Abstract

This study aims to determine the effect of misuse of information technology, learning motivation and level of religiosity on the academic cheating behavior of accounting students as prospective accountants at Islamic-Based and National Private Universities. This study uses quantitative methods with primary data, by distributing questionnaires. The population in this study was students of accounting study program at Muhammadiyah University of Sidoarjo as an Islamic-based university and at Hayam Wuruk Perbanas University Surabaya as a national private-based university. The sampling technique used purposive sampling with multiple linear regression analysis, t test, independent sample t-test as a data analysis technique. The results of this study are the misuse of information technology and the level of religiosity affect the academic cheating behavior of accounting students as prospective accountants, learning motivation has no effect on the academic cheating behavior of accounting students as prospective accountants, there are differences in academic cheating behavior that occurs in Islamic-based and National Private Universities.

Pendahuluan

Di dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 14 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa salah satu jenjang pendidikan formal adalah Perguruan Tinggi. Dari Perguruan Tinggi inilah diharapkan dapat menghasilkan tenaga-tenaga profesional baik secara ilmu, akhlak, moral, maupun etika dalam profesi. Mahasiswa merupakan kalangan akademisi yang dianggap lebih matang dan bermoral lebih dewasa daripada pendidikan sebelumnya yang telah ditempuhnya [1].

Cara-cara tidak jujur digunakan mahasiswa dengan tujuan untuk mendapatkan keberhasilan akademik atau menghindari kegagalan akademik. Hal ini dilakukan dikarenakan adanya persaingan antar teman untuk mendapatkan nilai IPK yang tinggi. Selain itu ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perilaku kecurangan akademik yang dilakukan oleh mahasiswa seperti penyalahgunaan teknologi informasi, motivasi belajar dan tingkat religiusitas [2].

Perkembangan teknologi informasi yang berkembang semakin pesat saat ini yang mana informasi lebih mudah didapatkan akan tetapi malah disalahgunakan oleh mahasiswa untuk melakukan kecurangan [3]. Teknologi informasi sangat penting bagi dunia pendidikan saat ini, namun karena itulah menjadikan teknologi informasi sering disalahgunakan [4]. Motivasi merupakan faktor pendorong yang ada pada diri seseorang untuk melakukan tindakan sesuatu yang bersifat negatif maupun yang positif. Motivasi belajar pada dasarnya berkaitan dengan prestasi belajar mahasiswa yang dikarenakan bahwa hal tersebut saling berkaitan satu dengan yang lain [5]. Religiusitas adalah tingkat kepercayaan yang dianut oleh seseorang yang mencakup aturan-aturan serta kewajiban bertujuan untuk mengikat seseorang dalam hubungannya kepada Tuhan, sesama manusia dan lingkungan serta dianggap mampu mengontrol perilaku seseorang yang dijadikan sebagai pegangan kuat dalam melakukan setiap tindakannya [6].

Akuntansi adalah proses sistematis untuk mengolah transaksi menjadi informasi keuangan yang bermanfaat bagi para penggunanya. Akuntan harus dapat memenuhi standar kode etik yang ada. Kode etik dan prinsip yang baik yang harus dimiliki oleh seorang akuntan karena akuntan memiliki tanggung jawab yang berat dimana hasil pekerjaan akuntan dibutuhkan oleh para pihak kepentingan publik dan para pemakai informasi untuk membuat keputusan dalam bisnis. Tingkat kejujuran yang tinggi yang harus dimiliki oleh mahasiswa akuntansi dan harus dilakukan sejak menjadi mahasiswa karena diharapkan seorang akuntan dalam menjalankan profesinya dapat menerapkan kode etiknya yang berlaku [7].

