab9ad2d5e5fc09ad364ad1b">Valid</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-3e91eb07032e71448d884377cb892daa">
              <td id="table-cell-efaa8067a1c831e96dabf6aa0c6a786b" />
              <td id="table-cell-38c441b628ac3f99bd4742621be4132b">X2.2</td>
              <td id="table-cell-89f980d9120bfaec8075fc5a4711569f">0.821**</td>
              <td id="table-cell-149b0b28e1dce2a574b43f08fc6dc134">0.185</td>
              <td id="table-cell-686b85410e7bb60036f0b5a624bedb00">Valid</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-598f459bf397423d8846b317542725d6">
              <td id="table-cell-865b6015a697b43848f21d7a8a9e4784" />
              <td id="table-cell-890f0999fcee02c85b490a62fd0ed7b3">X2.3</td>
              <td id="table-cell-d406d382def1c938b00d1b37e3985d85">0.794**</td>
              <td id="table-cell-c039e1c56f28f895ecaf24a2134f429c">0.185</td>
              <td id="table-cell-b535b3d4d521a82389fe5c7f294fd4a1">Valid</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-b087b966b98013100f7649cc3409f97f">
              <td id="table-cell-13f1f956d7cf1ee552b3415f4b198a60" />
              <td id="table-cell-4d0bf36852c39ed5f06c630efec4df54">X2.4</td>
              <td id="table-cell-09ffd6b09af835e3dbfcccd3342d5970">0.863**</td>
              <td id="table-cell-77e15433a2e21a340b32991763f19258">0.185</td>
              <td id="table-cell-61cec36c9a6f944049ffc006e754c77e">Valid</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-de66e9ec98402fafe9c1344f58155721">
              <td id="table-cell-5b38cc9ea30527b5197f1db27bb441e1" />
              <td id="table-cell-5aaa4c9a6816cca6e2bad35d3aff82c7">X2.5</td>
              <td id="table-cell-d4b5b2631d2306afc3ab1a87e6a69075">0.822**</td>
              <td id="table-cell-38437fd10f15ca66db0f9353b22f0176">0.185</td>
              <td id="table-cell-ea25b0294b02e005846dadab3b54006a">Valid</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-906af1fde3f0e655197ff8f508f978d9">
              <td id="table-cell-e4a42f5832286aee72b7cbc9def72de4" />
              <td id="table-cell-ac59379f895deb707c50dd84ec82725c">X2.6</td>
              <td id="table-cell-e6e5f14b888bf9bed0dbcb5320b735a3">0.426**</td>
              <td id="table-cell-dc84d8588b284f68a87ed65be3125e44">0.185</td>
              <td id="table-cell-38deabd965d374c4fd30ad4b91e990eb">Valid</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-82fcffb8c792767ee71bc4ccd8381476">
              <td id="table-cell-231b7f392c13bd6415471b808b55f267">Minat Investasi (Y)</td>
              <td id="table-cell-d4f081d3039fa93666ab60f397cc5def">Y.1</td>
              <td id="table-cell-dde8665c5180cdac57013baa35f26daa">0.755**</td>
              <td id="table-cell-259e8a0dd13447818662c67585397666">0.185</td>
              <td id="table-cell-5c40efd183e77b9af2972171c957363b">Valid</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-06c7282625003765d6e94dabe8dabad4">
              <td id="table-cell-5de03a79ce632a49947b126542cb6f64" />
              <td id="table-cell-c0e329a64987efa5e384b0924bfe1277">Y.2</td>
              <td id="table-cell-cbec7fd30b70535b025ed7126d587ecd">0.829**</td>
              <td id="table-cell-11fee2aa6030789968cc15e3b830d1e1">0.185</td>
              <td id="table-cell-a80572f7b46ffb94e1afdbf531c05f9e">Valid</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-ce2c10508891080494108fdd7e873146">
              <td id="table-cell-299f8b0c68da43b563de7d2b6e6e441f" />
              <td id="table-cell-48e1380c59221ab9181cba5364900c08">Y.3</td>
              <td id="table-cell-c5288d0823edff030cd91a66539ca395">0.863**</td>
