Abstract

This research is a study of the phenomenon of affective commitment experienced by IMM students, Muhammadiyah University of Sidoarjo. The purpose of this study was to determine the relationship between religiosity and affective commitment in IMM students, Muhammadiyah University of Sidoarjo. The type of research used is quantitative research with a correlational approach. This study uses two variables, namely the religiosity variable as the independent variable and the affective commitment variable as the dependent variable. This research was conducted at the University of Muhammadiyah Sidoarjo on 172 IMM Students (Muhammadiyah Student Association) using the Convenience Sampling technique. The data collection technique used two psychological scales with a Likert scale model, namely the religiosity scale and the affective commitment scale. The results of the reliability coefficient of Alpha Cronbach's religiosity scale of 0.935 with a total of 35 valid items, while the results of the reliability coefficient of Alpha Cronbach's affective commitment scale of 0.957 with a total of 48 valid items. The analysis used is the Pearson Product Moment correlation analysis technique using the SPSS 20 for windows program. The results of the correlation coefficient analysis showed the results of 0.370 with a significance of 0.000. So that it is stated that there is a positive relationship between religiosity and affective commitment to IMM students, Muhammadiyah University of Sidoarjo, this shows that the initial hypothesis proposed by the researcher is accepted. The result of the effective contribution between the variables of religiosity and affective commitment is 13.7%.

Pendahuluan

Mahasiswa menurut [1] adalah setiap orang yang secara resmi mengikuti pelajaran di perguruan tinggi dengan batas usia sekitar 18-30 tahun. [2] menyatakan mahasiswa sebagai generasi penerus yang membawa perubahan dalam kemajuan bangsa.

Mahasiswa mempunyai kewajiban-kewajiban, baik dalam bidang akademik maupun di luar bidang akademik. Tugas dalam bidang akademik berkaitan dengan seluruh aktivitas akademiknya seperti belajar, mengerjakan tugas, dan bergabung dalam organisasi-organisasi. Menurut [3] organisasi merupakan suatu bagian dari lingkungan tempat bekerja maupun bermain atau dapat dikatakan organisasi merupakan tempat kita melakukan apapun.

Menurut Angelia [4] untuk mempertahankan suatu organisasi individu harus mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan.[4] menyatakan bahwa kampus merupakan miniatur suatu Negara dimana di dalamnya mahasiswa merupakan komponen terbesarnya dan memiliki peranan yang besar terhadap perkembangan kampus melalui penyampaian ide.

Mahasiswa bukan hanya mendapatkan pembelajaran di kelas namun juga mengikuti berbagai macam organisasi, salah satu organisasi tersebut adalah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Menurut [5] Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah atau IMM merupakan organisasi ortonom yang memberikan peran pengkaderan bagi persyarikatan Muhammadiyah. IMM memiliki tujuan untuk membentuk akademisi Islam yang berakhlak mulia dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah.

Organisasi IMM tersebar di seluruh Perguruan Tinggi Muhammadiyah, salah satunya adalah Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Organisasi IMM tersebut tersebar di masing-masing Fakultas di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Terdiri dari beberapa komisariat yang tersebar di setiap Fakultas, seperti komisariat An-Nur, Ar-Razi, Al-Farabi, Ibnu Khaldun dan sebagainya.

Dengan adanya kegiatan di luar perkuliahan mahasiswa dituntut untuk dapat membagi waktunya sehingga mahasiswa IMM mempunyai beban yang besar untuk memenuhi tugas dalam IMM serta kegiatan di luar. Mahasiswa IMM Universitas Muhammadiyah Sidoarjo diantaranya juga bekerja dan berkuliah serta masuk dalam organisasi lainnya selain IMM. Sehingga hal tersebut akan berpengaruh terhadap komitmen afektif mereka.

Komitmen memiliki tiga komponen yang dikembangkan oleh [6] salah satunya adalah komitmen afektif. Dalam penelitian ini penulis lebih menekankan pada komitmen afektif. Menurut [6] komitmen afektif merupakan keterikatan individu dengan organisasi, pengenalan individu terhadap organisasi serta keterlibatan individu dalam organisasi serta keinginan untuk bertahan di dalamnya.

