<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Influence of Leader Member Exchange and Islamic Work Ethic on Employee Performance With Organizational Citizenship Behavior as Intervening Variable</article-title>
        <subtitle>Pengaruh Leader Member Exchange dan Islamic Work Ethic terhadap Kinerja Karyawan dengan Organizational Citizenship Behavior sebagai Variabel Intervening</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-192a7291b4a930ce6848417787f37780" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Purwanti</surname>
            <given-names>Arini Tri</given-names>
          </name>
          <email>arinitripurwanti@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-ab5f0fe5d73c5d445de139e9030905fe" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Indayani</surname>
            <given-names>Lilik</given-names>
          </name>
          <email>lilikindayani@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2022-08-23">
          <day>23</day>
          <month>08</month>
          <year>2022</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-c101b8566eb008015f4fa7e9ad483642">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-13">Sumber daya manusia atau <italic id="_italic-54">human resources</italic> mengandung dua pengertian. Pertama, sumber daya manusia mengandung pengertian usaha kerja atau jasa yang dapat di berikan dalam proses produksi. Dalam hal lain sumber daya manusia mencerminkan kualitas usaha yang diberikan oleh seseorang dalam waktu tertentu untuk menghasilkanbarang dan jasa. Pengertian kedua, sumber daya manusia menyangkut manusiayang mampu bekerja untuk memberikan jasa atau usaha kerja tersebut [1]. Mampu bekerja berarti mampu melakukan kegiatan yang mempunyai kegiatan ekonomis, yaitu bahwa kegiatan tersebut menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pada penerapan sumber daya manusia, suatu organisasi perlu memberikan rangsangan atau dorongan untuk karyawannya agar meningkatkan kinerjanya. Kinerja karyawan di pengaruhi banyak faktor antara lain adalah <italic id="_italic-55">leader member exchange, islamic work ethic</italic>. Pada studi <italic id="_italic-56">Leader member exchange</italic> baru baru ini menemukan bahwa Para pemimpin yang membangun hubungan yang mendukung dengan bawahan dengan menyediakan hubungan emosional dan jenis lain menghasilkan komitmen organisasi pada bagian dari karyawan ini, yang berpengaruh pada peningkatan kinerja karyawan. <italic id="_italic-57">Leader member exchange</italic> berkualitas tinggi hubungan cenderung di tandai dengan saling menghormati, menyukai dan percaya [2].</p>
      <p id="_paragraph-14">Peneliti menemukan bahwa pemimpin yang memiliki <italic id="_italic-58">leader member exchange </italic>tinggi mengurangi pengikut yang meminta berhenti / malas hadir ke kantor, meningkatkan kinerja pengikut, lebih cepat mendapatkan promosi jabatan, memiliki komitmen yang lebih besar terhadap organisasi memiliki sikap kerja yang kebih baik, lebih perhatian kepada pemimpin, partisipasi lebih tinggi, dan pengembangan karir lebih cepat [3]. pentingnya pemimpin memiliki hubungan yang baik dengan karyawan, karena ini berhubungan positif keterlibatan kerja karyawan dan penilaian kinerja pekerjaan mereka.Selain peran hubungan pimpinan dan karyawan dalam meningkatkan kinerja dalam organisasi, memiliki <italic id="_italic-59">islamic work ethic</italic> dalam setiap karyawan juga akan meningkatkan kinerja dalam sebuah organisasi. Setiap pekerja, terutama yang beragama islam harus dapat menumbuhkan <italic id="_italic-60">Islamic work ethic</italic> karena pekerjaan yang di tekuninya bernilai ibadah. <italic id="_italic-61">islamic work ethic</italic> dapat di definisikan sebagai sikap kepribadian yang melahirkan keyakinan yang sangat mendalam bahwa bekerja itu bukan saja untuk memuliakan dirinya, menampakkan kemanusiaannya, melainkan juga sebagai manifestasi dari amal shaleh dan oleh karenanya mempunyai nilai ibadah yang sangat luhur [4] .</p>
      <p id="_paragraph-15">kualitas pelayanan rumah makan bergantung pada kinerja karyawan. Pelayanan yang bagus adalah salah satu hal yang bisa menarik konsumen untuk datang di rumah makan. Pelayanan yang baik tentunya di dasari etika dalam bekerja. Begitu pula halnya apabila seorang karyawan mempunyai penghayatan <italic id="_italic-62">islamic work ethic</italic> yang besar, maka seorang karyawan akan semakin giat dalam bekerja yang mana akan berdampak pada kinerja yang meningkat. Pembahasan mengenai penerapan etika kerja dalam kinerja karyawan saat ini menjadi sangat penting untuk diteliti, hal ini karena adanya penelitian sejenis yang dilakukan mengenai bagaimana pengaruh <italic id="_italic-63">islamic work ethic</italic> terhadap kinerja. variabel <italic id="_italic-64">islamic work ethic</italic> berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan [5].</p>
      <p id="_paragraph-16">Karyawan yang memiliki <italic id="_italic-65">leader member exchange</italic> yang mana hubungan antara pimpinan dan karyawan memiliki kualitas yang tinggi maka pimpinan akan berpandangan positif terhadap karyawannya sehingga karyawannya akan dengan sukarela berperan melebihi harapan organisasi. Kontribusi extra karyawan di dalam organisasi tersebut adalah sikap karyawan yang dilakukan dengan sukarela, tulus, bahagia tanpa wajib diperintah, dikendalikan, tanpa dipengaruhi kompensasi serta bisa mendukung kinerja organisasi yang setelah itu diketauhi dengan nama <italic id="_italic-66">Organizational Citizenship Behavior</italic> (OCB).Timbulnya <italic id="_italic-67">Organzational Citizenship Behavior</italic> bisa jadi cerminan adanya <italic id="_italic-68">Leader Member Exchange</italic> yang dirasakan oleh karyawan. Pada dasarnya, <italic id="_italic-69">islamic work ethic</italic> juga mendorong terjadinya <italic id="_italic-70">Organizational Citizenship Behavior</italic>.<italic id="_italic-71">Islamic work ethic</italic> juga berpengaruh terhadap <italic id="_italic-72">Organizational Citizenship Behavior. </italic>Karyawan yang memiliki <italic id="_italic-73">islamic work ethic</italic> berarti karyawan tersebut memiliki prinsip - prinsip, sistem nilai ataupun orientasi yang dipegang sebuah organisasi dalam memastikan sikap kerja maupun pengambilan keputusan bisnis yang benar serta salah bersumber pada syariah yang terdapat pada al-quran dan al-hadist.</p>
      <p id="_paragraph-17">Sikap kerja syariah seperti halnya dalam bekerja menunjukkan rasa syukur, giat bekerja, memiliki komitmen, mampu kerja sama dengan rekan dan pimpinan, bekerja penuh ketulusan, dan mampu bekerja dengan baik tanpa adanya pengawasan [6]. Sikap kerja yang tertuang di atas merupakan sikap sikap karyawan yang bisa menciptakan suasana <italic id="_italic-74">Organizational    Citizenship    Behavior</italic> dalam linkungan perusahaan yang mana <italic id="_italic-75">Organizational Citizenship Behavior</italic> di dalam perusahaan harus di tingkatkan yang nanti hasilnya bisa mempengaruhi kinerja karyawan dan atasannya mempunyai kinerja yang baik, maka akan berdampak pada kinerja perusahaan yang baik pula.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-1">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="heading-9adf33e297b19115b38bc14c36761022">A. Lokasi Penelitian</p>
      <p id="_paragraph-18">Lokasi penelitian ini dilalukan pada seluruh cabang Ayam Tulang Lunak Mbok Surip yang berlokasi di Kota Malang</p>
      <p id="paragraph-8c066246d9812a402d825e3bb9cd62a8">B. Definisi Operasional dan Identifikasi Variabel</p>
      <p id="paragraph-da4ada3c7cb667977d3f63527b6708c6">1. Definisi Operasional</p>
      <p id="paragraph-b7dab3f305ff6f4f23d7276b31f9a13a">a. Kinerja Karyawan</p>
      <p id="_paragraph-19">Adapun definisi operasional dari kinerja karyawan adalah kemampuan karyawan untuk mencapai dan menyelesaikan pekerjaanya sehingga memperoleh hasil yang maksimal dan positif bagi perusahaan.</p>
      <p id="_paragraph-20">Adapun indikator untuk mengukur kinerja karyawanmengacu pada teori yaitu : 1. Kualitas hasil kerja, 2. Kuantitas hasil kerja, 3. Ketepatan waktu, 4. Efektivitas, 5. Kemandirian.</p>
      <p id="paragraph-c771f08014e62861359899a94d654956">b. Leader Member Exchange</p>
      <p id="_paragraph-21">Adapun definisi operasional dari <italic id="_italic-76">Leader Member Exchange</italic> adalah suatu hubungan antara pimpinan dengan bawahan yang mana hubungan tersebut khusus dengan group yang di percaya yang nantinya akan mampu menciptakan perasaan sukarela pada diri karyawan untuk dapat berkorban kepada perusahaan tidak hanya itu perlakuan.</p>
      <p id="_paragraph-22">Adapun indikator untuk mengukur <italic id="_italic-77">Leader Member Exchange</italic>mengacu pada teori yaitu : 1. <italic id="_italic-78">Respect</italic>, 2.<italic id="_italic-79">Trust</italic>, 3. <italic id="_italic-80">Obligation</italic></p>
      <p id="paragraph-8bc53a29e765b24250b2ef62ec1c76c1">c. Islamic Work Ethnic</p>
      <p id="_paragraph-23">Definisi operasional dari <italic id="_italic-81">Islamic Work Ethic</italic> adalah sesuatu prinsip- prinsip, sistem nilai, maupun orientasi yang dipegang sesuatu organisasi dalam memastikan sikap kerja maupun pengambilan keputusan bisnis yang benar serta yang salah bersumber pada Syariah ialah al- Quran serta Hadits nabi Muhammad SAW.</p>
