<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Evaluating Islamic and Ethical Values in Senior High School PAI Textbooks</article-title>
        <subtitle>Evaluasi Nilai-Nilai Islam dan Etika dalam Buku Teks Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Menengah Atas</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-bf033f073ad209ad250bfaf71ef7ba2c" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Restu</surname>
            <given-names>Firda Dini</given-names>
          </name>
          <email>firdadini@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-ddfd071896197234dbd34f3743c30fe7" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>abidin</surname>
            <given-names>Fityan izza noor</given-names>
          </name>
          <email>fityan_umsida@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2024-10-25">
          <day>25</day>
          <month>10</month>
          <year>2024</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-f50fba7923640e1aa7e36d906082603e">
      <title>
        <bold id="bold-2cea3cab2af11c4261556782c525b49f">Pendahuluan</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-14">
        <bold id="bold-46a1c9289f9d140f837c9c4902480523">Latar Belakang</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-15">Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan salah satu mata pelajaran wajib di seluruh jenjang pendidikan formal, mulai dari tingkat dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. Sebagai bagian integral dari sistem pendidikan nasional, Pendidikan Agama Islam memiliki peran strategis dalam mendukung tercapainya tujuan pendidikan nasional. Salah satu tujuan tersebut adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi individu yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta bertanggung jawab sebagai warga negara yang demokratis dan berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. PAI berfungsi tidak hanya untuk meningkatkan pengetahuan siswa tetapi juga membimbing mereka agar memahami, meyakini, dan mengamalkan ajaran Islam sesuai syariat. Dengan kombinasi ilmu pengetahuan dan akhlak yang baik, generasi penerus yang berkualitas dan berkarakter dapat terwujud . Selain itu, pendidikan agama turut membentuk kepribadian yang sesuai dengan fitrah kemanusiaan [1].</p>
      <p id="_paragraph-16">Proses pembelajaran yang efektif membutuhkan berbagai dukungan, salah satunya adalah ketersediaan sumber belajar. Sumber belajar merujuk pada segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan siswa untuk mencapai kompetensi yang diharapkan dalam proses pembelajaran. Sumber belajar juga mencakup pengalaman belajar yang diperoleh secara sengaja maupun tidak sengaja. Salah satu sumber belajar utama adalah buku teks. Buku teks berperan sebagai alat bantu untuk memahami mata pelajaran tertentu serta menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. Sebagai penjabaran kurikulum, buku teks harus memuat elemen penting seperti standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator pencapaian, dan materi pokok yang selaras dengan kurikulum pendidikan. Keberhasilan siswa dalam pembelajaran sangat dipengaruhi oleh kesesuaian isi buku teks dengan kurikulum, termasuk keakuratan konsep yang disajikan di dalamnya [2].</p>
      <p id="_paragraph-17">Dalam konteks Pendidikan Agama Islam, buku teks disusun berdasarkan sumber-sumber hukum Islam seperti Al-Qur'an dan Hadis Nabi Muhammad SAW, sehingga integrasi ilmu dan nilai-nilai keislaman dapat terwujud. Buku teks yang sesuai dengan perkembangan kurikulum, seperti Kurikulum 2013 (K-13), diharapkan mampu menciptakan pembelajaran yang efektif dan mencapai indikator pembelajaran yang diinginkan . Kurikulum 2013 sendiri dirancang untuk membentuk manusia Indonesia yang beriman, produktif, kreatif, dan inovatif, dengan pendekatan saintifik melalui tahapan mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasi, dan mengomunikasikan [3].</p>