              <td id="table-cell-6729921a7d1605a773928d10513fe6af">0.185</td>
              <td id="table-cell-112d70142c2a5206b70b44c6c537c32d">Valid</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-5a7c32511380e94f91c16e83f71839dc">
              <td id="table-cell-f4afeb8fc27c8694ff48677d24739def" />
              <td id="table-cell-358a5b6ba7b709b8a253dcc0f62e8fa4">Y.4</td>
              <td id="table-cell-89c0e3fe4c63c475570015703fc44380">0.902**</td>
              <td id="table-cell-195deeebda9a3861aee1f927afde15e7">0.185</td>
              <td id="table-cell-88f68278991a388edb4bfb7f0d6e08f0">Valid</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-cd4f921a5585beb7227bfa599dd5b6e8">
              <td id="table-cell-1d2dfe669e00eeaee65e14ecf067e412" />
              <td id="table-cell-24f32dc06c6f2c764e73c1f2c9701f89">Y.5</td>
              <td id="table-cell-afe3026ae5d17c9ecbe73096e6f64f94">0.920**</td>
              <td id="table-cell-3d9fc219bfec6db2f012b1d81a8bcbc9">0.185</td>
              <td id="table-cell-c98137cdfa592854f87e34947b684da4">Valid</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-27d539e91d762d345ce4e9916ef579d2">
              <td id="table-cell-3a8b8285a5f6146fbf0da4019de6ecb5" />
              <td id="table-cell-3c9726ea0685633ecb020f03776c443e">Y.6</td>
              <td id="table-cell-dac27882e0c72ecfb7235d5cfb1094b1">0.779**</td>
              <td id="table-cell-ff7ec6a44dd245e3ea34379391f0e6f7">0.185</td>
              <td id="table-cell-07d157e65f5ce4acb20ebe47d424d5df">Valid</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-102">Berdasarkan tabel 3 menunjukkan bahwa semua butir pertanyaan pada variabel X1,X2, dan Y terdapat nilai pearson correlation diatas 0,30 dan nilai (r hitung) &gt; (r tabel) yakni 0,185 . Demikian dapat disimpulkan bahwa keseluruhan butir pernyataan adalah valid dan semua item pernyataan yang digunakan dalam penelitian ini mampu mengungkapkan sesuatu yang diukur pada butir kuisioner tersebut.</p>
      <p id="_paragraph-103">
        <bold id="_bold-185">Hasil Uji Reabilitas</bold>
      </p>
      <table-wrap id="_table-figure-5">
        <label>Table 5</label>
        <caption>
          <title>Tabel. 4 Hasil Uji Reabilitas Data</title>
          <p id="_paragraph-106">
            <bold id="bold-9e71bf2107454d2760012e4683fdee42">Sumber : Data olahan SPSS versi 26, 2025</bold>
          </p>
        </caption>
        <table id="_table-5">
          <tbody>
            <tr id="table-row-7f3c50c312f7f5356e313d66d2593eca">
              <th id="table-cell-56e44d8a02b01eff05e3ddf648d7ca9d">Variabel</th>
              <th id="table-cell-576d12da463e2ddf088dee2eda64d7ed">Cronbach's Alpha</th>
              <th id="table-cell-610eecf0cb21de1a24e34b9c8b97e723">Keterangan</th>
            </tr>
            <tr id="table-row-93ce59c9cec2c0fc96d993a48e11c642">
              <td id="table-cell-8ecc92ce858a9688927d7557f8f52e5f">Literasi Keuangan Syariah (X1)</td>
              <td id="table-cell-878a1159859c28c4c0bd638dc9a204a1">0.728 &gt; 0.60</td>
              <td id="table-cell-5539f7eb422ecf34bef9456ba344ed47">Reliabel</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-9be911949fcc3a6cd4179793f68ae765">
              <td id="table-cell-ebade2ab8cd755f45a517961c724b0df">Presepsi Imbal Hasil (X2)</td>
              <td id="table-cell-c2a71f9a380486abf8b3bf99c039654a">0.850 &gt; 0.60</td>
              <td id="table-cell-57554cc4467ff042186491a6d946d594">Reliabel</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-31d494a88f731451a401cd672b3b7647">
              <td id="table-cell-5cf4203bfe5bb2b3f7a6c756b41ad65b">Minat Investasi (Y)</td>