      <p id="_paragraph-24">Adapun indikator untuk mengukur pengembangan karir mengacu pada teori yaitu : 1. <italic id="_italic-82">Work </italic><italic id="_italic-83">i</italic><italic id="_italic-84">ntention</italic>, 2. <italic id="_italic-85">Truesteeship</italic><italic id="_italic-86">,</italic> 3. <italic id="_italic-87">Work </italic><italic id="_italic-88">t</italic><italic id="_italic-89">ype</italic>, 4. <italic id="_italic-90">Work </italic><italic id="_italic-91">f</italic><italic id="_italic-92">or </italic><italic id="_italic-93">i</italic><italic id="_italic-94">slamic </italic><italic id="_italic-95">u</italic><italic id="_italic-96">mmah</italic><italic id="_italic-97">,</italic> 5. <italic id="_italic-98">Justice and </italic><italic id="_italic-99">f</italic><italic id="_italic-100">airness,</italic> 6. <italic id="_italic-101">Cooperation and </italic><italic id="_italic-102">c</italic><italic id="_italic-103">ollaboration</italic>, 7. <italic id="_italic-104">Work as the only source of </italic><italic id="_italic-105">ownership</italic></p>
      <p id="paragraph-d35570b5cde353235575acdc2a4909d2">d. Organizational Citizenship Behavior</p>
      <p id="_paragraph-25">Definisi operasional dari <italic id="_italic-109">Organizational Citizenship Behavior </italic>adalah sikap kesukarelaan ataupun extra role behavior yang di lakukan individu dalam suatu organisasi industri serta sikap tesebut bisa mendukung daya guna industri serta bisa terjalankannya organisasi secara lebih baik sikap tersebut pula diluar dari job description serta tidak ada dalam penilain kinerja karyawan.</p>
      <p id="paragraph-42bdf61e95ad5d4f808214c48c6d4f08">2. Identifikasi dan Indikator Variabel</p>
      <p id="_paragraph-26">Adapun indikator untuk mengukur <italic id="_italic-110">Organizational Citizenshpip Behavior </italic>mengacu pada teori yaitu : 1.<italic id="_italic-111">Altruism</italic>, 2. <italic id="_italic-112">Sportmanship</italic>, 3. <italic id="_italic-113">Courtesy</italic><italic id="_italic-114">,</italic> 4. <italic id="_italic-115">Civic virtue</italic><italic id="_italic-116">,</italic> 5.<italic id="_italic-117">Conscientiousness</italic></p>
      <p id="_paragraph-27">Variabel bebas pada penelitian ini merupakan <italic id="_italic-118">Leader member exchange</italic>dan <italic id="_italic-119">Islamic work ethic</italic>. Sedangkan variabel terikat pada penelitian ini yakni kinerja karyawan dan variabel <italic id="_italic-120">intervening </italic><italic id="_italic-121">organizational citizenship behavior</italic><italic id="_italic-122">.</italic></p>
      <p id="paragraph-1235e2f9bcce7404b394b32ad31e5f42">C. Populasi dan Sampel</p>
      <list list-type="bullet" id="list-43f169e03afb900a49a10abeb35661bc">
        <list-item>
          <p>Populasi: Populasi pada penelitian ini yakni karyawan dari Ayam Tulang Lunak Mbok Surip yang berjumlah 100 orang.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Sampel: Teknik dalam pengambilan sampel pada penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik <italic id="_italic-123">nonprobability sampling </italic>yaitu sampling jenuh. Sampel jenuh adalah suatu teknik dalam penentuan sampel jika seluruh populasi dijadikan sebagai sampel. Sampel pada penelitian ini yakni seluruh karyawan Ayam Tulang Lunak Mbok Surip yang berjumlah 100 orang.</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="paragraph-113aa382330a3c67f966d6cd72bd3810">D. Jenis dan Sumber Data</p>
      <p id="paragraph-83f53d847d3171d072c91c914883ee39">Jenis Data</p>
      <p id="_paragraph-28">Jenis data yang digunakan dalam penelitian adalah data kuantitatif. Data kuantitatif merupakan data yang diukur dengan menggunakan skala <italic id="_italic-124">numeric</italic> atau angka untuk meneliti populasi dan sampel [7].</p>
      <p id="paragraph-3c5e47975e921ac670970fc8f6b6e02d">Sumber data</p>
      <p id="paragraph-845226f865896c2abe656c54167d0900">a. Data Primer</p>
      <p id="_paragraph-29">Data primer pada penelitian digunakan atau didapatkan melalui kuesioner berkaitan dengan <italic id="_italic-125">leader member exchange</italic><italic id="_italic-126">,</italic> <italic id="_italic-127">Islamic work ethic</italic>, kinerja karyawan dan <italic id="_italic-128">organizational citizenship behavior</italic> di Ayam Tulang Lunak Mbok Surip</p>
      <p id="paragraph-81b65730b8debdbb227cbe0dc6ee10af">b. Data Sekunder</p>
      <p id="_paragraph-30">Data sekunder adalah data yang didapatkan dengan cara tidak langsung yakni berupa dokumen perusahaan serta buku literartur dari tempat penelitian [7].</p>
      <p id="paragraph-6e87acca620ff9d42ad947c721e46d33">E. Teknik Pengumpulan Data</p>
      <p id="_paragraph-31">Dalam penelitian ini data yang diperoleh melalui kuesioner dilakukan secara online dengan menggunakan <italic id="_italic-129">google form</italic> dan diukur dengan menggunakan skala <italic id="_italic-130">likert</italic>. Penggunaan skala <italic id="_italic-131">likert</italic> yakni untuk mengukur pendapat, presepsi, serta sikap dari seseorang mengenai gejala sosial ataupun kondisi yang terjadi, dengan skala <italic id="_italic-132">likert</italic> instrumen dari variabel yang diukur dapat menggunakan indikator sebagai tolak ukur [7]. Kuesioner dengan skala <italic id="_italic-133">likert</italic> menggunakan skala 1 sampai 5 dalam menjawab pertanyaan yang diberikan.</p>
      <p id="paragraph-37bae7daadc9ad965a981d5838f37303">F. Teknik Analisis Data</p>
      <p id="_paragraph-32">Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk menguji hipotesis yang telah di rumuskan dalam proposal. Dengan data kuantitatif, maka teknik analisis data menggunakan metode statistik atau angka yang sudah tersedia [7]. Pada penelitian ini dalam menganalisis data dilakukan dengan menggunakan bantuan program aplikasi computer yaitu <italic id="_italic-134">software smartPLS ( Partial Least Square) versi 3.0 for windows</italic><italic id="_italic-135">PLS</italic> merupakan alternatif olah data dari pendekatan SEM <italic id="_italic-136">(Structural Equation Modelling)</italic> yang berbasis covariance menjadi berbasis variant. SEM secara esensial menawarkan kemampuan untuk melakukan analisis jalur dengan variabel laten [8].</p>
      <p id="paragraph-5deaea97fed642538ee8f66bbcf2b10b">G. <bold id="bold-b36131d8da64a126a3382d4378c7de95"/>Kerangka Konseptual</p>
      <p id="paragraph-07a3ffcd51612eba3ebaebfada6f9727">
        <italic id="italic-fc30e6ad9befbfdc95579d406ade2e5b">Supplementary File</italic>
      </p>
      <p id="_paragraph-33"><bold id="_bold-14">Gambar 1. </bold>Kerangka Konseptual</p>
      <p id="paragraph-d7d484afea7ac624d52ad46e9835ae8e">H. Hipotesis</p>
      <p id="_paragraph-35">Berdasarkan kerangka berfikir dan deskripsi teoritis yang sudah dijelaskan diatas, maka hipotesis penelitian dapat ditarik sebagai berikut :</p>
      <p id="_paragraph-36">H<sub id="_subscript-1">1</sub>: <italic id="_italic-137">Leader Member Exchange </italic>berpengaruh positif dan signifikan terhadap <italic id="_italic-138">Organizational Citizenship Behavior</italic></p>
      <p id="_paragraph-37">H<sub id="_subscript-2">2</sub>: <italic id="_italic-139">Islamic Work Ethic</italic> berpengaruh positif dan signifikan terhadap<italic id="_italic-140">Organizational Citizenship Behavior</italic></p>
      <p id="_paragraph-38">H<sub id="_subscript-3">3</sub>: <italic id="_italic-141">Leader Member Exchange</italic> berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan</p>
      <p id="_paragraph-39">H<sub id="_subscript-4">4</sub> : <italic id="_italic-142">Islamic Work Ethic</italic> berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan</p>
      <p id="_paragraph-40">H<sub id="_subscript-5">5</sub>: <italic id="_italic-143">Organizational Citizenship Behavior</italic>berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan</p>
      <p id="_paragraph-41">H<sub id="_subscript-6">6</sub>: <italic id="_italic-144">Leader Member Exchange </italic>bepengaruh positif dan signifikanterhadap Kinerja Karyawan melalui <italic id="_italic-145">Organizational Citizenship Behaavior </italic>sebagai variabel intervening</p>
      <p id="_paragraph-42">H<sub id="_subscript-7">7</sub>: <italic id="_italic-146">Organzational citizenship behavior </italic>tidak dapat memediasi<italic id="_italic-147"> Islamic work ethic terhadap </italic>kinerja karyawan</p>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="heading-3f80b39d3134efcb917a075003255b81">A. Frekuensi Tanggapan Responden</p>
      <p id="_paragraph-43">Dalam penelitian terdapat 2 variabel independen atau bebas dengan notasi penyebutan yakni “X” yang meliputi variabel <italic id="_italic-148">Leader Member Exchange</italic> dengan 3 butir pernyataan, <italic id="_italic-149">Islamic Work Ethic</italic> dengan 7 pernyataan. Serta variabel Intervening yaitu <italic id="_italic-150">Organizational Citizenship Behavior</italic> dengan 5 butir pernyataan dan variabel dependen atau variabel bebas yaitu <italic id="_italic-151">Kinerja Karyawan </italic>dengan 5 butir pernyataan.</p>