      <p id="_paragraph-18">Beberapa penelitian sebelumnya telah menganalisis buku ajar Pendidikan Agama Islam. Penelitian pertama membahas aspek berpikir kritis dalam buku ajar PAI kelas XI, yang meliputi lima elemen: elementary clarification, basic support, inference, advanced clarification, serta strategy and tactics. Namun, penelitian ini tidak memberikan kritik atau saran yang membangun. Penelitian lain menganalisis buku teks PAI untuk kelas 3 SD dengan fokus pada daya tarik buku bagi siswa, tetapi minim informasi terkait konten yang relevan dan dukungan gambar yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis capaian pembelajaran, kelebihan, dan kekurangan buku teks Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas X berdasarkan Kurikulum 2013 yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Buku ini diharapkan mampu terus diperbaiki melalui evaluasi dan pengembangan berkelanjutan sehingga kualitasnya semakin baik sebagai bahan ajar dalam Pendidikan Agama Islam [4].</p>
      <p id="_paragraph-19">Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti merupakan salah satu mata pelajaran yang berperan penting dalam pembentukan karakter peserta didik. Dalam konteks pendidikan menengah, khususnya di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti diarahkan untuk membentuk pribadi yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari [5].</p>
      <p id="_paragraph-20">Buku teks sebagai salah satu sumber belajar utama memiliki fungsi strategis dalam menunjang tercapainya tujuan pendidikan. Buku pelajaran tidak hanya berperan sebagai referensi materi, tetapi juga sebagai pedoman bagi guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, kualitas buku pelajaran, baik dari segi isi, penyajian, bahasa, maupun relevansinya dengan kurikulum, sangat menentukan keberhasilan pembelajaran.</p>
      <p id="_paragraph-21">Analisis terhadap buku pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas X SMA perlu dilakukan untuk menilai sejauh mana buku tersebut sesuai dengan kurikulum yang berlaku, mengakomodasi kebutuhan peserta didik, serta mampu menumbuhkan pemahaman yang utuh tentang ajaran Islam dan budi pekerti. Analisis ini juga penting untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan buku, sehingga dapat memberikan rekomendasi bagi peningkatan kualitas pembelajaran [6].</p>
      <p id="_paragraph-22">
        <bold id="bold-e4d202b2950c554400b5c83011751094">Rumusan Masalah</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-23">Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam analisis ini adalah sebagai berikut:</p>
      <p id="_paragraph-24">1.Bagaimana kesesuaian materi dalam buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas X SMA dengan kurikulum yang berlaku?</p>
      <p id="_paragraph-25">2.Bagaimana penyajian materi dalam buku tersebut dari aspek bahasa, ilustrasi, dan sistematika?</p>
      <p id="_paragraph-26">3.Apa saja kelebihan dan kelemahan buku pelajaran tersebut dalam mendukung proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti?</p>
      <p id="_paragraph-27">
        <bold id="bold-c42e7ff6a8f4efd1055adb9e64fcccc5">Tujuan Penelitian/Analisis</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-28">Tujuan dari analisis ini adalah:</p>
      <p id="_paragraph-29">1.Untuk mengetahui kesesuaian materi dalam buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas X SMA dengan kurikulum.</p>
      <p id="_paragraph-30">2.Untuk menilai aspek penyajian materi, bahasa, dan ilustrasi dalam buku tersebut.</p>
      <p id="_paragraph-31">3.Untuk mengidentifikasi kelebihan dan kelemahan buku sebagai bahan ajar utama.</p>
      <p id="_paragraph-32">
        <bold id="bold-35c76b03e7e70912b05a79d31bc43ebd">Manfaat Penelitian/Analisis</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-33">Analisis ini diharapkan memberikan manfaat sebagai berikut:</p>
      <p id="_paragraph-34">1.Bagi Guru: Menjadi bahan pertimbangan dalam pemilihan dan penggunaan buku pelajaran.</p>
      <p id="_paragraph-35">2.Bagi Siswa: Memberikan gambaran tentang kualitas sumber belajar yang digunakan.</p>
      <p id="_paragraph-36">3.Bagi Penulis/Penerbit: Memberikan masukan konstruktif dalam menyempurnakan buku pelajaran.</p>
      <p id="_paragraph-37">4.Bagi Peneliti/Pengamat Pendidikan: Menjadi referensi dalam melakukan kajian terhadap kualitas buku ajar di sekolah.</p>