Peneliti lebih menitik beratkan pada komitmen afektif karena permasalahan yang ditemui di IMM Universitas Muhammadiyah Sidoarjo adalah permasalahan yang berhubungan dengan komitmen afektif yakni tentang bagaimana peran atau antusiasme mahasiswa IMM di dalam organisasi, serta bagaimana keinginan untuk bertahan di dalam organisasi yang setiap tahun dirasa berkurang, terlebih dimasa pandemi saat ini yang dibuktikan melalui hasil wawancara yang telah dilakukan peneliti.

Berdasarkan hasil wawancara diketahui lima subjek yang merupakan ketua dan anggota dari beberapa komisariat IMM Umsida mengatakan bahwa, antusiasme anggota berkurang, semangat berorganisasi menurun, komunikasi tidak terjalin dengan baik. Selain itu juga adanya anggota yang mengundurkan diri baik izin maupun sepihak, tidak memenuhi tanggung jawab, malas hingga tidak nyaman berada di dalam organisasi. Sehingga dapat disimpulkan komitmen berorganisasi mereka kurang antusias, semangat berorganisasi yang menurun, komunikasi dan tanggung jawab mereka menurun. Juga beberapa diantaranya memilih mengundurkan diri selain merasa tidak nyaman di dalam organisasi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi komitmen afektif menurut [6] salah satunyan adalah religiusitas. Berdasarkan faktor yang mempengaruhi komitmen afektif maka penulis menggunakan religiusitas sebagai variabel X. Menurut [6] religiusitas merupakan bagian dari karakteristik personal yang mempengaruhi komitmen afektif.

Pengertian religiusitas menurut [7] adalah seberapa jauh pengetahuan, seberapa kokoh keyakinan seberapa tekun pelaksanaan ibadah dan seberapa dalam penghayatan agama yang dianut seseorang, Waluyo[6] menyatakan bahwa dalam organisasi terdapat unsur yang penting yaitu individu yang berada didalamnya. Sehingga tanpa adanya individu organisasi tidak dapat bergerak dan mencapai tujuan serta kesuksesannya. Untuk mencapai tujuan serta kesuksesan tersebut maka seseorang tersebut membutuhkan komitmen afektif.

Sedangkan Steers [8] mengatakan komitmen yang kuat atau yang tinggi pada seseorang akan memberikan dampak yang positif seperti meningkatnya prestasi, motivasi, produktivitas serta rajin untuk hadir dan membuat individu bertahan lebih lama dalam organisasi. Oleh karena itu komitmen afektif pada penelitian ini sangat penting bagi organisasi IMM di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Berdasarkan hal tersebut maka peneliti ingin mengetahui Hubungan Antara Religiusitas Dengan Komitmen Afektif Pada Mahasiswa IMM Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasional. Menurut[9] penelitian kuantitatif korelasional bertujuan untuk mengetahui keterkaitan antara variabel satu dengan lainnya. Dalam penelitian ini ingin mengetahui ada tidaknya hubungan antara variabel (X) religiusitas dengan variabel (Y) komitmen afektif.

Subjek yang digunakan dalam penelitian ini merupakan mahasiswa IMM Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dengan jumlah populasi sebanyak 349. Sampel yang digunakan adalah sebanyak 172 mahasiswa yang ditentukan sesuai dengan taraf kesalahan 5% pada table taraf kesalahan menurut Issac dan Michael. Teknik pengambilan sample menggunakan teknik convenience sampling. Menurut [10] teknik ini digunakan untuk menentukan sampel penelitian dengan cara pemilihan sampel secara bebas atau berdasarkan keinginan peneliti. Sehingga peneliti memakai mahasiswa aktif di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang mengikuti organisasi IMM.

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala psikologi dengan jenis skala Likert yang terdiri dari 2 skala yakni skala religiusitas dan skala komitmen afektif. Model skala yang digunakan adalah skala model Likert yang telah dimodifikasi, yaitu dengan menghilangkan jawaban yang ragu sehingga jawaban yang diberikan subjek tidak mengumpul dibagian tengah. Menurut[11] modifikasi yang dilakukan pada skala Likert dilakukan untuk menghilangkan kelemahan pada skala lima tingkatnya.