      <p id="_paragraph-44">Persepsi responden terdapat butir pernyataan dibedakan kedalam tingkatan interval yaitu : Sangat Tidak Setuju (STS), dengan skor 1, Tidak Setuju (ST), dengan skor 2, Netral (N), dengan skor 4, Sangat Setuju (SS), dengan skor 5. Jawaban responden terhadap butiran pernyataan dapat dijabarkan pada tabel berikut ini :</p>
      <p id="_paragraph-45">
        <italic id="italic-e1f8ca7a7b2c310d8e680e8850892047">Supplementary File</italic>
      </p>
      <p id="paragraph-1438afabe35b711577a148ec7d9de9e5"><bold id="bold-66d3ca1f4d51fe4cd2321f2c2c9179eb">Gambar 2. </bold>Tabel Frekuensi Tanggapan Variabel <italic id="italic-4b7eb3292e082fd922e0814fa31ce3b9">Leader Member Exchange</italic> (X<sub id="subscript-3651e5083dbec5d864eb4405d1c110c2">1.</sub>)</p>
      <p id="paragraph-1673ba7c8cddefce43bf3005091b4966"><bold id="bold-865238e6a1266ddf251a2dff1884f5d3">Sumber : </bold>Data primer yang diolah oleh penelitian</p>
      <p id="_paragraph-46">Berdasarkan data yang telah diolah pada penelitian ini yang melihat tabel diatas, dapat disimpulkan bahwa tanggapan responden mengenai variabel <italic id="_italic-152">Leader Member Exchange</italic> (X<sub id="_subscript-8">1.</sub>) bersifat setuju dengan jumlah prosentase terbesar (46%) atau 46 orang dari pernyataan 100 responden, sedangkan pernyataan sebesar (6%) menyatakan netral dari 6 responden, sebesar (4%) responden menyatakan tidak setuju dari 4 orang, dan sisanya 4% menjawab sangat tidak setuju dari 4 orang.Responden pada indikator kedua atau X<sub id="_subscript-9">1.2</sub> bersifat setuju dengan jumlah prosentase terbesar (48%) atau 48 orang dari pernyataan 100 responden, sedangkan pernyataan sebesar (36%) menyatakan sangat setuju dari 36 responden, 7% responden menyatakan netral dari 7 orang, 6% menjawab tidak setuju dari 6 orang dan sisanya 3% menyatakan sangat tidak setuju 3 orang. Tanggapan responden pada indikator ketiga atau X<sub id="_subscript-10">1.3</sub> sangat setuju dengan jumlah prosentase terbesar (50%) atau 50 orang dari pernyataan 100 responden, sedangkan pernyataan sebesar (33%) menyatakan setuju dari 33 responden, (6% )menyatakan netral dari 6 0rang, (8%) responden menyatakan tidak setuju dari 8 orang, dan sisanya 3% menjawab sangat tidak setuju dari 3 orang.</p>
      <p id="paragraph-3bd008a2126d1935437b20d3ddd4cf76">
        <italic id="italic-82e5e22cb82ab970a6db6e59b6a53d0d">Supplementary File</italic>
      </p>
      <p id="paragraph-2182558769424f46a2da7f1973dbfff3"><bold id="bold-7dcdc9c32a6c42fa8a065bcc08e71446">Gambar 3. </bold>Tabel Frekuensi Tanggapan Variabel <italic id="italic-a41878ca41921db2289e473320cf1a3b">Islamic Work Ethic</italic> (X<sub id="subscript-4065dc9adf7c1ebcedad552ebc524d15">2</sub>)</p>
      <p id="paragraph-e203fd824978afc9b9627430fced3c9f"><bold id="bold-ff128cfd7ef9bd2e323b9a56d44907de">Sumber : </bold>Data primer yang diolah oleh penelitian</p>
      <p id="_paragraph-47">Berdasarkan data yang telah diolah pada penelitian ini yang melihat tabel diatas, dapat disimpulkan bahwa variabel <italic id="_italic-153">Islamic Work Ethic</italic> (X<sub id="_subscript-11">2</sub>) indikator pertama (X<sub id="_subscript-12">2.1</sub>) yakni dilihat jumlah rata-rata terbesar pada skala <italic id="_italic-154">likert</italic> sangat setuju dengan jumlah prosentase sebesar (62%) atau 62 orang dari pernyataan 100 responden, 28 orang menjawab setuju dengan prosentase 28%, tanggapan netral dari 3 orang dengan prosentase (3%), 3 orang menanggapi tidak setuju dengan prosentase (3%), sisanya tanggapan sangat tidak setuju dari 4 orang dengan presentase sebesar (4%).Tanggapan dari variabel <italic id="_italic-155">Islamic Work Ethic</italic> (X₂) indikator kedua (X<sub id="_subscript-13">2.2</sub>) yakni dilihat jumlah rata-rata terbesar pada skala <italic id="_italic-156">likert</italic> netral dengan jumlah prosentase sebesar (3%) atau 3 orang dari pernyataan 100 responden, 6 orang menjawab tidak setuju dengan prosentase 6%, tanggapan setuju dari 25 orang dengan prosentase 25%, 2 orang menanggapi sangat tidak setuju dengan prosentase 2% dan 64 orang menanggapi sangat setuju dengan prosentase 64%.Tanggapan dari variabel <italic id="_italic-157">Islamic work ethic</italic>(X<sub id="_subscript-14">2</sub>) indikator ketiga (X<sub id="_subscript-15">2.3</sub>) yakni dilihat jumlah rata-rata terbesar pada skala <italic id="_italic-158">likert</italic> netral dengan jumlah prosentase sebesar (9%) atau 9 orang dari pernyataan 100 responden, 3 orang menjawab tidak setuju dengan prosentase 3%, tanggapan setuju dari 34 orang dengan prosentase 34%, tanggapan sangat tidak setuju 3% dari 3 orang dan sisanya 51% menanggapi sangat setuju sebanyak 51 orang.Tanggapan dari variabel <italic id="_italic-159">Islamic work ethic</italic>(X<sub id="_subscript-16">2</sub>) indikator keempat (X<sub id="_subscript-17">2.4</sub>) yakni dilihat jumlah rata-rata terbesar pada skala <italic id="_italic-160">likert</italic> netral dengan jumlah prosentase sebesar (9%) atau 9 orang dari pernyataan 100 responden, 3 orang menjawab tidak setuju dengan prosentase 3%, tanggapan sangat tidak setuju dari 1 orang dengan prosentase 1%, tanggapan setuju 40% dari 40 orang dan sisanya 47% menanggapi sangat setuju sebanyak 47 orang.Tanggapan dari variabel <italic id="_italic-161">Islamic work ethic</italic> (X<sub id="_subscript-18">2</sub>) indikator kelima (X<sub id="_subscript-19">2.5</sub>) yakni dilihat jumlah rata-rata terbesar pada skala <italic id="_italic-162">likert</italic> yakni setuju dengan jumlah prosentase sebesar (51%) atau 54 orang dari pernyataan 105 responden, 31 orang menjawab netral dengan prosentase 30%, tanggapan sangat setuju dari 12 orang dengan prosentase 11%, tanggapan tidak setuju 5% dari 5 orang dan sisanya 3% menanggapi sangat tidak setuju sebanyak 3 orang.</p>
      <p id="paragraph-7ad0ca36508a2ac92e2d9c2e172d24a6">
        <italic id="italic-6c155b1e5462877bd8d118530d9b7c80">Supplementary File</italic>
      </p>
      <p id="paragraph-9d7aa141467ce44674f45e75827425e1"><bold id="bold-0be12b148b16c8e115543118154fcec7">Gambar 4. </bold>Tabel Frekuensi Tanggapan Variabel Kinerja Karyawan (Y)</p>
      <p id="paragraph-38822853a06e869f927c2dedc097906b"><bold id="bold-4d17c08adf908b13971990a4cc9aa14e">Sumber : </bold>Data primer yang diolah oleh penelitian</p>
      <p id="_paragraph-48">Berdasarkan data yang telah diolah pada penelitian ini dengan melihat tabel diatas, dapat disimpulkan bahwa tanggapan responden mengenai variabel Kinerja Karyawan (Y) yang akan dibahas berdasarkan pernyataan yang ada pada kuisioner. (Y<sub id="_subscript-20">1.1</sub>) indikator pertama bersifat sangat setuju dengan jumlah prosentase terbesar (41%) atau 41 orang dari pernyataan 100 responden, sedangkan pernyataan lain sebesar (1%) menyatakan sangat tidak setuju dari 1 responden, (7%) menyatakan tidak setujul 7 orang, 7% menyatakan netral sebanyak 7 responden dan sisanya 1 orang menyatakan sangat tidak setuju dengan prosentase 1%. Tanggapan responden pada Y<sub id="_subscript-21">1.2</sub> (indikator kedua) bersifat netral setuju dengan jumlah prosentase terbesar (14%) atau 14 orang dari pernyataan 100 responden, 44 orang menyatakan setuju dengan prosentase 44%, sedangkan tanggapan netral dari 14 orang dengan prosentase 14%. 9 responden menanggapi tidak setuju dengan prosentase 9% dan sisanya 2 responden menanggapi sangat tidak setuju dengan prosentase 2%. Tanggapan responden pada indikator ketiga atau Y<sub id="_subscript-22">1.3</sub> bersifat setuju dengan jumlah prosentase terbesar (53%) atau 53 orang dari pernyataan 100 responden, 9 orang menanggapi netral dengan prosentase 9%, tanggapan tidak setuju dari 5 orang dengan prosentase 5% dan sisanya 29 orang memilih sangat setuju dengan prosentase 29%. Tanggapan responden pada indikator keempat atau Y<sub id="_subscript-23">1.4</sub> bersifat tidak setuju dengan jumlah prosentase terbesar (7%) atau 7 orang dari pernyataan 100 responden, 40 orang menanggapi setuju dengan prosentase 53%, tanggapan netral dari 6 orang dengan prosentase 6% dan sisanya 32 orang memilih sangat setuju dengan prosentase 32%. Tanggapan responden pada indikator kelima atau Y<sub id="_subscript-24">1.5</sub> bersifat setuju dengan jumlah prosentase terbesar (48%) atau 48 orang dari pernyataan 100 responden, 5 orang menanggapi tidak setuju dengan prosentase 5%, tanggapan netral dari 6 orang dengan prosentase 6%, dan sisanya 37 orang menanggapi sangat setuju dengan prosentase 37%.</p>
      <p id="paragraph-6371dcc0878d7fb1e2a2676ecdd8302e">
        <italic id="italic-ebb9321d34001f5c161aa983cdf2ac2f">Supplementary File</italic>
      </p>
      <p id="paragraph-8659d70ca59abfa348ea8a1b8605df97"><bold id="bold-ced0226f4a1be9e2e313060483130624">Gambar 5. </bold>Tabel Frekuensi Tanggapan Variabel <italic id="italic-abb538d9255a27e701d748469f25ce2b">Organizational citizenship behavior</italic> (Z)</p>
      <p id="paragraph-97194df62f7f4d2752e835a8a417cef3"><bold id="bold-32a3cc1fd049309934aca5ab02d73f52">Sumber : </bold>Data primer yang diolah oleh penelitian</p>