              <td id="table-cell-8ed38182e5fa9d7863b2ebfb37eb6215">0.916 &gt; 0.60</td>
              <td id="table-cell-78f12fd6b95cc717182520a3a4414fa0">Reliabel</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-108">Berdasarkan tabel 4 hasil uji reabilitas tersebut, item-item pernyataan atas instrumen tiap variabel dikatakan reliabel karena memiliki nilai Cronbach’s Alpha &gt; 0,60. Menurut [6] kuisioner dikatakan reliabel jika nilai Cronbach’s Alpha &gt; 0,60. Dapat dilihat berdasarkan Tabel 4 menunjukkan hasil dari tiap variabel &gt; 0,60. Sehingga dapat dinyatakan bahwa butir kuisioner yang digunakan dalam penelitian ini reliabel.</p>
      <p id="_paragraph-109">
        <bold id="_bold-201">Hasil Analisis Regresi Linier Berganda</bold>
      </p>
      <table-wrap id="table-figure-7f24f0bce3889cc35f90add18e10d1ae">
        <label>Table 6</label>
        <caption>
          <title>Tabel. 5 Hasil Analisis Regresi Linear Berganda</title>
          <p id="paragraph-8524c23e35609152548727b21a632e98">Sumber : Data Olahan SPSS Versi 26, 2025</p>
        </caption>
        <table id="table-70e0cb4d3d0eaf6fbf4a997ca7efce74">
          <tbody>
            <tr id="table-row-c713e53deb5b919bf724ea972f3c0300">
              <th id="table-cell-69ce1af55a4a9a2e7d831e0ec25f7c53" colspan="9">Coefficients a </th>
            </tr>
            <tr id="table-row-980d124aa30ecf285e2e97606815d82b">
              <td id="table-cell-d1c4d1b3a179f83ee55ab0240bbf897a" rowspan="2" colspan="2">Model</td>
              <td id="table-cell-a605fe25df8055981f46067259cc736f" colspan="2">Unstandardized Coefficients</td>
              <td id="table-cell-ca2ed674182050e4f5c5a38aa9dcc2d8">Standardized Coefficients</td>
              <td id="table-cell-89681cd5a74521ce850b649a5e4912d3" rowspan="2">t</td>
              <td id="table-cell-17c49e67505b3668acdf58df0324901b" rowspan="2" colspan="3">Sig.</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-891315b7ac1dd765e47b68656c729051">
              <td id="table-cell-7cfe34c2d003239b937cd7504e5a77e5">B</td>
              <td id="table-cell-c1740fa63ce58ffb3798d120b8a3ee9d">Std. Error</td>
              <td id="table-cell-68f9600830f52f989582193bc33e0c8b">Beta</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-819ce8fd71758c79cf3219cd8422cb98">
              <td id="table-cell-9975ed1d7de60ab88859c43736588fe0" rowspan="3">1</td>
              <td id="table-cell-b8ae2b8f832adff73203e92412984c01">(Constant)</td>
              <td id="table-cell-5351a4efad4dc34b40cefaf7ae9490ed">19.599</td>
              <td id="table-cell-66723292b8f4bc75c150fd8c2ae32f7e">2.187</td>
              <td id="table-cell-2539c63da9c2b1d736917e18ebe7594c" />
              <td id="table-cell-424de9da7dd9c6bd6899365c52f3d09a">8.962</td>
              <td id="table-cell-53952d225b09aa8c78e4b6ae0f751adb" colspan="3">.000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-6fcd427d5d2b01ce8e446b01dc82374d">
              <td id="table-cell-beb057e308d7cd86efb18e22fad35f56">Literasi Keuangan Syariah</td>
              <td id="table-cell-9b2f6d5a50a9ef239905fc14a4b1de77">.259</td>
              <td id="table-cell-22061a2bd82eb494c42a374a63957889">.055</td>
              <td id="table-cell-976508c346a54d737656bfaf95180178">.375</td>
              <td id="table-cell-4ebd6a6af9ced81193e0732d980043de">4.682</td>
              <td id="table-cell-a2afb8a14211c116eb6be6ab3840e29a" colspan="3">.000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-8edd6f0294334db03edc24f59fbfbd37">
              <td id="table-cell-e5acb77a3316d9a29fe489eba0f893ce">Presepsi Imbal Hasil</td>