Berdasarkan permasalahan diatas, penelitian ini bertujuan guna mengetahui pengaruh penyalahgunaan teknologi informasi, motivasi belajar dan tingkat religiusitas terhadap perilaku kecurangan akademik mahasiswa sebagai calon akuntan di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo sebagai Perguruan Tinggi berbasis Islam dan Universitas Hayam Wuruk Perbanas Surabaya sebagai Perguruan Tinggi berbasis Swasta Nasional. Selain itu juga bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan perilaku kecurangan akademik mahasiswa akuntansi yang terjadi di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo sebagai Perguruan Tinggi berbasis Islam dan Universitas Hayam Wuruk Perbanas Surabaya sebagai Perguruan Tinggi berbasis Swasta Nasional.

Metode Penelitian

Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian ini yaitu mahasiswa program studi akuntansi angkatan tahun 2018 di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo sebagai Perguruan Tinggi berbasis Islam dan mahasiswa program studi akuntansi angkatan tahun 2018 di Universitas Hayam Wuruk Perbanas Surabaya sebagai Perguruan Tinggi berbasis Swasta Nasional.

Variabel Penelitian

No Variabel Indikator Skala Sumber
1. Penyalahgunaan Teknologi Informasi (X1) Pengetahuan/KeterampilanTingkat Kecanggihan Teknologi InformasiLama Penggunaan Teknologi Informasi Likert 1-4 [3]
2. Motivasi Belajar (X2) Ketekunan dalam menghadapi tugasFasilitas dalam belajarMempunyai orientasi ke masa yang akan datangUlet dalam mengahadapi kesulitan Likert 1-4 [4]
3. Tingkat Religiusitas (X3) Pengalaman ibadahKejujuranKeterkaitan tanggungjawab pribadi terhadap orang lain. Likert 1-4 [8]
4. Perilaku Kecurangan Akademik Mahasiswa Akuntansi (Y) Mahasiswa memberikan keuntungan kepada mahasiswa lain dalam menyelesaikan ujian atau tugas dengan cara yang tidak baik atau tidak jujur.Pelanggaran peraturan dalam menyelesaikan tugas atau ujian. Likert 1-4 [3]
Table 1. Indikator Variabel

Populasi dan Sampel

Populasi adalah keseluruhan dari kumpulan elemen yang dapat digunakan untuk membuat beberapa kesimpulan [9]. Populasi dalam penelitian ini yaitu mahasiswa program studi akuntansi angkatan tahun 2018 di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo sebagai Perguruan Tinggi berbasis Islam sebanyak 254 mahasiswa dan mahasiswa program studi akuntansi angkatan tahun 2018 di Universitas Hayam Wuruk Perbanas Surabaya sebagai Perguruan Tinggi berbasis Swasta Nasional sebanyak 289 mahasiswa.

Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan Purposive Sampling dengan berdasarkan kriteria-kriteria tertentu dan sampel yang diperoleh sebanyak 200 mahasiswa.

Jenis dan Sumber Data

Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif yaitu penelitian yang digunakan untuk meneliti populasi dan sampel tertentu, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditentukan [10]. Penelitian kuantitatif menekankan analisisnya pada data-data numerical yang diolah dengan metode statistik [11]. Sedangkan sumber data dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari jawaban kuesioner oleh responden yaitu mahasiswa program studi akuntansi angkatan tahun 2018 di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo sebagai Perguruan Tinggi berbasis Islam dan mahasiswa program studi akuntansi angkatan tahun 2018 di Universitas Hayam Wuruk Perbanas Surabaya sebagai Perguruan Tinggi berbasis Swasta Nasional.

Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode kuesioner.

Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan program SPSS versi 26 yang digunakan untuk menghitung nilai statistik berupa uji kualitas data, analisis regresi linier berganda, dan uji hipotesis. Analisis data yang digunakan dengan uji regresi linier berganda. Uji kualitas data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji validitas dan uji reliabilitas.

Uji Hipotesis

Uji hipotesis dalam penelitian ini adalah uji t dan uji independent sample t-test (uji beda). Uji t bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Sedangkan uji independent sample t-test (uji beda) adalah membandingkan apakah ada perbedaan atau tidak antara perilaku kecurangan akademik mahasiswa akuntansi yang terjadi pada Perguruan Tinggi berbasis Islam dengan Perguruan Tinggi berbasis Swasta Nasional.