      <p id="_paragraph-49">Berdasarkan data yang telah diolah pada penelitian ini maka, dapat disimpulkan bahwa tanggapan responden mengenai variabel <italic id="_italic-163">Organizational citizenship behavior</italic> (Z) yang terurai dalam setiap pernyataan kuisioner (Z<sub id="_subscript-25">1.1</sub>) bersifat sangat setuju dengan jumlah prosentase terbesar (49%) atau 49 orang dari pernyataan 100 responden, sedangkan pernyataan lain sebesar (6%) menyatakan tidak setuju dari 6 responden, (4%) menyatakan netral dari 4 responden, dan sisanya 1% menyatakan sangat tidak setuju dengan prosentase 1%. Tanggapan responden pada indikator kedua atau Z<sub id="_subscript-26">1.2 </sub>bersifat sangat setuju dengan jumlah prosentase terbesar (40%) atau 40 orang dari pernyataan 100 responden, 40 orang menyatakan setuju dengan prosentase 40%, 4 orang menyatakan netral dengan prosentase 4% dan sisanya tidak setuju dari 3 orang dengan prosentase 3%. Tanggapan responden pada indikator ketiga atau Z<sub id="_subscript-27">1.3 </sub>bersifat sangat setuju 48 orang dengan jumlah prosentase terbesar (48%) dari pernyataan 100 responden, 42 orang menanggapi setuju dengan prosentase 42%,sedangkan yang menanggapi netral 5 responden dengan prosentase 5%, dan sisanya 4 orang menyatakan tidak setuju dengan prosentase 4%. Tanggapan responden pada indikator kedua atau Z<sub id="_subscript-28">1.4 </sub>bersifat sangat setuju dengan jumlah prosentase terbesar (49%) atau 49 orang dari pernyataan 100 responden, 38 orang menyatakan setuju dengan prosentase 38%, 7 orang menyatakan netral dengan prosentase 7% dan sisanya tidak setuju dari 3 orang dengan prosentase 3%. Tanggapan responden pada indikator kedua atau Z<sub id="_subscript-29">1.5 </sub>bersifat setuju dengan jumlah prosentase terbesar (34%) atau 34 orang dari pernyataan 100 responden, 54 orang menyatakan setuju dengan prosentase 54%, 9 orang menyatakan netral dengan prosentase 9% dan sisanya tidak setuju dari 2 orang dengan prosentase 2%.</p>
      <p id="paragraph-daff50cbf9afa588b286046f4755c7cb">B. Analisis Data</p>
      <p id="paragraph-49d423bc7033e9a07db75a3959298b93">1. Model Pemgukuran (<italic id="italic-1">outer model)</italic></p>
      <p id="_paragraph-50">Pada penelitian ini menggunakan software SmartPLS untuk menganalisis datanya. Berikut ini merupakan model skema yang diujikan :</p>
      <p id="_paragraph-51">
        <italic id="italic-18105463aa92f28914bcf1cadacd952a">Supplementary File</italic>
      </p>
      <p id="paragraph-1b09e33cc5634422f5058daa28524206"><bold id="bold-3c720ac29e4e7ba747e5a2789905c84d">Gambar 6. </bold>Outer Model</p>
      <p id="_paragraph-52">Pada skema diatas menspesifikasikan hubungan antar variabel laten dengan indikator-indikatornya, dengan kata lain outer model menjelaskan bagaimana setiap variabel berhubungan dengan variabel lainnya. Pada outer model uji yang dilakukan diantara</p>
      <p id="paragraph-93d2a75bfc516346a2a6b3570e544489">a. Uji Validitas</p>
      <p id="paragraph-3d8f1d61caa49e38e19faba68d146963">a) <italic id="italic-0b71934a25149fef5d958054c84d0405">Convergent Validity</italic></p>
      <p id="_paragraph-53">Hasil Untuk menguji <italic id="_italic-164">convergent validity</italic> digunakan nilai outer loading atau <italic id="_italic-165">loading factor.</italic> Suatu indikator dinyatakan memenuhi <italic id="_italic-166">convergent validity</italic> dalam kategori baik apabila nilai outer loading &gt;0,7.Berikut adalah nilai <italic id="_italic-167">outer loading</italic> dari masing-masing indikator pada variabel penelitian:</p>
      <p id="_paragraph-54">
        <italic id="italic-144a60b120836936990c34f0e76feacd">Supplementary File</italic>
      </p>
      <p id="paragraph-00988eb5f4c74d2dc00a90f6e0376f66"><bold id="bold-0a20894504b29ff41429dde7cd0d5423">Gambar 7. </bold>Outer Loading</p>
      <p id="_paragraph-55"><bold id="bold-c2199c155c90b9a7080e5148f7acbee7">Sumber :</bold> Output SmartPLS, Data diolah, 2021</p>
      <p id="_paragraph-56">Berdasarkan data dalam tabel 4.5 diatas, menunjukkan bahwa masing- masing indikator variabel banyak yang memiliki nilai <italic id="_italic-168">outer loading</italic> &gt;0,7. Tetapi masih terdapat beberapa indikator yang memiliki nilai <italic id="_italic-169">outer loading</italic> &lt;0,7.) nilai <italic id="_italic-170">outer loading</italic> antara 0.5- 0.6 sudah cukup untuk memenuhi syarat <italic id="_italic-171">convergent validity</italic>. Dapat diketahui dari data diatas tidak ada indikator variabel yang nilai <italic id="_italic-172">outer loading</italic> nya dibawah 0,5 daapat diartikan semua indikator dinyatakan layak atau valid untuk digunakan analisis lebih lanjut [8].</p>
      <p id="paragraph-996842538a906fe6f55df269529d849c">b. <italic id="_italic-174">Discriminant Validity</italic> </p>
      <p id="_paragraph-57">Uji <italic id="_italic-175">discriminant validity</italic> ini menggunakan nilai <italic id="_italic-176">cross loading</italic>. Apabila nilai <italic id="_italic-177">cross loading</italic> pada indikator variabelnya terbesar dibandingkan variabel lainnya dapat artikan indikator itu telah memenuhi syarat <italic id="_italic-178">discriminant validity</italic> [8]. Berikut ini adalah nilai <italic id="_italic-179">cross loading</italic> masing-masing indikator:</p>
      <table-wrap id="_table-figure-1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <title>Nilai Cross</title>
          <p id="_paragraph-58">Output SmartPLS, data diolah 2021</p>
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-42dc42f6356086af469c96b2d9b8f0ff">
              <td id="table-cell-aa04a4942f74ca412a9fd4cb4da993f1" rowspan="2">Indikator</td>
              <td id="table-cell-9361d99549e48132dcc3d248ff36bf41" colspan="4">Variabel</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-79c14712f5f29948bcc4662a71c6168d">
              <td id="table-cell-ca579557e8a2f5952845852fadd986fe">Leader Member Exchange</td>
              <td id="table-cell-afd28dc14d2d5cee76697eec2f1c00fb">Islami c Work Ethic</td>
              <td id="table-cell-3f1863c1017f0e33ac6d332f80cb39d1">Kinerja Karyawan</td>
              <td id="table-cell-2bbdfe6adf04c14adfa121a00b1b4a5f">Organizational Citizenship Behavior</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-53430df6eccb643df25d3fae38825cb2">
              <td id="table-cell-43dd173f1afd566a115377b74a3815ba">X1.1</td>
              <td id="table-cell-575da0b217f14cfed374748d7e79db96">0.888</td>
              <td id="table-cell-784f0767d52b71243931426370a8c392">0.726</td>
              <td id="table-cell-6a56696c334bac9df44218183468c046">0.726</td>
              <td id="table-cell-f9ca67ccc189641e32b2b4c7b08b038b">0.522</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-64e5eda716cf38335e099f3adbcaec07">
              <td id="table-cell-9507034bf9d5cd34b34acd3c603b3d49">X1.2</td>
              <td id="table-cell-17e54b25aa2906b575db6488f032176d">0.877</td>
              <td id="table-cell-b9877d17f0c98730beb47b9873cebadd">0.601</td>
              <td id="table-cell-163e88538953e4194bbe089310199ef5">0.630</td>
              <td id="table-cell-d999c19ac3e8627cacfaa06e3f73f414">0.458</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-b0ec4e38106646f8d98ae391774e7ed7">
              <td id="table-cell-522ff6d5d469e12bfa6dad69bc77dd2f">X1.3</td>
              <td id="table-cell-7df7c84cdd7a35c96d876216ca61a025">0.881</td>
              <td id="table-cell-48d79988f27797abc60b7b0e95b20cfc">0.706</td>
              <td id="table-cell-d274b21fc80a8717992cc665e46d4db8">0.727</td>
              <td id="table-cell-65d23bce5eefbf54728e8f0ea3ffc9f4">0.580</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-069f21774996bf8c4fc62218afc4cbae">
              <td id="table-cell-6d00d2d0d67666118d5364a5bcd708ef">X2.1</td>
              <td id="table-cell-45ec8b001195ec5fdb340f7b06007acd">0.690</td>
              <td id="table-cell-3c202b1925ac1541fad3b022388f3c42">0.886</td>
              <td id="table-cell-bfcb9fc048793c07a3e0f7758f6b959a">0.702</td>
              <td id="table-cell-b1c84aac6f93da5450e7e5b54ad3c75f">0.583</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-b7a632af1dc113f7a88ab7f8b56f49cf">
              <td id="table-cell-205d0762b144e1a1733c9cd71d9c98b5">X2.2</td>
              <td id="table-cell-a14a9f8bc1dfe2745b3a8a59b9881ac0">0.742</td>
              <td id="table-cell-07fdecd93a6702975f673c6730ba6e72">0.914</td>
              <td id="table-cell-5d842361472a2d7a55dbf28dd7a8fc7f">0.770</td>
              <td id="table-cell-df8136f85c213e44b6e845515508c4a8">0.614</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d5ace20921500dc3932195d850d32007">
              <td id="table-cell-682e4f0e3832f05a268acb765b44bb57">X2.3</td>
              <td id="table-cell-f7bfbbbfbd1ece71bac60769e6dc39bb">0.663</td>
              <td id="table-cell-8ef922bfd14cbbf8445f29ba086edeac">0.838</td>
              <td id="table-cell-fec1acc14baa416b71d380e53c6ec2c2">0.671</td>
              <td id="table-cell-07026d1922f81c692d9107d37ba513ae">0.538</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-e43f00cdaabb0f8e8499c6af08ceac58">
              <td id="table-cell-7fc3f5ae55579c9943b17bab1a4940eb">X2.4</td>
              <td id="table-cell-b06662b24b6a2c18ba0d6e395c076b0d">0.628</td>
              <td id="table-cell-21e709a1538559b62e4b7af18d68e2c3">0.847</td>