              <td id="table-cell-98636a45bc5232b3bce9ec3166f1a650">.558</td>
              <td id="table-cell-1bf516a59aa5684731a3de5be6d6a123">.077</td>
              <td id="table-cell-634ce6d5dc896738a7fca3f826468fa3">.578</td>
              <td id="table-cell-e4ee373c51f3e9f95631924fc3906c34">7.219</td>
              <td id="table-cell-7f9fff904c37f8553723aff566eba405" colspan="3">.000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-ad6148e26c9d701c41746abdfbdc56ca">
              <td id="table-cell-5a924b9c03b688b0c226b6cf665c9a56" colspan="9">a. Dependent Variable: Minat Investasi</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-114">Berdasarkan tabel Coefficientsa diatas diperoleh persamaan regresi sebagai berikut :</p>
      <p id="_paragraph-115">
        <bold id="_bold-206">Y = 19.599 + 0.259LKS + 0.558PIH + ε</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-116">
        <bold id="_bold-207">Pengujian Hipotesis</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-117">
        <bold id="_bold-208">Uji Koefisien Determinasi (R2)</bold>
      </p>
      <table-wrap id="_table-figure-7">
        <label>Table 7</label>
        <caption>
          <title>Tabel. 6 Hasil Uji R2</title>
          <p id="_paragraph-120" />
        </caption>
        <table id="_table-7">
          <tbody>
            <tr id="table-row-7d0445ad226d7ee5781f6b5695c194c8">
              <th id="table-cell-a8265b6cf83a7fe1c9d6a80ee8853228" colspan="5">Model Summary</th>
            </tr>
            <tr id="table-row-a5f3fbdc778b7ada0fbb8cf65fca9366">
              <td id="table-cell-18066e7267acfc2ec425728324f39300">Model</td>
              <td id="table-cell-c0a108ca1ef14e401297b2b12ef9fbb3">R</td>
              <td id="table-cell-564c421168b19adf7d5156a7241dd431">R Square</td>
              <td id="table-cell-6f7d37227e1f1a8fe14be4bccab9caef">Adjusted R Square</td>
              <td id="table-cell-ed22eed71dae375ccfad3036e5a10b27">Std. Error of the Estimate</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-630583f8155ca197467e0734b011d0e8">
              <td id="table-cell-84cc9b6a9cce6290b3692c8d350284c2">1</td>
              <td id="table-cell-c5287b1b26fd131774023be7c13c9fc8">.601a</td>
              <td id="table-cell-32af3062855d1b54eb928f5802037822">.781</td>
              <td id="table-cell-e1b69f85c1f14b893d3ac0432d7d06ac">.749</td>
              <td id="table-cell-1dcd736e9ba55e180a1d36ff9db0f5a4">2.35586</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-477d72124cd6337487439d899f41e403">
              <td id="table-cell-93303bcdba5af8221db9c5fdea2972ab" colspan="5">a. Predictors: (Constant), Presepsi Imbal Hasil, Literasi Keuangan Syariah</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-121">Berdasarkan tabel hasil uji koefisien determinasi, didapatkan nilai R square sebesar 0.781 yang berarti bahwa pengaruh dari variabel independen terhadap variabel dependen sebesar 78,1%. Dapat diartikan bahwa variabel Literasi Keuangan Syariah dan Presepsi Imbal Hasil berpengaruh sebesar 78,1% terhadap Minat Investasi. Sedangkan sisanya 21,9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian ini.</p>
      <p id="_paragraph-122">
        <bold id="_bold-213">Hasil Uji t (uji parsial)</bold>
      </p>
      <table-wrap id="table-figure-aa12726b915681da33e38f7ce789640d">
        <label>Table 8</label>
        <caption>
          <title>Tabel. 7 Hasil Uji T (parsial)</title>
          <p id="paragraph-710d957675cd13476646ba39b201da15">Sumber : Data Olahan SPSS Versi 26, 2025</p>
        </caption>
        <table id="table-5d053113f5b20ede65b8a446120e3be2">
          <tbody>
            <tr id="table-row-2b4c2d8f1356db0bac4c8434907a9660">