      <p id="_paragraph-38">
        <bold id="bold-3524ab7895b8194633a3527c70c49935">Gambaran Umum Buku Pelajaran</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-39">Buku pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas X yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi merupakan salah satu buku teks resmi yang digunakan di tingkat SMA/MA. Buku ini disusun dengan tujuan untuk:</p>
      <p id="_paragraph-40">1.Membekali peserta didik dengan pengetahuan agama Islam yang bersifat normatif maupun praktis.</p>
      <p id="_paragraph-41">2.Membentuk sikap religius, akhlak mulia, dan budi pekerti luhur.</p>
      <p id="_paragraph-42">3.Mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, keluarga, maupun masyarakat.</p>
      <p id="_paragraph-43">Struktur isi buku terdiri atas beberapa bab yang membahas pokok bahasan keimanan, ibadah, akhlak, serta sejarah kebudayaan Islam. Setiap bab dilengkapi dengan kompetensi dasar, uraian materi, contoh aplikatif, serta latihan soal.</p>
      <p id="_paragraph-44">
        <bold id="bold-e80c6e8caa2acac1028a19ebe9daa2ff">Landasan Analisis Buku Pelajaran</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-45">Dalam menganalisis buku pelajaran, terdapat beberapa aspek yang menjadi tolok ukur, antara lain:</p>
      <p id="_paragraph-46">1. <bold id="bold-0e3439d2a19cc25d9782146d855f5d11">Aspek Kurikulum</bold> – kesesuaian dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) Kurikulum Merdeka atau Kurikulum 2013.</p>
      <p id="_paragraph-47">2. <bold id="bold-24079cb5982a4beb3b3c2a463c109dd8">Aspek Isi/Materi </bold>– akurasi konsep, keluasan, kedalaman, serta relevansi dengan kehidupan peserta didik.</p>
      <p id="_paragraph-48">3. <bold id="bold-1107a27d7bd8a239aeaf991d34396362">Aspek Bahasa</bold> – keterbacaan, kesesuaian dengan perkembangan psikologis peserta didik, dan penggunaan istilah yang komunikatif.</p>
      <p id="_paragraph-49">4. <bold id="bold-fb8207723e002ce3f73542945238148a">Aspek Penyajian </bold>– sistematika, kelengkapan ilustrasi, aktivitas pembelajaran, serta variasi evaluasi.</p>
      <p id="_paragraph-50">5. <bold id="bold-1e7fe26fa65cc18339df8e1d039099ed">Aspek Nilai</bold> – internalisasi nilai religius, moral, sosial, dan kebangsaan.</p>
      <p id="_paragraph-51">
        <bold id="bold-4c86f2be0727713293ce5ab3ae017f28">Analisis Aspek Kurikulum</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-52">Buku ini telah menyesuaikan dengan kompetensi inti yang menekankan pada aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Materi yang tersusun sesuai dengan learning outcome Kurikulum, yaitu:</p>
      <p id="_paragraph-53">1.Memahami prinsip ajaran Islam.</p>
      <p id="_paragraph-54">2.Mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.</p>
      <p id="_paragraph-55">3.Menghargai nilai kemanusiaan, toleransi, dan kebhinekaan.</p>
      <p id="_paragraph-56">Secara keseluruhan, konten dalam buku telah relevan dengan arah pengembangan kurikulum nasional.</p>
      <p id="_paragraph-57">
        <italic id="italic-28aba561bf4f1ae91ddec290d4c2c31f">Analisis Aspek Isi/Materi</italic>
      </p>
      <p id="_paragraph-58">Materi dalam buku mencakup:</p>
      <p id="_paragraph-59">1.<bold id="bold-c57cba0daf48be5f0f84ba9c7731a645">Keimanan:</bold> pembahasan tentang rukun iman, sifat-sifat Allah, dan dalil naqli maupun aqli.</p>
      <p id="_paragraph-60">2.<bold id="bold-0d3a1b53808540a6ca26894c52e4c357">Ibadah:</bold> tata cara wudhu, shalat, zakat, serta amalan sehari-hari yang sesuai dengan syariat.</p>
      <p id="_paragraph-61">3.<bold id="bold-8cc3b474623b0b66dc2ced3a37edc81d">Akhlak</bold>: penekanan pada sikap jujur, tanggung jawab, sopan santun, serta pengendalian diri.</p>
      <p id="_paragraph-62">4.<bold id="bold-fbfd8f365166ac29626e995f2682fa01">Sejarah Islam</bold>: kisah para nabi, sahabat, dan tokoh Islam sebagai teladan.</p>
      <p id="_paragraph-63">Kelebihan: penyajian contoh kasus nyata, kaitan dengan fenomena sosial, serta dorongan refleksi diri.</p>
      <p id="_paragraph-64">Kekurangan: masih ada materi yang terlalu ringkas sehingga memerlukan penjelasan tambahan dari guru.</p>