              <td id="table-cell-6a46b57048cb80554da708667aa808aa">0.629</td>
              <td id="table-cell-178c383559ab0ef740167191c28bf4b8">0.496</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-72e2835bcf3352aa9072c423ae0e8cae">
              <td id="table-cell-7710d22c56053e97442f566e2b968db4">X2.5</td>
              <td id="table-cell-37a2dcbc82ea4326fc2e3cef48c36b3e">0.687</td>
              <td id="table-cell-97dedb2b56e65b786d5adb185fa46a0d">0.882</td>
              <td id="table-cell-06eaa59af367219816bd0178857ac35c">0.710</td>
              <td id="table-cell-d1704a6ea27be29c08bc979615abd947">0.579</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-c1498732577722410164a54e1f61fe3c">
              <td id="table-cell-55f3a533e55184711a09ba3ee28dc76d">X2.6</td>
              <td id="table-cell-abe4a12a36b979a3caf89298e62e02f2">0.604</td>
              <td id="table-cell-f434d3744ce72790ab4d2a3c9468a00a">0.818</td>
              <td id="table-cell-025083e510963a4071a3ff6dd9e3227e">0.687</td>
              <td id="table-cell-20f7fe6d95e1c59c84b21c60bd81e13b">0.589</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-ebdb242291bc1ec00e6479cb5f48ed91">
              <td id="table-cell-f83bcffb35db9b351b8dea919e2f1223">X2.7</td>
              <td id="table-cell-f849cd109ce94057d628457f56945015">0.610</td>
              <td id="table-cell-d55088c8af16748bd2d608d3efe03129">0.812</td>
              <td id="table-cell-ff6c257bbdd566cdfbdc275ab5e0d00c">0.629</td>
              <td id="table-cell-b68429b32680dd4c12d8edb5026e4792">0.493</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-144532eb4822bff3124ab8f5c5619833">
              <td id="table-cell-f2179b88237333b6c7b631c81e5fb1ce">Y.1</td>
              <td id="table-cell-77cabb313775972128cadf8e37ae2a62">0.593</td>
              <td id="table-cell-3f73a67c1b815dc114803e55f615ce00">0.674</td>
              <td id="table-cell-10de95ab6b326e5f611ea213281ec77a">0.754</td>
              <td id="table-cell-8a1a6aa99957295a183a6d29066b8b90">0.501</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-a8f7685d0697577bdf4414049947032b">
              <td id="table-cell-c4d26a92ea38e05d5660b04387ca9d6b">Y.2</td>
              <td id="table-cell-0a3d1f94b72fe3cac578dd05c1d679b2">0.629</td>
              <td id="table-cell-7db31579d59b816e87a132da98bd5d63">0.628</td>
              <td id="table-cell-083ceb147747bfb9b89a2a8e54b98969">0.807</td>
              <td id="table-cell-cd6fa48eba2319dd76bbdd46defcee3c">0.516</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-ba9e4ed6085cbe2931bfe8859fe920b4">
              <td id="table-cell-2e31a333d0b13abfa1eaf2ff5f90fda5">Y.3</td>
              <td id="table-cell-4658485e0eafbd2ab476cefb0b483fdb">0.672</td>
              <td id="table-cell-a2b1ef7c26832f38523cdb12f97dcf4c">0.612</td>
              <td id="table-cell-df42213d3abe03569b3fc7ad6cfa5ac2">0.840</td>
              <td id="table-cell-878737224d6e04e036033b78003e89fa">0.599</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-f0b5000d40566e634666338effd2502f">
              <td id="table-cell-844b5419a18c893965a1b7ba52b883fc">Y.4</td>
              <td id="table-cell-b96b0c691aeb5ab9b664ddc0c3801654">0.697</td>
              <td id="table-cell-911d5499898fb8e5798875ae5c6363d6">0.715</td>
              <td id="table-cell-7e222dfa7b3c8e23356bf504d731332f">0.856</td>
              <td id="table-cell-e94003f3c9b95a036b61b3bd475f797d">0.622</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-a8ec738c1780afbf036554037f4dcb54">
              <td id="table-cell-933c8b49e69f847f6e106cf1a8920e95">Y.5</td>
              <td id="table-cell-4879edf8e3aeb4fd9256b939e825f7d4">0.665</td>
              <td id="table-cell-7002b71d7635667220213cbadc589a3a">0.676</td>
              <td id="table-cell-4a0f1cb0f96965a5f39e5ce3544cbc60">0.861</td>
              <td id="table-cell-a92ac239fb1c15c3e6a786cc4f690a46">0.697</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-7b400fb337fd5581d731c6750265a6fb">
              <td id="table-cell-fd5edb868ae4dde4559adac7a4508961">Z.1</td>
              <td id="table-cell-c281e28c4321af92eb5724439eb16062">0.549</td>
              <td id="table-cell-cecb9f21e832b972f2d1471f1c96559f">0.509</td>
              <td id="table-cell-9510d93b9b401e48e0435f1ab5df3a9e">0.601</td>
              <td id="table-cell-5e5385048448a02d4bf0547ddefb1cf7">0.824</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-37a14afbd26b0bf156b7d2000e0165d5">
              <td id="table-cell-4d4b1416cceadd59bdda681dcffad933">Z.2</td>
              <td id="table-cell-b457383c6a8e5932ab7e7b612f3953d8">0.566</td>
              <td id="table-cell-6f2e5d749a1f7850d91c0e8d600c4837">0.581</td>
              <td id="table-cell-da644514a8b178a9830d52b85a9b43d4">0.685</td>
              <td id="table-cell-b0c202bbe9d65ddb29d1efb1d205b6bc">0.892</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-19a625452f5bde01c25a0b2e8b99f2de">
              <td id="table-cell-bea84afa40b471dc31f91e640f61638a">Z.3</td>
              <td id="table-cell-0b8d3f0ef7a19cf96e68d824314af406">0.518</td>
              <td id="table-cell-3a3fc765987cdfc9228d8733ca2b800b">0.605</td>
              <td id="table-cell-e35c561ff725589db733ad6e64cbba42">0.609</td>
              <td id="table-cell-fc94e6bf389395ac6a4685c29b80d0a5">0.865</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-85fce69a8f941e64c820383ce4a00a89">
              <td id="table-cell-af142c34c24269d31845c106f4c46dd1">Z.4</td>
              <td id="table-cell-fa2185479af7f9ee9a919f9fda3685b6">0.494</td>
              <td id="table-cell-7e4ef4cd89336dce2984dbf4cf2bfde6">0.613</td>
              <td id="table-cell-424c4c54589010f02bb85316c57f9c07">0.609</td>
              <td id="table-cell-2c35b8346660a74a5bd0bd25f04d6a01">0.883</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-e05af7094a1791349d8b2afe2d83ac07">
              <td id="table-cell-29c0d09881da253a370860bf2f41a0cf">Z.5</td>
              <td id="table-cell-7fc44ba358bb305336f8b265cb34edf7">0.305</td>
              <td id="table-cell-fb8caaca9995a6a8f090104a45d84c46">0.368</td>
              <td id="table-cell-0bb6a1e65d3b87694844990f2c3177bf">0.453</td>
              <td id="table-cell-da17b5b900bc605bb2a18fd0811f6357">0.690</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-60">Berdasarkan tabel 4.6 diatas dapat diketahui bahwa masing-masing indikator pada setiap variabel mempunyai nilai <italic id="_italic-190">cross loading</italic> terbesar pada variabel yang dibentuknya dibandingkan dengan nilai <italic id="_italic-191">cross loading</italic> pada variabel yang lain, dari hasil yang diperoleh tersebut dapat disimpulkan bahwa indikator yang digunakan pada penelitian ini sudah memiliki discriminant validity yang baik dalam menyusun variabelnya masing- masing.</p>
      <p id="paragraph-9f3bac2dfc5c53e2caf214fcce7c894f">b. Uji Reabilitas</p>
      <p id="paragraph-95b751e8512b66606e94bdfa8df40582">a) <italic id="italic-7c3bdb4508617b72815398fca777788a">Composite Reliability</italic></p>
      <p id="_paragraph-61"><italic id="_italic-192">Composite reliability</italic> digunakan untuk menguji nilai reliabilitas indikator pada setiap variabel, suatu varibael dapat dikatakan telah memenuhi syarat <italic id="_italic-193">composite reliability</italic> apabila memiliki nilai &gt;0.6 [8]. Berikut ini merupakan nilai <italic id="_italic-194">compositereliabilit</italic>y dari masing-masing variabel dalam penelitian ini :</p>
      <p id="_paragraph-62">
        <italic id="italic-5addbaf0c1aabc3754bc87207c66f5e3">Supplementary File</italic>
      </p>
      <p id="paragraph-6203b1b1fff8a968d8ddca9847245a1e">
        <bold id="bold-75f118b410f4b58cb115712419489e06">Gambar 8. </bold>
        <italic id="_italic-195">Composite Reliability</italic>
      </p>
      <p id="paragraph-35182251a0e8bcc876938cae0d1d50f6"><bold id="bold-505dc78bb7408f67fb3da96b63ceaa6d">Sumber :</bold> Output SmartPLS, Data diolah, 2021</p>
      <p id="_paragraph-64">Berdasarkan tabel 4.7 dapat diketahui bahwa nilai <italic id="_italic-196">composite reliability</italic> semua variabel dalam penelitian ini adalah &gt;0.6 hal ini menunjukkan bahwa masing-masing variabel telah memenuhi syarat <italic id="_italic-197">composite reliability</italic> sehingga dapat disimpulkan bahwa semua variabel memiliki nilai reliabilitas yang baik.</p>
      <p id="paragraph-7dea22848c9a75dc20f201b51171bf05">b) <italic id="_italic-199">Average Variance</italic><italic id="_italic-200">Extracted</italic> (AVE)</p>
      <p id="_paragraph-65">Konstruk model dapat dinyatakan mempunyai reliabilitas yang tinggi jika AVE memiliki nilai diatas 0,50. Jika AVE &gt;0,50 maka dapat diartikan reliabel [8]. Berikut merupakan tabel nilai AVE dari seluruh variabel</p>
      <p id="_paragraph-66">
        <italic id="italic-d09b95d901160c6e64afcc5127c557a8">Supplementary File</italic>
      </p>
      <p id="paragraph-801b5f98dc52a1e74cadc69ce38e3318"><bold id="bold-de0843989da571854b9769521165e7f0">Gambar 9. </bold><italic id="_italic-201">Average Variance Extracted</italic> (AVE)</p>
      <p id="paragraph-53d4d0b5cf42df0a61b33b4163909c22"><bold id="bold-859a756678bb23f455ac96adf46bea28">Sumber :</bold> Output SmartPLS, Data diolah, 2021</p>