Skala religiusitas dalam penelitian ini diadaptasi dari penelitian yang dilakukan [12] berdasarkan pada teori 5 dimensi religiusitas menurut [13], sedangkan Skala komitmen afektif pada penelitian ini disusun oleh peneliti berdasarkan aspek komitmen afektif dari [6].

Validitas Skala religiusitas dalam penelitian ini terdiri dari 35 aitem valid dengan diskriminasi aitem yang bergerak dari angka 0,326 ke 0,684. Sedangkan nilai validitas aitem skala komitmen afektif bergerak dari angka 0,329 ke 0,771 yang terdiri dari 48 aitem. Hasil koefisien reliabilitas Alpha Cronbach pada variabel religiusitad adalah sebesar 0,935 dengan total aitem valid sebanyak 35 aitem. Koefisien reliabilitas rxy[14] berkisar pada angka 0 sampai 1,000 ketika koefisien reliabilitasnya semakin tinggi mendekati 1,000 maka reliabilitasnya semakin tinggi. Sedangkan hasil koefisien reliabilitas Alpha Cronbach komitmen afektif sebesar 0,957 dengan total aitem valid sebanyak 48 aitem.

Hasil dan Pembahasan

Hasil Penelitian

Hasil uji normalitas pada variabel religiusitas berdasar pada hasil uji Kolmogrov-Smirnov memiliki hasil signifikansi sebesar 0,305. memiliki distribusi normal karena nilai signifikansinya diatas 0,05. Sedangan variabel komitmen afektif memiliki nilai signifikansi sebesar 0,349 sehingga memiliki distribusi normal karena memiliki nilai signifikansi diatas 0,05.

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
religiusitas komitmenafektif
N 172 172
Normal Parametersa,b Mean 120.83 137.63
Std. Deviation 10.090 13.015
Most Extreme Differences Absolute .074 .071
Positive .066 .063
Negative -.074 -.071
Kolmogorov-Smirnov Z .969 .933
Asymp. Sig. (2-tailed) .305 .349
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Table 1.Hasil Uji Normalitas

Hasil uji linearitas pada kolom F hasil linearity sebesar 25.581 dengan nilai signifikansi 0,000. Menunjukan bahwa korelasi pada kedua variabel dalam penelitian ini dikatakan linear karena nilai signifikansinya dibawah 0,05.

ANOVA Table
Sum of Squares df Mean Square F Sig.
Komitmen afektif * religiusitas Between Groups (Combined) 8315.876 38 218.839 1.409 .080
Linearity 3971.861 1 3971.861 25.581 .000
Deviation from Linearity 4344.014 37 117.406 .756 .837
Within Groups 20650.311 133 155.265
Total 28966.186 171
Table 2.Hasil Uji Linearitas

Tabel tiga menunjukkan bahwa hasil uji hipotesis pada penelitian ini didapati perolehan koefisien korelasi rxy sebesar 0,370 dengan nilai signifikansi 0,000. Maka dari itu hipotesis pada penelitian ini diterima, semakin tinggi religiusitas maka komitmen afektif juga semakin tinggi. Sebaliknya ketika religiusitas semakin rendah maka komitmen afektif juga semakin rendah.

Correlations
religiusitas komitmenafektif
religiusitas Pearson Correlation 1 .370**
Sig. (1-tailed) .000
N 172 172
komitmenafektif Pearson Correlation .370** 1
Sig. (1-tailed) .000
N 172 172
**. Correlation is significant at the 0.01 level (1-tailed).
Table 3.Hasil Uji Hipotesis

Tabel 4 pada peneilitian ini adalah sumbangan efektif. Sumbangan efektif pada variabel religiusitas (X) terhadap variabel komitmen afektif (Y) yakni sebesar 13,7%. Diketahui dari hasil nilai R Square sebesar 0,137 x 100% = 13,7%. Berdasarkan hal tersebut menunjukkan pengaruh religiusitas terhadap komitmen afektif sebesar 13,7%.