Hasil dan Pembahasan

Hasil

A. Hasil Uji Validitas

a. Penyalahgunaan Teknologi Informasi (X1)

Item Nilai Pembanding Keterangan
r hitung r tabel
X1.1 0,717 0,138 Valid
X1.2 0,835 0,138 Valid
X1.3 0,802 0,138 Valid
X1.4 0,746 0,138 Valid
Table 2.Hasil Uji Validitas Penyalahgunaan Teknologi Informasi (X1)

Berdasarkan tabel 2 diatas, diketahui bahwa hasil uji validitas penyalahgunaan teknologi informasi dinyatakan valid.

b. Motivasi Be lajar (X2)

Item Nilai Pembanding Keterangan
r hitung r tabel
X2.1 0,738 0,138 Valid
X2.2 0,764 0,138 Valid
X2.3 0,726 0,138 Valid
X2.4 0,668 0,138 Valid
X2.5 0,761 0,138 Valid
X2.6 0,656 0,138 Valid
Table 3.Hasil Uji Validitas Motivasi Belajar (X2)

Berdasarkan tabel 3 diatas, diketahui bahwa hasil uji validitas motivasi belajar dinyatakan valid.

c. Tingkat Religiusitas (X3)

Item Nilai Pembanding Keterangan
r hitung r tabel
X3.1 0,747 0,138 Valid
X3.2 0,729 0,138 Valid
X3.3 0,726 0,138 Valid
X3.4 0,766 0,138 Valid
X3.5 0,768 0,138 Valid
X3.6 0,767 0,138 Valid
Table 4.Hasil Uji Validitas Tingkat Religiusitas (X3)

Berdasarkan tabel 4 diatas, diketahui bahwa hasil uji validitas tingkat religiusitas dinyatakan valid.

d. Perilaku Kecurangan Akademik Mahasiswa Akuntansi (Y)

Item Nilai Pembanding Keterangan
r hitung r tabel
Y.1 0,699 0,138 Valid
Y.2 0,757 0,138 Valid
Y.3 0,761 0,138 Valid
Y.4 0,764 0,138 Valid
Y.5 0,789 0,138 Valid
Y.6 0,633 0,138 Valid
Table 5.Hasil Uji Validitas Perilaku Kecurangan Akademik Mahasiswa Akuntansi (Y)

Berdasarkan tabel 5 diatas, diketahui bahwa hasil uji validitas perilaku kecurangan akademik mahasiswa akuntansi dinyatakan valid.

B. Hasil Uji Reliabilitas

Item Nilai Perbandingan Keterangan
Nilai Alpha Nilai Klasifikasi
Penyalahgunaan Teknologi Informasi (X1) 0,766 0,766 > 0,70 Reliabel
Motivasi Belajar (X2) 0,811 0,811 > 0,70 Reliabel
Tingkat Religiusitas (X3) 0,844 0,844 > 0,70 Reliabel
Perilaku Kecurangan Akademik Mahasiswa Akuntansi (Y) 0,828 0,828 > 0,70 Reliabel
Table 6.Hasil Uji Reliabilitas

Berdasarkan tabel 6 diatas, diketahui bahwa nilai alpha secara keseluruhan > 0,70 maka dapat disimpulkan seluruh variabel dinyatakan reliabel.