              <th id="table-cell-f579f8c373e986f5d421035b737fea08" colspan="9">Coefficients a </th>
            </tr>
            <tr id="table-row-93e4a4af651a02295bf18ee34d27ed8b">
              <td id="table-cell-681af923f621536b97a0c92692377417" rowspan="2" colspan="2">Model</td>
              <td id="table-cell-946d72e8cf47d4d3f5f49be3da66640a" colspan="2">Unstandardized Coefficients</td>
              <td id="table-cell-612e1e7d3e1d6ebf5cf629b79d6f9d76">Standardized Coefficients</td>
              <td id="table-cell-ec80fb9d487cbc9d6829988f28969cde" rowspan="2">t</td>
              <td id="table-cell-c8577228beaaffa1a671d773a645d940" rowspan="2" colspan="3">Sig.</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-df663ade3b14b3f4fbfb02e341bc53ed">
              <td id="table-cell-f0b879d5ff7c2ecb559ced50efdc7bf7">B</td>
              <td id="table-cell-fb9e48b60405271f4eda6b51446f1fdc">Std. Error</td>
              <td id="table-cell-13c9a4b523225cabe079bbe8ad3209ba">Beta</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-9fb6e78546b672809dca88263555db39">
              <td id="table-cell-4d580cf34c1f9e17b9af22b7649e01f1" rowspan="3">1</td>
              <td id="table-cell-e0b0ed0939734b36e54e7167dbcd2f85">(Constant)</td>
              <td id="table-cell-1d05365a4bea5d68007eb0a57dfdaa4c">19.599</td>
              <td id="table-cell-f46c462f154a75629c3b5e3d05d39749">2.187</td>
              <td id="table-cell-37237414429484b657612acd69c81098" />
              <td id="table-cell-526979165d6e7092e52d8c524c7c3219">8.962</td>
              <td id="table-cell-adfda807158aead2045942bf1ff57b53" colspan="3">.000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-aff195ee85a9fa3283d0dbf09cc874ee">
              <td id="table-cell-009394598df413f14e6db1b4947d13f4">Literasi Keuangan Syariah</td>
              <td id="table-cell-9418be0954699c44b507b43799ce88b7">.259</td>
              <td id="table-cell-9a959d937793303cc9b1baaddd747b0c">.055</td>
              <td id="table-cell-726933f60d6e31e96dcb3c909f2f06ce">.375</td>
              <td id="table-cell-ae581254c5f7b4bba5e7c2123745a8f2">4.682</td>
              <td id="table-cell-1f7b58a82756c595220f80afd2174646" colspan="3">.000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-2e059d8877085630bb1739a80dde4082">
              <td id="table-cell-338512442c30fe2357643dcd2a9311be">Presepsi Imbal Hasil</td>
              <td id="table-cell-2ecf381110ab9aefdbbb83e3bf1bd2e6">.558</td>
              <td id="table-cell-ed87d5300c18d66e6be76ae549f349f2">.077</td>
              <td id="table-cell-632dbfddb14e2399dc4ef1e99ca3bb47">.578</td>
              <td id="table-cell-61438dee1e7c84b0c96d412b0821c206">7.219</td>
              <td id="table-cell-f4e11f6ed2d2243fe0a0400b5d9f7879" colspan="3">.000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-538d07dd1e8c8711375b430eba948db6">
              <td id="table-cell-73e57f626c042d50ac303ebfd4a17bd2" colspan="9">a. Dependent Variable: Minat Investasi</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-127">Berdasarkan tabel hasil uji t di atas terlihat bahwa T-hitung Literasi Keuangan Syariah adalah 4.682 dan T-tabel adalah 1.65882 sehingga T-hitung &gt; T-tabel serta signifikansi variabel Literasi Keuangan Syariah adalah 0.000 lebih kecil dari taraf signifikansi 0.05. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Literasi Keuangan Syariah (X1) secara parsial memiliki pengaruh positif terhadap Minat Investasi. Berdasarkan hasil tersebut, H1 diterima..</p>