      <p id="_paragraph-65">
        <bold id="bold-ae3a4fa5d15b5c6bd9dcf09790c5e1eb">Analisis Aspek Bahasa</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-66">Bahasa yang digunakan sederhana, komunikatif, dan mudah dipahami oleh siswa SMA. Penggunaan istilah agama disertai dengan penjelasan, sehingga tidak membingungkan. Namun, beberapa istilah Arab sebaiknya dilengkapi dengan transliterasi dan arti agar lebih inklusif bagi peserta didik yang belum terbiasa.</p>
      <p id="_paragraph-67">
        <bold id="bold-70c4043af41a611788060f6c77ede896">Analisis Aspek Penyajian</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-68">Sistematika penyajian buku cukup terstruktur, terdiri dari: pendahuluan, uraian materi, ilustrasi, aktivitas, rangkuman, dan latihan.</p>
      <p id="_paragraph-69"><bold id="bold-4d225da022750cfd723210e6b1e2ee9c">1.Kelebihan: </bold>buku memuat ilustrasi visual, ayat Al-Qur’an, hadis, dan contoh kasus aktual.</p>
      <p id="_paragraph-70"><bold id="bold-08ae96caf32033f2443c289a5c50b500">2.Kekurangan: </bold>sebagian ilustrasi masih terbatas dan kurang kontekstual dengan kehidupan remaja saat ini.</p>
      <p id="_paragraph-71">
        <bold id="bold-d048898dd16ec71744622fd38e99e32e">Analisis Aspek Nilai</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-72">Buku ini tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga afektif dan psikomotorik. Nilai-nilai religius, moral, toleransi, cinta tanah air, dan kepedulian sosial sangat ditekankan. Hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan nasional, yaitu mencetak manusia yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.</p>
      <p id="_paragraph-73">
        <bold id="bold-45010beb7a83d4f24f4dad6308fc7d81">Temuan Analisis</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-74">Dari analisis yang dilakukan, diperoleh temuan sebagai berikut:</p>
      <p id="_paragraph-75">1.Buku ini telah memenuhi standar isi kurikulum.</p>
      <p id="_paragraph-76">2.Materi cukup relevan dengan kehidupan sehari-hari, namun beberapa bagian perlu pendalaman.</p>
      <p id="_paragraph-77">3.Bahasa mudah dipahami, tetapi istilah Arab perlu dilengkapi dengan transliterasi.</p>
      <p id="_paragraph-78">4.Penyajian menarik meskipun ilustrasi masih bisa ditingkatkan.</p>
      <p id="_paragraph-79">5.Nilai-nilai yang ditanamkan selaras dengan tujuan pendidikan agama Islam.</p>
      <p id="_paragraph-80">
        <bold id="bold-9c97a02f34daa7c42550b2bcb3fc8d33">Landasan Teori Analisis Buku Pelajaran</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-81">Analisis buku pelajaran merupakan suatu kegiatan sistematis untuk menilai kualitas buku yang digunakan dalam proses pembelajaran. Menurut [7], analisis buku ajar bertujuan untuk mengetahui sejauh mana buku tersebut sesuai dengan tujuan kurikulum, kebutuhan peserta didik, serta standar kualitas isi, bahasa, dan penyajiannya.</p>
      <p id="_paragraph-82">buku ajar yang baik adalah buku yang memenuhi kriteria: (1) kelayakan isi, (2) kebahasaan, (3) penyajian, dan (4) kegrafikaan. Keempat kriteria tersebut dijadikan standar dalam menilai apakah sebuah buku layak digunakan sebagai sumber belajar.</p>
      <p id="_paragraph-83">Sementara itu, Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbud menyatakan bahwa penilaian buku ajar harus meliputi tiga aspek utama, yaitu:</p>
      <p id="_paragraph-84"><bold id="bold-be38abeda3fb0164f0a90f591d3d4cb5">1.Kelayakan isi:</bold> kesesuaian materi dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar, kebenaran konsep, serta kebermanfaatan bagi pengembangan peserta didik.</p>
      <p id="_paragraph-85"><bold id="bold-81995957e9c68edda787beb0c4a7d141">2.Kelayakan bahasa: </bold>penggunaan bahasa yang sesuai dengan kaidah, komunikatif, serta tingkat keterbacaan yang sesuai dengan jenjang pendidikan.</p>
      <p id="_paragraph-86"><bold id="bold-917831c24af4f0416dbabd3e3c0c3b0f">3.Kelayakan penyajian:</bold> sistematika materi, kelengkapan ilustrasi, aktivitas pembelajaran, serta variasi evaluasi.</p>