C. Hasil Analisis Regresi Linier Berganda

Coefficients a
Model Standardized Coefficients t Sig.
Beta
1 (Constant) 15,479 2,245 6,895 0,000
Penyalahgunaan Teknologi Iformasi (X1) 0,524 0,088 0,382 5,958 0,000
Motivasi Belajar (X2) -0,139 0,089 -0,114 -1,559 0,121
Tingkat Religiusitas (X3) -0,282 0,091 -0,216 3,089 0,002
a. Dependent Variable: Perilaku Kecurangan Akademik Mahasiswa (Y)
Table 7.Hasil Analisis Regresi Linier Berganda

Berdasarkan tabel 7 diatas, maka diperoleh persamaan regresi linier berganda sebagai berikut :

Y = 15,479 + 0,524 X1 – 0,139 X2 – 0,282 X3

D . Hasil Uji Hipotesis

a . Hasil Uji t

Coefficients a
Model Standardized Coefficients t Sig.
Beta
1 (Constant) 15,479 2,245 6,895 0,000
Penyalahgunaan Teknologi Iformasi (X1) 0,524 0,088 0,382 5,958 0,000
Motivasi Belajar (X2) -0,139 0,089 -0,114 -1,559 0,121
Tingkat Religiusitas (X3) -0,282 0,091 -0,216 3,089 0,002
a. Dependent Variable: Perilaku Kecurangan Akademik Mahasiswa (Y)
Table 8.Hasil Uji t

Berdasarkan pada tabel 8, dapat dijelaskan sebagai berikut :

Hasil signifikansi penyalahgunaan teknologi informasi (X1) 0,000 < 0,05. Dan nilai ttabel = t (α/2 ; n-k = 0,05/2 ; 200-4) = (0,025 ; 196) = 1,97214. Berarti nilai thitung > ttabel = 5,958 > 1,97214 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Dapat disimpulkan bahwa penyalahgunaan teknologi informasi berpengaruh terhadap perilaku kecurangan akademik mahasiswa akuntansi sebagai calon akuntan pada Perguruan Tinggi Berbasis Islam dan Swasta Nasional.

Hasil signifikansi motivasi belajar (X2) 0,121 > 0,05. Dan nilai ttabel = t (α/2 ; n-k = 0,05/2 ; 200-4) = (0,025 ; 196) = 1,97214. Berarti nilai thitung < ttabel = -1,559 < 1,97214 maka H0 diterima dan H2 ditolak. Dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar tidak berpengaruh terhadap perilaku kecurangan akademik mahasiswa akuntansi sebagai calon akuntan pada Perguruan Tinggi Berbasis Islam dan Swasta Nasional.

  1. Penyalahgunaan Teknologi Informasi Terhadap Perilaku Kecurangan Akademik Mahasiswa Akuntansi Sebagai Calon Akuntan
  2. Motivasi Belajar Terhadap Perilaku Kecurangan Akademik Mahasiswa Akuntansi Sebagai Calon Akuntan
  3. Tingkat Religiusitas Terhadap Perilaku Kecurangan Akademik Mahasiswa Akuntansi Sebagai Calon Akuntan

Hasil dari signifikansi tingkat religiusitas (X3) 0,002 < 0,05. Dan nilai ttabel = t (α/2 ; n-k = 0,05/2 ; 200-4) = (0,025 ; 196) = 1,97214. Berarti nilai thitung > ttabel = 3,089 > 1,97214 maka H0 ditolak dan H3 diterima. Dapat disimpulkan bahwa tingkat religiusitas berpengaruh terhadap perilaku kecurangan akademik mahasiswa akuntansi sebagai calon akuntan pada Perguruan Tinggi Berbasis Islam dan Swasta Nasional.

b . Hasil Uji Independent Sample t -test (Uji Beda)

Tabel 9. Hasil Uji Independent Sample t -test (Uji Beda)

Group Statistics
Perguruan Tinggi N Mean Std. Deviation Std. Error Mean
Perilaku Kecurangan Akademik Mahasiswa Akuntansi UMSIDA 100 13,58 2,738 0,274
PERBANAS 100 25,77 5,175 0,518
Table 9.
Independent Samples Test
Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means
F Sig. t df Sig. (2-tailed) Mean Difference Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the Difference
Lower Upper
Perilaku Kecurangan Akademik Mahasiswa Akuntansi Equal variances assumed 32,661 0,000 -20,819 198 0,000 -12,190 0,586 -13,345 -11,035
Equal variances not assumed -20,819 150,402 0,000 -12,190 0,586 -13,347 -11,033
Table 10.