Model Summary
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 .370a .137 .132 12.125
a. Predictors: (Constant), religiusitas
Table 4.Sumbangan Efektif

Sedangkan kategorisasi skor subjek pada penelitian ini diberoleh hasil bahwa mahasiswa dengan religiusitas ditingkat sedang cenderung tinggi, sedangkan mahasiswa dengan komitmen afektif ditingkat sedang cenderung rendah.

Kategori Skor subjek
Religiusitas Komitmen Afektif
∑ Subjek % ∑ Subjek %
Sangat rendah 17 10% 13 8%
Rendah 31 18% 34 19%
Sedang 59 34% 81 47%
Tinggi 58 34% 31 18%
Sangat Tinggi 7 4% 13 8%
Jumlah 172 100% 172 100%
Table 5.Kategori Skor Subjek

Pembahasan

Berdasarkan hasil uji analis didapati hasil nilai koefisien korelasi (rxy) sebesar 0,370 dengan taraf signifikansi sebesar 0,000 atau <0,05 yang menunjukan bahwa hipotesis dalam penelitian ini diterima. Terdapat hubungan positif antara religiusitas dengan komitmen afektif yang signifikan. Yakni semakin tinggi religiusitas maka komitmen afektif pada mahasiswa IMM Universitas Muhammadiyah Sidoarjo juga akan tinggi.

Pada tabel kategori skor subjek dalam skala religiusitas diambil kesimpulan terdapat 17 mahasiswa IMM atau 10% mahasiswa IMM di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang memiliki religiusitas yang sangat rendah, 31 mahasiswa atau 18% mahasiswa dengan kategori religiusitas yang rendah, 59 mahasiswa atau 34% yang memiliki religiusitas pada tingkat sedang, 58 mahasiswa atau 34% mahasiswa yang memiliki religiusitas tinggi serta 7 mahasiswa atau 4% yang memiliki religiusitas sangat tinggi.

Sedangkan pada tabel kategori skor subjek dalam skala komitmen afektif diambil kesimpulan terdapat 13 mahasiswa IMM atau 8% mahasiswa IMM di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang memiliki komitmen afektif yang sangat rendah, 34 mahasiswa atau 19% mahasiswa dengan kategori komitmen afektif yang rendah, 81 mahasiswa atau 47% yang memiliki komitmen afektif pada tingkat sedang, 31 mahasiswa atau 18% mahasiswa yang memiliki komitmen afektif tinggi serta 13 mahasiswa atau 8% yang memiliki komitmen afektif sangat tinggi.

Sehingga religiusitas mahasiswa IMM Universitas Muhammadiyah Sidoarjo termasuk kedalam kategori ditingkat sedang cenderung tinggi, sedangkan hasil kategorisasi komitmen afektif Mahasiswa IMM termasuk kedalam tingkat sedang cenderung rendah. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh [15] dimana hasil penelitian kategorisasi pada religiusitas mahasiswa yang mengikuti organisasi keislaman memiliki religiusitas ditingkat sedang cenderung tinggi. Sedangkan komitmen afektif mahasiswa IMM Universitas Muhammadiyah Sidoarjo masuk dalam kategori sedang cenderung rendah karena selama perkuliahan tidak aktif anggota organisasi tidak dapat banyak melakukan kegiatan organisasi. Komunikasi hingga wadah untuk mereka beraktifitas saat ini terbatas membuat komitmen afektif mereka juga cenderung rendah meski berada dikategori sedang.

Pada penelitian ini dikatakan bahwa religiusitas merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi komitmen afektif. Sumbangan religiusitas atau pengaruhnya terhadap komitmen afektif adalah sebesar 13,7%, yang artinya variabel lain juga turut mempengaruhi komitmen afektif sebesar 86,3%. Komitmen yang kuat atau yang tinggi pada seseorang akan memberikan dampak yang positif seperti meningkatnya prestasi, motivasi, produktivitas serta rajin untuk hadir dan membuat individu bertahan lebih lama dalam organisasi.