      <p id="_paragraph-128">Dari tabel hasil uji t, nilai T-hitung variabel Presepsi Imbal Hasil adalah 7.219 dan T-tabel adalah 1.65882 sehingga T-hitung &gt; T-tabel dengan tingkat signifikansi pada variabel Presepsi Imbal Hasil adalah 0.000 lebih kecil dari taraf signifikansi 0.05. maka dapat disimpulkan bahwa variabel Presepsi Imbal Hasil secara parsial memiliki pengaruh positif terhadap Minat Investasi. Oleh sebab itu, H2 diterima.</p>
      <p id="_paragraph-129">Dari hasil penelitian terbukti bahwa variabel Literasi Keuangan Syariah memiliki pengaruh terhadap Minat Investasi. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat literasi keuangan syariah yang dimiliki seseorang, maka semakin besar pula minatnya untuk berinvestasi, khususnya pada pasar modal syariah. Secara parsial, literasi keuangan syariah menunjukkan kontribusi nyata dalam membentuk pola pikir dan keputusan masyarakat Kabupaten Sidoarjo dalam berinvestasi. Alasan mendasar yang menjelaskan hal tersebut adalah karena pemahaman tentang ilmu dasar keuangan menjadi faktor penting yang dipertimbangkan dalam setiap keputusan finansial. Individu yang memiliki bekal literasi keuangan akan lebih mampu merencanakan keuangan masa depannya secara menyeluruh, mulai dari manajemen pengeluaran, perencanaan investasi, hingga strategi pemanfaatan dana yang dimiliki [51]. Dengan demikian, literasi keuangan syariah berfungsi sebagai landasan rasional bagi masyarakat dalam menimbang risiko, menghitung potensi keuntungan, serta memastikan bahwa aktivitas investasinya sesuai dengan prinsip syariah [51]<bold id="_bold-218">.</bold> Temuan penelitian ini juga sejalan dengan hasil analisis statistik deskriptif yang menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan syariah masyarakat Kabupaten Sidoarjo tergolong tinggi. Hal ini diperkuat dengan nilai koefisien regresi variabel X1 yang positif, menandakan bahwa semakin tinggi literasi yang dimiliki, semakin besar pula minat untuk berinvestasi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa responden dalam penelitian ini telah memiliki pemahaman memadai mengenai investasi pasar modal syariah, yang mereka peroleh melalui berbagai sumber seperti seminar, pelatihan, literatur, berita, internet, maupun media sosial. Tidak hanya berhenti pada tataran pengetahuan, masyarakat juga telah mengimplementasikan wawasan yang diperoleh dengan secara aktif menanamkan modalnya di pasar modal syariah. Hasil ini menguatkan penelitian [52] yang menyatakan bahwa literasi keuangan syariah berpengaruh terhadap minat investasi. Dengan kata lain, literasi bukan hanya sekadar indikator pengetahuan, tetapi juga menjadi pemicu perilaku investasi. Penelitian ini tidak sejalan dengan [53] yang menemukan bahwa literasi keuangan syariah tidak berpengaruh terhadap minat investasi. Perbedaan hasil tersebut dimungkinkan karena adanya perbedaan kondisi demografis, tingkat akses informasi, maupun karakteristik responden di masing-masing penelitian. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa literasi keuangan syariah memainkan peran penting sebagai faktor pendorong yang membentuk minat investasi masyarakat. Semakin tinggi literasi yang dimiliki, semakin besar pula kesadaran, motivasi, serta keberanian masyarakat untuk berpartisipasi dalam pasar modal syariah.</p>