Berdasarkan tabel diatas diperoleh nilai sig.(2 tailed) sebesar 0,000 < 0,05. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara perilaku kecurangan akademik mahasiswa akuntansi yang terjadi di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo sebagai Perguruan Tinggi berbasis Islam dan di Universitas Hayam Wuruk Perbanas Surabaya sebagai Perguruan Tinggi berbasis Swasta Nasional.

PEMBAHASAN

H1 dalam penelitian ini diterima. Kemajuan teknologi yang canggih dapat mempengaruhi sikap dan perilaku seseorang dimana ketika seseorang menggunakan teknologi informasi yang canggih maka segala kemudahan dapat dicapai. Akan tetapi jika penggunaan teknologi informasi disalah artikan maka berubah menjadi suatu bentuk penyalahgunaan yang kecurangan dapat dilakukan dengan mudah. Semakin tinggi penyalahgunaan teknologi informasi maka semakin tinggi tingkat kecurangan akademik yang akan dilakukan mengingat bahwa mahasiswa tidak terlepas dari adanya teknologi. Jika mahasiswa mampu menggunakan teknologi informasi dengan benar, maka teknologi informasi akan menghasilkan hasil yang positif dan sangat bermanfaat bagi para penggunanya.

H2 dalam penelitian ini ditolak. Kecurangan akademik yang terjadi di Perguruan Tinggi tetap saja terjadi walaupun mahasiswa memiliki motivasi belajar dan kembali lagi kepada pribadi mahasiswa masing-masing dan dalam hal ini motivasi belajar bukan menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan oleh mahasiswa akuntansi dalam melakukan kecurangan akademik.

H3 dalam penelitian ini diterima. Mahasiswa dengan tingkat religiusitas yang tinggi akan melakukan tindakan negatif atau melakukan perilaku kecurangan akademik yang percaya akan mendapatkan dosa dan pembalasan dari Tuhan. Agama juga mengajarkan mana yang baik dan buruk, dengan ini mahasiswa akan selalu berbuat baik tanpa melanggar peraturan yang ada. Semakin tinggi tingkat religiusitas mahasiswa maka semakin rendah perilaku kecurangan akademik yang dilakukan oleh mahasiswa akuntansi, dan sebaliknya.

  1. Penyalahgunaan Teknologi Informasi Terhadap Perilaku Kecurangan Akademik Mahasiswa Akuntansi Sebagai Calon Akuntan
  2. Motivasi Belajar Terhadap Perilaku Kecurangan Akademik Mahasiswa Akuntansi Sebagai Calon Akuntan
  3. Tingkat Religiusitas Terhadap Perilaku Kecurangan Akademik Mahasiswa Akuntansi Sebagai Calon Akuntan
  4. Terdapat Perbedaan Antara Perilaku Kecurangan Akademik Mahasiswa Akuntansi pada Perguruan Tinggi Berbasis Islam dan Swasta Nasional

H4 dalam penelitian ini diterima. Perilaku Kecurangan Akademik yang terjadi di Perguruan Tinggi Islam dan Swasta Nasional yang memungkinkan bahwa nilai-nilai dari religiusitas yang dimiliki oleh setiap mahasiswa berbeda antara mahasiswa yang ada di Perguruan Tinggi Berbasis Islam dan juga mahasiswa yang ada di Perguruan Tinggi Berbasis Swasta Nasional yang dapat mempengaruhi perilaku dalam ketidakjujuran di bidang akademik. Mahasiswa memiliki tugas-tugas perkembangan yang mencakup nilai moral dalam keagamaan seperti iman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta seperangkat nilai agama sebagai petunjuk dalam bertingkah laku.