      <p id="_paragraph-68">Berdasarkan tabel 4.8 diatas menunjukkan bahwa nilai AVE untuk semua variabel yakni &gt;0.50 yang berarti bahwa semua variabel dapat dinyatakan reliabel.</p>
      <p id="paragraph-25b12997c519b534ccd0f92b5fc489e5">2. Model Struktural ( <italic id="italic-e63e6e38236818d794ae8a9a42bbec52">Inner model )</italic></p>
      <p id="_paragraph-69"><italic id="_italic-202">Inner model</italic> atau model struktural digunakan untuk mengetahui hubungan antar konstruk, <italic id="_italic-203">R-Square</italic> dan nilai signifikasi dari model penelitian.Model ini dievaluasi menggunakan<italic id="_italic-204"> R-Square</italic> untuk konstruk dependent dari koefisien parameter jalur struktural. Berikut ini merupakan model struktural dari penelitian ini</p>
      <p id="_paragraph-70">
        <italic id="italic-a9d04bbce10b18715b6fb0ccab24510c">Supplementary File</italic>
      </p>
      <p id="paragraph-fa860eee5da9e3bd80d4c04ccb997a3c"><bold id="bold-543a738aada32d6d125ac8e6191457b5">Gambar 10. </bold>Inner Model</p>
      <p id="_paragraph-71">Penilaian model dalam SmartPLS dimulai dengan melihat <italic id="_italic-205">R-Square</italic> untuk setiap variabel laten dependent. Apabila hasil dari <italic id="_italic-206">R-Square</italic> &gt;0,67 mengidentifikasikan pengaruh yang baik antara variabel eksogen terhadap variabel endogen, sedangkan jika nilai <italic id="_italic-207">R-Square</italic> 0,33-0,66 maka termasuk dalam kategori sedang dan jika nilai dari <italic id="_italic-208">R-Square</italic> 0,19-0,32 maka termasuk dalam kategori lemah [8]. Berikut ini merupakan hasil <italic id="_italic-209">R-Square</italic> dengan menggunakan SmarPLS :</p>
      <p id="_paragraph-72">
        <italic id="italic-535db548fdc549fe2e011ef2baa80033">Supplementary File</italic>
      </p>
      <p id="paragraph-a07a8a0e570f169ba643de98ddb7065f"><bold id="bold-9e37976934ab8e1a0c1e321e73a7d8aa">Gambar 11. </bold>Nilai R-Square</p>
      <p id="paragraph-d8588c1564df412df00590fe3603e758"><bold id="bold-78dd6bdd9d6e17dd60af6a494b9609cd">Sumber :</bold> Output SmartPLS, Data diolah, 2021</p>
      <p id="_paragraph-74">Berdasarkan tabel 4.11 diatas dapat dilihat bahwa nilai <italic id="_italic-210">R-Square</italic> variabel Kinerja Karyawan (Y) Diperoleh sebesar 0.739. Perolehan nilai ini menjelaskan bahwa presentase besarnya variabel dari kinerja karyawan yang dijelaskan oleh audit internal sebesar 73.9%, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa nilai <italic id="_italic-211">R-Square</italic> dalam kategori baik. Untuk variabel <italic id="_italic-212">Organizational citizenship behavior</italic> (Z) diperoleh nila <italic id="_italic-213">R-Square </italic>sebesar 0,422. Perolehan nilai ini memiliki arti bahwa presentase besarnya variabel <italic id="_italic-214">Organizational Ctizenship Behavior</italic> (Z) yang dijelaskan oleh audit internal sebesar 42,2%, maka dapat disimpulkan bahwa nilai <italic id="_italic-215">R-Square</italic> variabel <italic id="_italic-216">organizational citizenship behavior</italic> dalam kategori sedang.</p>
      <p id="paragraph-0c4db667cb933eb8b2ff3a1d38862ed0">3. Uji Hipotesis</p>
      <p id="_paragraph-75">Berdasarkaan olah data yang sudah dilakukan, hasil yang diperoleh digunakan untuk menjawab hipotesis pada penelitian ini. Uji dalam penelitian ini dilakukan dengan melihat nilai dari koefisien, jika nilai koefisien negatif maka hipotesis dapat dinyatakan adanya hubungan yang positif, serta hipotesis penelitian ini dapat dinyatakan diterima secara signifikan apabila nilai dari <italic id="_italic-218">P-Values</italic> &lt;0,05 dan t-statistik &gt;1,96. Berikut ini merupakan hasil uji hipotesis yang diperoleh dalam penelitian ini :</p>
      <p id="_paragraph-76">
        <italic id="italic-15a32eb763a7a2c3ef09fdcb0569af16">Supplementary File</italic>
      </p>
      <p id="paragraph-c9c15aeed1b3747a5ccbad1b9fbf2158">
        <bold id="bold-7d48a94bae02b8d960efdbd1e7e31127">Gambar 12.</bold>
        <italic id="_italic-219">Bootstraping</italic>
      </p>
      <p id="paragraph-620ddc4b2d7832a2ce334b2e67097d8f"><bold id="bold-8e7919e6ec9fb6204f6fa7b3cfb63450">Sumber :</bold> Output SmartPLS, Data diolah, 2021</p>
      <p id="paragraph-1a70f2f4517c6d16047e3b0957781cea">1) Pengujian Hipotesis 1 (<italic id="italic-748a2895f761c2fbea820e330c965a7f">leader Member Exchange</italic> Berpengaruh Positif dan Signifikan terhadap Kinerja Karyawan)</p>
      <p id="_paragraph-78">Hasil dari pengujian hipotesis pertama menunjukkan bahwa hubungan <italic id="_italic-220">variabel Leader Member Exchange</italic> (X1) dengan kinerja karyawan (Y) menunjukkan nilai koefisien sebesar 0.451 dengan nilai t-statistik sebesar 4.822 &gt; t- tabel (1.960) dan <italic id="_italic-221">P -values</italic> sebesar 0.000 &lt; 0.05. hasil pengujian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa <italic id="_italic-222">Leader Member Exchange</italic> memiliki hubungan yang positif dan berpengaruh secara signifikan terhadap Kinerja Karyawan yang memiliki arti hipotesis 1 dapat diterima.</p>
      <p id="paragraph-82d4ab156a1ac6ef0d87829a3bee0239">2) Pengujian Hipotesis 2 (<italic id="italic-93196936def189a7167a7fb662810336">Islamic Work Ethic</italic> Berpengaruh Positif dan Signifikan terhadap Kinerja Karyawan)</p>
      <p id="_paragraph-79">Hasil dari pengujian hipotesis kedua menunjukkan bahwa hubungan variabel <italic id="_italic-223">Islamic Work Ethic</italic> (X2) dengan Kinerja Karyawan (Y) menunjukkan nilai koefisien sebesar 0.236 dengan nilai t-statistic sebesar 2.108 &gt; t -tabel (1.960) dan P -values sebesar 0.036 &lt; 0.05, maka hasil dapat ditarik kesimpulan bahwa <italic id="_italic-224">Islamic Work Ethic</italic> memiliki hubungan yang positif dan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan, yang berartihipotesis 2 dapat diterima</p>
      <p id="paragraph-5a37ad7af4e3543f6990f96f3fea1727">3) Pengujian Hipotesis 3 ( <italic id="italic-ab83f615acf460b5dac602de26639f22">Leader Member Exchange</italic> Berpengaruh Positif dan Signifikan terhadap <italic id="italic-2">Organizational Citizenship Behavior</italic>).</p>
      <p id="_paragraph-80">Hasil dari pengujian hipotesis ketiga menunjukkan bahwa hubungan variabel <italic id="_italic-225">Leader Member Exchange </italic>(X1) dengan <italic id="_italic-226">Organizational Citizenship Behavior</italic> (Z) menunjukkan nilai koefisien sebesar 0.406 dengan nilai t-statistic sebesar 3.376 &gt; t-tabel (1.960) dan P-values sebesar 0.001 &lt; 0.05. hasil ini dapat disimpulkan bahwa <italic id="_italic-227">Leader Member Exchange</italic> memiliki hubungan yang positif dan berpengaruh secara signifikan terhadap <italic id="_italic-228">Organizational Citizenship Behavior</italic> yang berarti hipotesis 3 dapat diterima.</p>
      <p id="paragraph-288d25ebc83f40703f82beedf3c3f8d0">4) Pengujian Hipotesis 4 (<italic id="italic-b4a0e038a9917852391170f2c256778c">Islamic Work Ethic</italic> Berpengaruh Positif dan Signifikan terhadap Kinerja <italic id="italic-c0522bdd74a7408b8861872c70fb574c">Organizational Citizenship Behavior</italic>)</p>
      <p id="_paragraph-81">Hasil dari pengujian hipotesis keempat menunjukkan bahwa hubungan variabel <italic id="_italic-229">Islamic Work Ethic</italic> (X2) dengan <italic id="_italic-230">Organizational Citizenship Behavior</italic>(Y) menunjukkan nilai koefisien sebesar 0.311 dengan nilai t-statistic sebesar 2.497 &gt; t-tabel (1.960) dan P-values sebesar 0.013 &lt; 0.05. hasil uji ini dapat disimpulkan bahwa <italic id="_italic-231">Islamic Work Ethic</italic> memiliki hubungan yang positif dan berpengaruh secara signifikan terhadap <italic id="_italic-232">Organizational Citizenship Behavior</italic> yang berarti uji hipotesis 4 dapat diterima.</p>
      <p id="paragraph-cfd5c704e11475ca3b31b56e6bb07101">5) Pengujian Hipotesis 5 (<italic id="italic-6722d7315c81f6097176dbf0ef9e34a3">Organizational Citizenship Behavior</italic> Berpengaruh Positif dan Signifikan terhadap Kinerja Karyawan)</p>
      <p id="_paragraph-82">Hasil dari pengujian hipotesis kelima menunjukkan bahwa hubungan variabel <italic id="_italic-233">Organizational Citizenship Behavior</italic> (Z) dengan kinerja karyawan (Y) menunjukkan nilai koefisien sebesar 0.531 dengan nilai t-statistic sebesar 5.540 &gt; t-tabel (1.960) dan P-values sebesar 0.000 &lt; 0.05, maka hasil uji ini dapat disimpulkan bahwa komitmen organisasi memiliki hubungan yang positif dan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan, yang berarti hipotesis 5 dapat diterima.</p>
      <p id="paragraph-3f47a09f5bd2d574a1696b948bacaa2f">6) Pengujian Hipotesis 6 (<italic id="italic-0e8e44e75e5d31b53dd03e59917ec09d">Leader Member Exchange</italic> Berpengaruh Positif dan Signifikan terhadap Kinerja Karyawan dengan <italic id="italic-ccdf3808df6259f6dfa8834b695914a5">Organizational Citizenship Behavior</italic> Sebagai Variabel <italic id="italic-3">Intervenin</italic>g)</p>