      <p id="_paragraph-130">Dari hasil penelitian, terbukti bahwa variabel Persepsi Imbal Hasil memiliki pengaruh terhadap Minat Investasi. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin positif persepsi seseorang terhadap potensi imbal hasil yang diperoleh dari suatu instrumen, semakin besar pula minatnya untuk menanamkan modal pada pasar modal syariah. Dengan kata lain, masyarakat Kabupaten Sidoarjo menilai imbal hasil sebagai faktor penting yang memberikan keyakinan dan dorongan dalam mengambil keputusan investasi. Dalam konteks investasi, keuntungan (return) memang merupakan salah satu tujuan utama yang menjadi pertimbangan investor. Keuntungan yang besar dan sepadan dengan tingkat risiko akan menjadi daya tarik tersendiri bagi calon investor. Hal ini sesuai dengan pandangan [54] yang menyatakan bahwa setiap calon investor memiliki persepsi subjektif dalam menilai imbal hasil, yang dipengaruhi oleh pengalaman, pengetahuan, serta ekspektasi terhadap risiko dan keuntungan. Setiap investor pada dasarnya memiliki profil risiko yang berbeda-beda. Ada investor yang bersifat risk averse (cenderung menghindari risiko dan mencari keuntungan yang stabil), ada pula yang lebih risk taker (berani menanggung risiko tinggi demi potensi keuntungan yang besar). Perbedaan profil risiko inilah yang memengaruhi cara mereka memandang imbal hasil. Namun secara umum, persepsi positif terhadap imbal hasil akan memperkuat keyakinan investor bahwa investasi yang dilakukan dapat memberikan manfaat yang sepadan [55]<bold id="_bold-219">.</bold> Semakin baik persepsi seseorang terhadap imbal hasil pada sesuatu yang diinvestasikan, semakin meningkat pula minatnya untuk berinvestasi. k</p>
      <p id="paragraph-9c2109bc69c0011b966376cf903221c3">Hasil penelitian ini juga diperkuat dengan temuan dari [56]<bold id="_bold-220">, </bold>[57]<bold id="_bold-221">, </bold>[58]<bold id="_bold-222">, </bold>dan [59] yang sama-sama menyatakan adanya hubungan positif antara persepsi imbal hasil dengan minat investasi. Artinya, ketika masyarakat melihat bahwa imbal hasil investasi di pasar modal syariah cukup menjanjikan, maka hal itu akan mendorong mereka untuk berinvestasi secara nyata. Tidak hanya itu, persepsi imbal hasil juga berfungsi sebagai stimulus psikologis yang menumbuhkan rasa percaya diri dan motivasi investor dalam memilih instrumen syariah dibandingkan dengan instrumen konvensional. Penelitian ini tidak sejalan dengan [60] ang menemukan bahwa persepsi imbal hasil tidak berpengaruh terhadap minat investasi. Perbedaan ini dapat disebabkan oleh faktor eksternal maupun internal, seperti perbedaan kondisi pasar, tingkat literasi keuangan, akses terhadap informasi, atau bahkan tingkat religiusitas investor yang memengaruhi cara pandang mereka terhadap imbal hasil. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh persepsi imbal hasil tidak selalu bersifat universal, melainkan dapat berbeda tergantung pada konteks wilayah, karakteristik responden, maupun kondisi ekonomi.</p>
      <p id="paragraph-d0a919b33c61fbe6c2ffd0bcfc364616">
        <bold id="bold-aec535af8a040dff53d41252084047ae">Panduan Penulisan Persamaan</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-132">
        <bold id="_bold-223">
          <italic id="_italic-16">Y = </italic>
        </bold>
        <italic id="_italic-17">
          <bold id="_bold-224">α</bold>
        </italic>
        <bold id="_bold-224" />
        <italic id="_italic-18">
          <bold id="_bold-225">+ </bold>
        </italic>
        <italic id="_italic-19">
          <bold id="_bold-226">β</bold>
        </italic>
        <bold id="_bold-226" />
        <italic id="_italic-20">
          <bold id="_bold-227">1X1 + </bold>
        </italic>
        <italic id="_italic-21">
          <bold id="_bold-228">β</bold>
        </italic>
        <bold id="_bold-228" />
        <italic id="_italic-22">
          <bold id="_bold-229">2X2 + </bold>
        </italic>
        <italic id="_italic-23">
          <bold id="_bold-230">e</bold>
        </italic>
        <bold id="_bold-230" />
      </p>
      <p id="paragraph-e95ef5d3efe1baac089b76ea6e4054b7">