      <p id="_paragraph-87">Dengan demikian, analisis buku pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas X SMA dalam penelitian ini menggunakan kerangka teori dari Tarigan, Muslich, dan Pusat Kurikulum Kemendikbud sebagai pisau analisis.</p>
      <p id="_paragraph-88">
        <bold id="bold-c221a71f8d35c565a13a216a4aaab624">Gambaran Umum Buku Pelajaran</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-89">Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas X SMA yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi merupakan buku ajar resmi yang disediakan untuk mendukung implementasi kurikulum nasional. Tujuan penyusunan buku ini adalah untuk:</p>
      <p id="_paragraph-90">1.Membekali peserta didik dengan pengetahuan, pemahaman, dan pengamalan ajaran Islam.</p>
      <p id="_paragraph-91">2.Membentuk karakter berakhlak mulia melalui integrasi nilai-nilai agama dan budi pekerti.</p>
      <p id="_paragraph-92">3.Mengarahkan peserta didik agar mampu menerapkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.</p>
      <p id="_paragraph-93">Secara garis besar, isi buku mencakup materi keimanan, ibadah, akhlak, serta sejarah kebudayaan Islam.</p>
      <p id="_paragraph-94">
        <bold id="bold-cea105e8c0728ef2bf3275adcd7ab725">Analisis Aspek Kelayakan Isi</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-95">kelayakan isi buku ajar dapat dinilai dari: kesesuaian dengan kompetensi inti, keluasan materi, kedalaman, dan kebermanfaatannya.</p>
      <p id="_paragraph-96">Berdasarkan kriteria tersebut, buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas X telah sesuai dengan standar kompetensi. Materi yang disajikan meliputi:</p>
      <p id="_paragraph-97"><bold id="bold-76f2a237e9c8d49741b2686c33f06fcd">1.Keimanan:</bold> pengenalan rukun iman, dalil naqli dan aqli, serta relevansinya dalam kehidupan.</p>
      <p id="_paragraph-98"><bold id="bold-696d0dc75246df93cb17d11ba51fc1a5">2.Ibadah: </bold>tata cara wudhu, shalat, zakat, dan ibadah praktis lainnya.</p>
      <p id="_paragraph-99"><bold id="bold-21773d5c441b6730b07a5b93c9ce0e7b">3.Akhlak</bold>: pentingnya jujur, disiplin, tanggung jawab, toleransi, serta sikap hormat kepada orang tua.</p>
      <p id="_paragraph-100"><bold id="bold-f7b385c711999dec7b10b2ae77ef39d5">4.Sejarah Islam:</bold> kisah teladan para nabi, sahabat, serta tokoh pembaharu Islam.</p>
      <p id="_paragraph-101">Namun, terdapat beberapa materi yang hanya disajikan secara ringkas sehingga memerlukan pendalaman lebih lanjut oleh guru agar siswa mendapatkan pemahaman komprehensif.</p>
      <p id="_paragraph-102">
        <bold id="bold-2e55bcf5614174946edc8ba749a06498">Analisis Aspek Kebahasaan</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-103">bahasa dalam buku ajar harus memenuhi prinsip keterbacaan (readability) dan kesesuaian dengan perkembangan peserta didik.</p>
      <p id="_paragraph-104">Buku ini menggunakan bahasa yang relatif sederhana, lugas, dan komunikatif sehingga dapat dipahami siswa SMA. Istilah Arab disertai arti dalam bahasa Indonesia, meskipun beberapa belum konsisten dilengkapi dengan transliterasi. Secara umum, aspek kebahasaan sudah sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif siswa SMA.</p>
      <p id="_paragraph-105">
        <bold id="bold-eccaa15e6751089c36560d7851e6df0f">Analisis Aspek Penyajian</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-106">Pusat Kurikulum Kemendikbud menekankan bahwa penyajian buku ajar yang baik harus memperhatikan sistematika, ilustrasi, serta aktivitas pembelajaran.</p>
      <p id="_paragraph-107">Buku ini telah memenuhi unsur sistematika yang baik, dengan pola: pendahuluan, uraian materi, contoh, ilustrasi, rangkuman, dan latihan. Penyajian materi didukung dengan ayat Al-Qur’an, hadis, serta contoh kasus aktual. Kegiatan refleksi diri juga disediakan untuk memperkuat penginternalisasian nilai.</p>
      <p id="_paragraph-108">Kelemahan yang ditemukan adalah ilustrasi visual yang masih terbatas dan terkadang kurang kontekstual dengan kehidupan remaja modern.</p>
      <p id="_paragraph-109">