Simpulan

Berdasarkan pembahasan hasil penelitian yang telah dipaparkan, maka dapat diketahui kesimpulan dari penelitian ini adalah :

  1. Penyalahgunaan teknologi informasi berpengaruh terhadap perilaku kecurangan akademik mahasiswa akuntansi sebagai calon akuntan pada Perguruan Tinggi berbasis Islam dan Swasta Nasional.
  2. Motivasi belajar tidak berpengaruh terhadap perilaku kecurangan akademik mahasiswa akuntansi sebagai calon akuntan pada Perguruan Tinggi berbasis Islam dan Swasta Nasional.
  3. Tingkat religiusitas berpengaruh terhadap perilaku kecurangan akademik mahasiswa akuntansi sebagai calon akuntan pada Perguruan Tinggi berbasis Islam dan Swasta Nasional.
  4. Terdapat perbedaan antara perilaku kecurangan akademik mahasiswa akuntansi sebagai calon akuntan yang terjadi pada Perguruan Tinggi berbasis Islam dan Swasta Nasional.

References

  1. H. T. K. N. Ningsih and A. O. Simbolon, “pengaruh penyalahgunaan teknologi informasi dan integritas mahasiswa terhadap perilaku kecurangan akademik mahasiswa akuntansi sebagai calon akuntan (studi kasus mahasiswa akuntansi universitas islam swasta di kota medan),” J. Ris. Akunt. Multiparadigma, vol. 6, no. 2, pp. 74–86, 2019.
  2. E. H. Ningsi, “pengaruh teknologi informasi, integritas, dan kepercayaan diri terhadap perilaku kecurangan akademik (studi pada mahasiswa akuntansi STIE eka prasetya),” 2018.
  3. R. A. Probovury, “pengaruh penyalahgunaan teknologi informasi dan integritas mahasiswa terhadap perilaku kecurangan akademik mahasiswa akuntansi sebagai calon akuntan (studi pada mahasiswa akuntansi universitas negeri yogyakarta),” Skripsi, pp. 1–154, 2015.
  4. R. Melasari, “pengaruh motivasi belajar , penyalahgunaan teknologi informasi dan integrasi mahasiswa terhadap perilaku kecurangan akademik mahasiswa akuntansi sebagai calon akuntan (studi pada mahasiswa akuntansi universitas islam indragiri),” J. Akunt. dan Keuang., vol. 8, no. 1, pp. 79–93, 2019.
  5. N. N. Sagita and A. Mahmud, “peran self regulated learning dalam hubungan motivasi belajar, prokrastinasi dan kecurangan akademik,” Econ. Educ. Anal. J., vol. 8, no. 2, pp. 516–532, 2019.
  6. E. Panduwinasari, K. Ekasari, and K. Dewi, “persepsi ( tidak ) etis mahasiswa akuntansi : ditinjau dari pengetahuan etika , religiusitas dan love of money,” AKUNSIKA J. Akunt. dan Keuang., vol. 2, no. 2, pp. 68–78, 2021.
  7. A. Salma, “pengaruh motivasi belajar, pressure, penyalahgunaan teknologi informasi, dan integritas mahasiswa terhadap perilaku kecurangan akademik mahasiswa akuntansi universitas,” 2020.
  8. M. V. Herlyana, E. Sujana, and M. A. Prayudi, “pengaruh religiusitas dan spiritualitas terhadap kecurangan akademik mahasiswa,” e-Journal S1 Ak Univ. Pendidik. Ganesha, vol. 8, no. 2, p. 11, 2017.
  9. S. Hermawan and Amirullah, Metode Penelitian Bisnis Pendekatan Kuantitatif & Kualitatif. Sidoarjo, 2016.
  10. Hardani, H. Andriani, J. Ustiawaty, E. F. Utami, R. R. Istiqomah, R. A. Fardani, D. J. Sukmana, and N. H. Auliya, Buku Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif, 1st ed., no. Maret. Yogyakarta: CV. Pustika Ilmu Group Yogyakarta, 2022.
  11. Sugiono P.D, Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuwantitatif,Kuwalitatif,R&D), 22nd ed. Bandung: CV ALFABETA, 2017.