Kesimpulan

Berdasarkan pada hasil pembahasan dalam penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara religiusitas dengan komitmen afektif pada mahasiswa IMM Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Diketahui dari hasil koefisien korelasi(rxy) sebesar 0,370 dengan nilai signifikansi kurang dari 0,05 yakni 0,000 yang artinya hipotesis dalam penelitian ini dinyatakan diterima. Ketika religiusitas semakin tinggi maka komitmen afektif juga semakin tinggi sebaliknya semakin rendah religiusitas maka semakin rendah juga komitmen afektifnya. Dengan sumbangan efektif pengaruh variabel religiusitas terhadap variabel komitmen afektif sebesar 13,7%, sedangkan sisanya merupakan variabel lain yang tidak difokuskan dalam penelitian ini.

Saran

Bagi Mahasiswa

Tetap berusaha meningkatkan religiusitas dan komitmen afektifnya lagi agar lebih baik dari saat ini. Mahasiswa IMM Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dapat meningkatkannya dengan cara lebih banyak lagi mengikuti kajian-kajian di IMM, lebih aktif dalam setiap kegiatan IMM dan sebagainya.

Bagi Universitas

Diharapkan menjadi wadah yang baik bagi organisasi IMM Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Dengan memfasilitasi kegiatan mahasiswa IMM sehingga mendukung mereka untuk meningkatkan religiusitas dan komitmen afektifnya.

Bagi Peneliti Selanjutnya

Diharapkan peneliti selanjutnya untuk mengembangkan penelitian yang dilakukan. peneliti lain dapat mencoba melakukan penelitian menggunakan variabel lainnya untuk menggali lebih dalam lagi mengenai faktor yang mempengaruhi komitmen afektif serta melakukannya pada subjek lainnya.

References

  1. J. Kurniawati and S. Baroroh, “Literasi media digital mahasiswa universitas muhammadiyah bengkulu,” J. Komun., vol. 8, no. 2, pp. 51–66, 2016.
  2. A. T. Lidyasari, “Membangun karakter mahasiswa yang bertanggung jawab melalui problem based learning (pbl),” Prosding Semin. Nas., pp. 190–199, 2016.
  3. J. Winardi, Teori organisasi dan pengorganisasian, 3rd ed., vol. 16. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2006.
  4. Aisyah, “Hubungan antara minat organisasi dengan komitmen organisasi pada pengurus imm di universitas muhammadiyah sidoarjo,” Universitas Muhammadyah, 2017.
  5. M. D. Lestari, “Perkaderan intelektual pimpinan cabang ikatan mahasiswa muhammadiyah kabupaten sukoharjo,” Tajdida, vol. 15, pp. 38–48, 2017.
  6. N. C. Feoh, “Hubungan antara religiusitas intrinsik dan komitmen afektif,” 2016.
  7. Z. Pontoh and M. Farid, “Hubungan antara religiusitas dan dukungan sosial dengan kebahagiaan pelaku konversi agama,” Pers. Psikol. Indones., vol. 4, no. 1, pp. 100–110, 2015.
  8. Y. O. B, H. F. Rosyid, and A. Lestari, “Hubungan antara sikap terhadap penerapan program k3 dengan komitmen karyawan pada perusahaan,” J. Psikol., vol. 28, no. 2, pp. 116–132, 2015.
  9. S. Azwar, Metode penelitian. Yogyakarta.: Pustaka Pelajar., 2007.
  10. Sugiyono, Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan r&d. Bandung: Alfadeta, 2015.
  11. S. Hadi, Analisis butir untuk instrumen angket, tes dan skala nilai dengan basica. Yogyakarta: Andi Offset, 1991.
  12. F. N. Kurifawan, “Pengaruh religiusitas dan kecerdasan emosional terhadap perilaku konsumtif membeli produk fashion pada mahasantri ma’had sunan ampel al-aly universitas islam negeri maulana malik ibrahim malang,” Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, 2018.
  13. S. Huber and O. W. Huber, “The centrality of religion scale (crs),” Religions, vol. 3, no. 3, pp. 710–724, 2012.
  14. S. Azwar, Metode penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009.
  15. N. Rokhim, “Hubungan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan keluarga mahasiswa islam satyawacana (kmis) dengan religiusitas mahasiswa muslim,” 2016.