      <p id="_paragraph-83">Berdasarkan hasil uji <italic id="_italic-234">bootstraping</italic> SmartPLS untuk melakukan uji hipotesis <italic id="_italic-235">Leader Member Exchange</italic> terhadap kinerja karyawan dengan <italic id="_italic-236">Organizational Citzenship Behavior</italic> sebagai variabel intervening, adalah sebagai berikut :</p>
      <p id="_paragraph-84">
        <italic id="italic-6a2c8c812db3fb22508f15c44927a41d">Supplementary File</italic>
      </p>
      <p id="paragraph-3dd21675c7f60d3e4881c4eaefbc59c1">
        <bold id="bold-29349390b73903ecbac226ad283253ba">Gambar 13.</bold>
        <italic id="italic-92f097199f2f3776e7f3c43e96bc2f85">Bootstraping</italic>
      </p>
      <p id="paragraph-6bfa9092f2e7df8797cd32e8c80d8076"><bold id="bold-a1191d00b4c08b7654b4c18683b6d5f0">Sumber :</bold> Output SmartPLS, Data diolah, 2021</p>
      <p id="_paragraph-86">Hasil pengujian hipotesis keenam memberitahukan bahwa hubungan variabel <italic id="_italic-238">Leader Member Exhange</italic> (X1) terhadap kinerja karyawan (Y) dengan <italic id="_italic-239">Organizational Citizenship Behavior</italic> (Z) sebagai variabel intervening menunjukkan nilai koefisien jalur sebesar 0.123 dengan nilai t- statistic sebesar 2.278 &gt; t-tabel (1.960) dan P -values sebesar 0.023 &lt;0.05. hasil ini dapat ditarik kesimpulan bahwa <italic id="_italic-240">Leader Member Exchange</italic> memiliki hubungan yang positif dan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan dengan <italic id="_italic-241">Organizational Citizenship Behavior</italic> sebagai variabel intervening, yang berarti hipotesiss 6 dapat diterima.</p>
      <p id="paragraph-dfcc2a7244768546de1b6d9ba52dedd7">7) Pengujian Hipotesis 7 ( <italic id="_italic-252">Islamic Work Ethic</italic> Berpengaruh Secara Signifikan terhadap Kinerja Karyawan dengan <italic id="_italic-253">Organizational Citizenship Behavior</italic> sebagai Variabel Intervening)</p>
      <p id="_paragraph-87">Hasil uji <italic id="_italic-254">bootsraping</italic> SmartPLS untuk menguji hipotesis <italic id="_italic-255">Islamic Work Ethic</italic> terhadap kinerja karyawan dengan <italic id="_italic-256">Organizational Citizenship Behavior</italic> sebagai variabel <italic id="_italic-257">intervenin</italic>g adalah sebagai berikut :</p>
      <p id="paragraph-8f0cbc3a2154c1d1201bad794ba6acea">
        <italic id="italic-3c7f5fca9f1819c1bb41748872c3082e">Supplementary File</italic>
      </p>
      <p id="paragraph-3ab1e294752c14d3b72a851bbb99ddca">
        <bold id="bold-16c0856828f95e9520025fcacc0c4d34">Gambar 14.</bold>
        <italic id="italic-aa711e06b55ae794227b920eb6a0c7d5">Bootstraping</italic>
      </p>
      <p id="paragraph-324cefab2a8a3d02b1480673435d969b"><bold id="bold-61221db1e123ab00c80184ada0143a77">Sumber :</bold> Output SmartPLS, Data diolah, 2021</p>
      <p id="_paragraph-90">Hasil pengujian hipotesis ke tujuh menunjukkan bahwa hubungan variabel <italic id="_italic-259">Islamic Work Ethic</italic> terhadap kinerja karyawan dengan <italic id="_italic-260">Organizational Citizenship Behavior</italic> sebagai sebagai variabel intervening menunjukkan nilai koefisien jalur sebesar 0.094 dengan nilai t-statistic sebesar 1.809 &lt; t-tabel (1.960) dan P-values sebesar 0.071 &lt; 0.05. hasil pengujian ini dapat disimpulkan bahwa Islamic Work Ethic memiliki hubungan yang positif dan berpengaruh secara signfikan terhadap kinerja karyawan dengan <italic id="_italic-261">Organizational Citizenship Behavior</italic> sebagai variabel i<italic id="_italic-262">ntervening</italic>, yang dapat diartikan hipotesis 7 ditolak</p>
    </sec>
    <sec id="heading-0afc22f59a4c3cb0b54d3b8ce808b1b9">
      <title>Kesimpulan</title>
      <p id="_paragraph-92">Berdasarkan hasil yang telah dilakukan oleh peneliti maka hasil yang diperoleh melalui program aplikasi SmartPLS versi3.0 <italic id="_italic-263">for windows</italic><italic id="_italic-264">.</italic> Bahwa variabel <italic id="_italic-265">Leader Member Exchange</italic>dan <italic id="_italic-266">Islamic Work Ethic</italic> terhadap kinerja karyawan melalui <italic id="_italic-267">Organizational Citizenship Behavior </italic>sebagai variabel<italic id="_italic-268"> intervening </italic>kerja karyawan pada Ayam Tulang Lunak Mbok Surip, sebagai berikut :</p>
      <p id="paragraph-7c9b9dac8696f761ea727b039f551954">A. H1 : Pengaruh <italic id="italic-520a6e67050129cc0439543dfbf131ca">Leader Member Exchange</italic> terhadap <italic id="italic-120ff4ca4708ccc725ca942785cc8b2f">Organizational Citizenship Behavior</italic></p>
      <p id="_paragraph-93">Hasil dari pengujian hipotesis ketiga menunjukkan bahwa hubungan variabel <italic id="_italic-269">Leader Member Exchange</italic> (X1) dengan <italic id="_italic-270">Organizational Citizenship Behavior</italic> (Z) memiliki hubungan yang positif dan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan yang berarti hipotesis 1 dapat diterima.</p>
      <p id="_paragraph-94">Studi empiris yang terjadi pada Ayam Tulang Lunak Mbok Surip Malang, Kualitas hubungan interaksi atasan bawahan yang tinggi dapat memotivasi pegawai untuk menunjukkan perilaku <italic id="_italic-271">Organizational Citizenship Behavior</italic> tanpa harus mendapatkan imbalan formal dari organisasinya. Apabila interaksi atasan bawahan berkualitas tinggi, maka seorang atasan akan berpandangan positif terhadap bawahannya, sehingga bawahan akan merasakan bahwa atasan banyak memberikan dukungan dan motivasi. Hal ini meningkatkan rasa percaya diri dan hormat bawahan pada atasannya.Dengan demikian mereka termotivasi untuk melakukan lebih dari yang diharapkan oleh atasan</p>
      <p id="_paragraph-95">Hal ini diperkuat dengan penelitian terdahulu) yang menyatakan bahwa <italic id="_italic-272">Leader Member Exchange</italic> mempunyai pengaruh positive dan signifikan terhadap <italic id="_italic-273">Organizational Citizenship Behavior</italic> [9].</p>
      <p id="paragraph-72c6b3c0c48287457372e80e6a507ef2">B. H2 : Pengaruh <italic id="italic-58106df255452fdc8de9d30205a44b9c">Islamic Work Ethic</italic> terhadap <italic id="italic-13cd2127d55d5d075cb765a60aa408ae">Organizational Citizenship Behavior</italic></p>
      <p id="_paragraph-96">Hasil dari pengujian hipotesis keempat menunjukkan bahwa hubungan variabel <italic id="_italic-274">Islamic Work Ethic</italic> (X2) dengan <italic id="_italic-275">Organizational Citizenship Behavior</italic> (Z) memiliki hubungan yang positif dan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan yang berarti uji hipotesis 2 dapat diterima.</p>
      <p id="_paragraph-97">Studi empiris pada Ayam Tulang Lunak Mbok Surip menunjukkan bahwa <italic id="_italic-276">Organizational Citizenship Behavior</italic> (OCB) dianggap sebagai salah satu faktor yang dapat mengarahkan perusahaan menuju kesuksesan. <italic id="_italic-277">Organizational Citizenship Behavior</italic> merupakan perilaku kerja seseorang di luar tugas formalnya sehingga individu akan dengan sukarela membantu dan melakukan pekerjaan di luar <italic id="_italic-278">job description</italic> yang telah ditetapkan. Karyawan tersebut mengembangkan perilaku baik terhadap rekan kerja dan organisasi melebihi tanggung jawabnya, sehingga dapat membangun kerjasama tim untuk kepentingan organisasi. Sementara itu, <italic id="_italic-279">Islamic Work Ethic</italic> sendiri juga menekankan kerjasama dalam pekerjaan, dan perundingan (musyawarah) dipandang sebagai salah satu cara untuk menyelesaikan masalah sehingga dapat menghindari kesalahan. <italic id="_italic-280">Islamic Work Ethic</italic> menekankan kerjasama, integritas dan tanggung jawab sosial. Islam mengajarkan bahwa manusia harus saling tolong menolong dalam kebaikan. Dalam <italic id="_italic-281">Islamic Work Ethic</italic>, usaha sekecil apapun sangat dihargai. Dengan memberikan usaha dan memberi manfaat tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain, hal ini dapat menimbulkan kebanggaan, kepuasaan dan keseimbangan dalam hidup.</p>
      <p id="_paragraph-98">Hasil penelitian ini selaras dengan penelitian Yousef yang menyatakan hubungan sosial di tempat kerja sangat didukung untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan membangun keseimbangan kehidupan individu dan social. Secara empiris, penelitian <italic id="_italic-282">Islamic work ethic</italic> terhadap organizational Citizenship Behavior hasilnya adalah Islamic work ethic berpengaruh positif terhadap Organizational citizenship behavor [10].</p>
      <p id="paragraph-9017ed4b23ea8ab136eaea9b416c78ea">C. H3 : Pengaruh <italic id="italic-9a77bbf26dc5e04a6cda09f4c811454a">Leader member exchange </italic>terhadap Kinerja Karyawan</p>
      <p id="_paragraph-99">Hasil dari uji hipotesis pertama menunjukkan bahwa hubungan variabel Leader Member Exchange (X1) dengan Kinerja Karyawan (Y) mempunyai hubungan yang positif dan berpengaruh secara signifikan terhadap Organizational Citizenship Behavior, yang memiliki arti H3 dapat diterima. Hal ini di maknai bahwa apabila hubungan karyawan dan pemimpin terjalin dengan baik, karyawan cenderung rela untuk bekerja lebih dari porsinya, bekerja dengan serta merta, memberikan inisiatif lebih dan bekerja dengan lebih maksimal.</p>