        <bold id="bold-cd3a3382221e57e39bdf6ef0546a53c0">Panduan Penulisan Persamaan</bold>
      </p>
      <list list-type="bullet" id="list-f65274c2a9c53ffed0fbdee883b79375">
        <list-item>
          <p>buku dalam [1]-[10]</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p><italic id="_italic-24">chapter</italic> buku dalam [11], [18]</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>artikel jurnal online / e-journal dalam [19]-[38]</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>artikel jurnal cetak dalam [39], [42]</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>halaman web dalam [43]-[46]</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>datasheet dalam [47]-[50]</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>technical report [58]- [60]</p>
        </list-item>
      </list>
    </sec>
    <sec id="sec-6">
      <title>
        <bold id="bold-93c9bfb39698f10d8a63aa794d916b50">Simpulan</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-133">Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan penelitian mengenai Pengaruh Literasi Keuangan Syariah dan Persepsi Imbal Hasil terhadap Minat Investasi di Pasar Modal Syariah, dapat disimpulkan bahwa, Literasi Keuangan Syariah berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Investasi. Artinya, semakin tinggi pemahaman individu mengenai prinsip, produk, dan mekanisme keuangan syariah, semakin besar pula kecenderungan mereka untuk menanamkan modal di pasar modal syariah. Literasi ini menjadi faktor penting yang membantu investor mengambil keputusan investasi secara rasional, sesuai dengan prinsip syariah, serta mampu meminimalisir risiko. Persepsi Imbal Hasil berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Investasi. Hal ini menunjukkan bahwa semakin positif persepsi seseorang terhadap potensi keuntungan dari investasi syariah, semakin tinggi minatnya untuk berpartisipasi. Keuntungan (baik finansial maupun non-finansial) dipandang sebagai motivasi utama yang memperkuat keyakinan investor dalam memilih instrumen syariah. Secara simultan, kedua variabel independen (Literasi Keuangan Syariah dan Persepsi Imbal Hasil) berkontribusi sebesar 78,1% terhadap Minat Investasi. Sisanya sebesar 21,9% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini, seperti persepsi risiko, religiusitas, dukungan lingkungan, serta akses teknologi investasi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa peningkatan literasi keuangan syariah dan persepsi positif terhadap imbal hasil merupakan faktor strategis yang dapat mendorong partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam pasar modal syariah.</p>
      <p id="paragraph-eb2e192efc986e78e4a2476da9067ae2">
        <bold id="bold-177db53161cd5895b258a12c9a8cf455">Ucapan Terima Kasih</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-134">Dengan penuh rasa syukur, saya panjatkan kepada Allah SWT atas segala petunjukdan kemudahan yang diberikan dalam menyelesaikan artikel ini. Terimakasih tak terhingga saya sampaikan kepada ayah, mama, mbak, dan adek saya atas dukungan, kesabaran dan kasih sayang yang tak pernah padam serta menjadi kekuatan dalam setiap langkah saya. Apresiasi yang mendalam juga saya haturkan kepada Dosen Pembimbing Saya Nihlatul Qudus Sukma Nirwana, SE., MM., CRP atas arahan dan bimbingannya selama proses skripsi dan saya haturkan juga kepada Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, khususnya Program Studi Akuntansi, dan Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial yang telah menjadi wadah imudan membimbing perjalanan akademik.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>