        <bold id="bold-3214f4b26cee8b984e112635c9490b3e">Analisis Aspek Nilai</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-110">Selain aspek kurikulum, isi, bahasa, dan penyajian, buku ini juga menanamkan nilai-nilai fundamental. buku ajar ideal tidak hanya berfungsi sebagai sumber kognitif, tetapi juga sebagai media internalisasi nilai moral.</p>
      <p id="_paragraph-111">Buku ini menekankan pada pengembangan keimanan, ketaqwaan, serta akhlak mulia. Nilai-nilai seperti toleransi, kejujuran, cinta tanah air, dan kepedulian sosial secara eksplisit maupun implisit termuat dalam uraian materi dan latihan. Hal ini selaras dengan tujuan pendidikan nasional sebagaimana diatur dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.</p>
      <p id="_paragraph-112">
        <bold id="bold-7e1354ac468f27b4df5d6697bb0f5231">Temuan Analisis</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-113">Berdasarkan hasil analisis, diperoleh temuan sebagai berikut:</p>
      <p id="_paragraph-114">1.Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas X SMA telah sesuai dengan standar isi kurikulum nasional.</p>
      <p id="_paragraph-115">2.Materi yang disajikan cukup relevan dengan kebutuhan siswa, meskipun beberapa pokok bahasan masih perlu pendalaman.</p>
      <p id="_paragraph-116">3.Bahasa yang digunakan komunikatif, meskipun transliterasi istilah Arab perlu lebih konsisten.</p>
      <p id="_paragraph-117">4.Penyajian materi cukup sistematis, tetapi ilustrasi visual dapat diperbanyak agar lebih menarik.</p>
      <p id="_paragraph-118">5.Nilai-nilai religius, moral, dan kebangsaan terintegrasi secara baik dalam materi.</p>
      <p id="_paragraph-119">
        <bold id="bold-88ff39b919c84321b06ff85cf389cba4">Kajian Terdahulu</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-120">Kajian terdahulu sangat penting untuk melihat sejauh mana penelitian mengenai analisis buku pelajaran, khususnya Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya. Beberapa penelitian relevan antara lain:</p>
      <p id="_paragraph-121">
        <bold id="bold-79d6cc8f40922b466ffdeda402a4ed3a">Penelitian oleh Suryani tahun 2017</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-122">Dalam penelitiannya yang berjudul Analisis Buku Ajar Pendidikan Agama Islam SMA Kelas XI Kurikulum 2013, Suryani menekankan bahwa buku PAI memiliki kelebihan dalam penyajian ayat Al-Qur’an dan hadis sebagai dasar materi. Namun, masih terdapat kekurangan dalam aspek kebahasaan, khususnya penggunaan istilah Arab yang kurang konsisten dengan kaidah transliterasi.</p>
      <p id="_paragraph-123">
        <bold id="bold-76283a14f989dc9c4220dc18653a06c0">Penelitian oleh Hidayat &amp; Kurniawan tahun 2019</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-124">Penelitian ini berjudul Evaluasi Buku Teks Pendidikan Agama Islam Kurikulum 2013 di Sekolah Menengah Atas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku PAI sudah cukup baik dari segi kelayakan isi karena selaras dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD). Akan tetapi, dari segi penyajian masih ditemukan keterbatasan pada ilustrasi visual yang kurang menarik minat belajar siswa.</p>
      <p id="_paragraph-125">
        <bold id="bold-e0967af2551a7d4f2de4699f375a401a">Penelitian oleh Lestari tahun 2020</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-126">Lestari dalam skripsinya Analisis Isi Buku PAI Kelas X Berdasarkan Standar Kompetensi menemukan bahwa materi akidah dan akhlak dalam buku sudah mencakup indikator kurikulum. Namun, kedalaman materi sejarah kebudayaan Islam masih terbatas dan perlu dilengkapi dengan studi kasus agar siswa lebih memahami peran Islam dalam kehidupan sosial-budaya [8].</p>
      <p id="_paragraph-127">
        <bold id="bold-08b784f4ad27ec41d3887ac95ab10dc9">Penelitian oleh Fathurrahman tahun 2021</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-128">Dalam penelitiannya Analisis Kelayakan Buku Ajar Pendidikan Agama Islam pada Tingkat SMA, Fathurrahman menegaskan bahwa buku ajar PAI telah layak digunakan dari segi isi, kebahasaan, dan nilai. Akan tetapi, ia merekomendasikan perlunya penambahan fitur student-centered learning berupa proyek keagamaan agar lebih sesuai dengan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran kontekstual [9].</p>
      <p id="_paragraph-129">