      <p id="_paragraph-100">Studi empiris yang terjadi pada Ayam Tulang Lunak Mbok Surip menunjukkann bahwa karyawan Ayam Tulang Lunak Mbok Surip Malang yang dipimpin oleh pemimpin yang memiliki kedekatan positif dengan karyawan memiliki tingkat kinerja yang lebih tinggi. Perlakuan baik terhadap karyawan akan mampu meningkatkan kontribusi karyawan pada perusahaan dimana karyawan bekerja. Sehingga leader member exchange yang tinggi juga dapat menimbulkan perilaku-perilaku positif pada karyawan yaitu kinerja yang meningkat</p>
      <p id="_paragraph-101">Hal ini diperkuat dengan penelitian terdahulu yang diteliti oleh Aria Elshifa (2018) membuktikan bahwa hipotesis Leader Member Exchange terhadap Kinerja karyawan menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan.</p>
      <p id="_paragraph-102">Hal ini membuktikan bahwa, keadilan organisasi secara langsung berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Penelitian serupa yang membuktikan bahwa keadilan organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. [9]</p>
      <p id="paragraph-157daa15e9865b17fadb69333152bf19">D. H4 : Pengaruh <italic id="italic-99a433f4200d7d72ba9522f01de94f37">Islamic Work Ethic</italic> Terhadap Kinerja Karyawan</p>
      <p id="_paragraph-103">Hasil dari pengujian hipotesis kedua menunjukkan bahwa hubungan variabel <italic id="_italic-283">Islamic Work Ethic</italic> (X2) dengan Kinerja karyawan (Y) memiliki hubungan yang positif dan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan, yang berarti hipotesis 4 dapat diterima.</p>
      <p id="_paragraph-104">Studi empiris yang terjadi pada Ayam Tulang Lunak Mbok Surip Malang menunjukkan bahwa adanya pengaruh secara langsung antara variabel <italic id="_italic-284">Islamic Work Ethic</italic> terhadap kinerja karyawan pada rumah makan Ayam Tulang Lunak Mbok Surip Malang. Maka semakin baik <italic id="_italic-285">Islamic Work Ethic</italic> yang dimiliki oleh karyawan mengakibatkan semakin meningkat pula kinerja karyawan. Beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya pengaruh yang siginifikan pada <italic id="_italic-286">Islamic Work Ethic</italic> terhadap kinerja karyawan tersebut, disebabkan karena berdasarkan data-data yang diperoleh dilapangan diketahui bahwa karyawan selama ini bekerja berorientasi tingkat pemahaman spiritual sehingga dalam pengelolaan sumber daya manusia pada rumah makan Ayam Tulang Lunak Mbok Surip Malang lebih menekankan pemahaman Islamic Work Ethic yang didasarkan pada Al-Qur’an dan Hadits agar produktivitas kerja karyawan dapat menunjang kepuasan pelanggan, serta mempengaruhi kinerja yang ditunjukkan oleh karyawan.</p>
      <p id="_paragraph-105">Hal ini dibuktikan dengan penelitian yang menyatakan bahwa <italic id="_italic-287">Islamic </italic><italic id="_italic-288">w</italic><italic id="_italic-289">ork Ethic</italic> berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan[10].</p>
      <p id="paragraph-a40830be8f80a31d5680db1c228b2dad">E. H5 : Pengaruh <italic id="italic-06ae5eea77b4f30e91cebd5532fc0c31">Organizational Citizenship Behavior </italic>terhadap Kinerja Karyawan</p>
      <p id="_paragraph-106">Hasil dari pengujian hipotesis kelima menunjukkan bahwa hubungan variabel <italic id="_italic-290">Organizational Citizenship Behavior </italic>(Z) dengan kinerja karyawan karyawan (Y) memiliki hubungan yang positif dan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan yang berarti hipotesis 5 dapat diterima</p>
      <p id="_paragraph-107">Studi empiris yang terjadi pada Ayam Tulang Lunak Mbok Surip tentang Hubungan antara <italic id="_italic-291">organizational citizenship behavior</italic> dengan kinerja karyawan berada pada tingkat sangat kuat yang ditunjukkan dengan angka 0,865 dengan arah yang positif. Pengaruh <italic id="_italic-292">organizational citizenship behavior</italic> terhadap kinerja ditunjukkan dengan angka 74,8%, yang artinya kinerja karyawan dipengaruhi oleh <italic id="_italic-293">organizational citizenship behavior</italic> sebesar 74,8% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kemudian, Signifikansi sebesar 0,000 menunjukkan kurang dari 0,05, yang artinya diterima</p>
      <p id="_paragraph-108">Dengan demikian karena hipotesis ke 5 diterima maka hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang menunjukkan bahwa <italic id="_italic-294">organizational citizenship behavior</italic> berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan [11].</p>
      <p id="paragraph-6b8dd8429ed60389a0bbb5993c658132">F. H6 : Pemngaruh <italic id="italic-22f2b21f8b806dbb584f8fa709bcb043">Leader Member Exchange</italic> terhadap Kinerja Karyawan Melalui <italic id="italic-876dcbc5fa5c12786510d23fc3d741c4">Organizational Citizenship Behavior </italic>Sebagai Variabel Intervening</p>
      <p id="_paragraph-109">Hasil uji hipotesis keenam menunjukkan bahwa hubungan variabel <italic id="_italic-295">Leader Member Exchange</italic> terhadap kinerja karyawan dengan <italic id="_italic-296">Organizational Citizenship Behavior</italic> sebagai variabel intervening memiliki hubungan yang positif dan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan dengan dimediasi oleh <italic id="_italic-297">Organizational Citizenship Behavior</italic> sebagai, yang berarti hipotesis 6 dapat diterima.</p>
      <p id="_paragraph-110">Studi empiris yang terjadi pada Ayam Tulang Lunak Mbok Surip , Karyawan yang memiliki kualitas interaksi yang tinggi dengan atasannya dapat mengerjakan pekerjaan selain yang biasa mereka lakukan, sedangkan karyawan yang memiliki kualitas interaksi yang rendah dengan atasannya cenderung menunjukkan pekerjaan yang rutin saja dari sebuah kelompok kerja <italic id="_italic-298">Organizational Citizenship Behavior</italic> dapat didefinisikan sebagai perilaku yang dikerjakan lebih sekedar perilaku dasar sesuai dengan kontrak yang disepakati oleh seorang karyawan. Berdasarkan uraian di atasdimana karyawan peduli terhadap pekerjaanya, karyawan mengerjakan tugas yang diberikan dengan senang hati tanpa adanya paksaan, karyawan telah menguasai bidang pekerjaan yang menjadi tugasnya, karyawan telah bertanggung jawab terhadap pekerjaan hal ini yang mendorong mereka untuk lebih berpartisipasi dalam pekerjaan</p>
      <p id="_paragraph-111">Hasil penelitian yang dilakukan oleh (Aria Elshifa, 2018) menghasilkan bahwa job involvement bepengaruh terhadap komitmen organisasi. Hasil penelitian yang dilakukan oleh (Sutrisno, 2019) menghasilkan bahwa komitmen organisasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan.</p>
      <p id="paragraph-c7de88cb6ad028ea200fd18e4946dcfc">G. H7 : Pengaruh <italic id="italic-05da4f0d9b73825d3a1c265d5db33bbe">Islamic work ethic </italic>terhadap Kinerja Karyawan melalui <italic id="italic-3246264afec5f1fc61f0ee16931c3977">Organizational Citizenship Behavior </italic>sebagai Variabel Intervening</p>
      <p id="_paragraph-112">Hasil pengujian hipotesis ke tujuh menunjukkan bahwa hubungan <italic id="_italic-310">variabel Organizational Citizenship Behavior</italic> tidak dapat memediasi antara <italic id="_italic-311">Islamic Work Ethic</italic> terhadap kinerja karyawan. Arti bahwa <italic id="_italic-312">organizational Citizenship Behavior</italic> dalam organisasi tidak dapat memberikan efek terhadap <italic id="_italic-313">Islamic Work Ethic</italic> terhadap kinerja.</p>
      <p id="_paragraph-113">konstruk atau variabel <italic id="_italic-314">Organizational Citizenship Behavior</italic> tidak dapat memperkuat atau memperlemah hubungan antara <italic id="_italic-315">Islamic Work Ethic</italic> dan kinerja karyawan, atau semakin tinggi <italic id="_italic-316">Organizational Citizenship Behavior</italic> tidak dapat memperkuat hubungan <italic id="_italic-317">Islamic Work Ethic</italic> dengan kinerja karyawan, begitupun sebaliknya. Sehingga dalam hal ini terjadi temuan baru, yakni <italic id="_italic-318">Organizational Citizenship Behavior</italic> tidak memoderasi hubungan antara <italic id="_italic-319">Islamic Work Ethic</italic> dan kinerja karyawan.</p>
      <p id="_paragraph-114">Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang menyatakan bahwa tidak mendukung efek moderasi <italic id="_italic-320">organizational</italic><italic id="_italic-321">citizenship Behavior</italic> pada hubungan antara <italic id="_italic-322">Islamic work ethic</italic> dan kinerja karyawan. Dengan kata lain tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara karyawan Ayam Tulang Lunak Mbok Surip Malang yang kuat dan yang lemah dalam <italic id="_italic-323">Organizational Citizenship Behavior</italic> menguji antara hubungan <italic id="_italic-324">Islamic Work Ethic</italic> dan kinerja karyawan. Hal ini membuktikan bahwa karyawan Ayam Tulang Lunak Mbok Surip terlepas dari <italic id="_italic-325">Organizational Citizenship Behavior</italic> yang kuat ataupun lemah mereka tetap memiliki perilaku <italic id="_italic-326">Islamic Work Ethic</italic> dan memiliki kinerja yang baik. bahwa variabel moderator bekerja lebih baik dalam hubungan yang lemah antara predictor dan kriteria. Sehingga memasukkan <italic id="_italic-327">Organizational Citizenship Behavior</italic> sebagai moderator tidak berpengaruh sigifikan terhadap hubungan <italic id="_italic-328">Islamic Work Ethic</italic> dan kinerja karyawan [12].</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>