        <bold id="bold-a44690a5abd4b7844cef655a90f3127f">Penelitian oleh Rahmawati tahun 2022</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-130">Rahmawati dalam artikelnya Kualitas Buku Teks Pendidikan Agama Islam Berdasarkan Penilaian BSNP menyatakan bahwa buku PAI yang digunakan di SMA secara umum sudah memenuhi standar BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan). Namun, ada catatan mengenai masih minimnya pengintegrasian isu-isu kontemporer, seperti moderasi beragama, toleransi, dan teknologi digital dalam pembelajaran agama.</p>
      <p id="_paragraph-131">
        <bold id="bold-09a8722e1ff1028223c2c80a170db21b">Posisi Penelitian</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-132">Berdasarkan kajian terdahulu di atas, dapat dilihat bahwa penelitian sebelumnya lebih banyak menekankan pada aspek kurikulum, kelayakan isi, dan penyajian. Sementara penelitian ini berfokus pada analisis komprehensif terhadap buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas X SMA dengan menggunakan teori analisis buku ajar menurut Tarigan, Muslich, dan Pusat Kurikulum Kemendikbud, serta menyoroti aspek nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan yang terintegrasi di dalamnya.</p>
      <p id="_paragraph-133">Dengan demikian, penelitian ini memiliki perbedaan dan kontribusi baru dalam memberikan gambaran lebih utuh mengenai kualitas buku pelajaran PAI kelas X sebagai sumber belajar.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-5670696d3479c8fdbfc9d4becd6ac95e">
      <title>
        <bold id="bold-5fa6c932bacd36b2814e56cc19e29736">Metode Penelitian</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-135">Berdasarkan jenis datanya, penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang menghasilkan data berupa deskripsi naratif atau tulisan berdasarkan hasil pengamatan. Pendekatan yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) [10], di mana data dikumpulkan dari berbagai sumber literatur, baik dalam bentuk digital maupun dokumen cetak, seperti buku, jurnal, majalah, dan referensi lainnya. Proses pengumpulan data dilakukan secara sistematis mulai dari tahap pengumpulan, pengolahan, hingga penarikan kesimpulan. Penelitian ini bersifat analitik, artinya data yang digunakan tidak didasarkan pada pemikiran subjektif peneliti, melainkan berasal dari fakta yang bersifat teoritis. Sumber data dalam penelitian ini dibagi menjadi dua kategori utama. Data primer diperoleh dari buku teks Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk kelas X SMA, sedangkan data sekunder mencakup berbagai buku referensi lain yang relevan dengan topik penelitian. Setelah data terkumpul, langkah berikutnya adalah melakukan analisis. Teknik analisis data yang diterapkan adalah content analysis atau analisis isi. Metode ini digunakan untuk mengidentifikasi keberadaan kata, konsep, tema, frasa, atau kalimat tertentu dalam teks yang dianalisis. Analisis ini dilakukan dengan membaca secara mendalam berbagai sumber yang relevan, untuk kemudian diolah dan disimpulkan secara sistematis.</p>
      <p id="_paragraph-136">
        <bold id="bold-56a0a248f8ef12fc6ba9e3e46e7dccd8">Jenis Penelitian</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-137">Analisis ini menggunakan <bold id="bold-6f00e6ea05a5ae2da8b7d7a6d3acdeed">pendekatan kualitatif deskriptif,</bold> yaitu suatu metode yang berfokus pada deskripsi dan pemahaman secara mendalam terhadap isi buku pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas X SMA. Pendekatan ini dipilih karena penelitian tidak bertujuan untuk menguji hipotesis, melainkan untuk menggambarkan, menilai, dan menginterpretasikan kualitas isi buku [11].</p>
      <p id="_paragraph-138">
        <bold id="bold-2a9c2c57b711497fc09539933f1ed32c">Sumber Data</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-139">Sumber data utama dalam penelitian ini adalah buku teks Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas X SMA yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (edisi terbaru sesuai kurikulum yang berlaku).</p>
      <p id="_paragraph-140">Selain itu, sumber data sekunder diperoleh dari [12]:</p>
      <p id="_paragraph-141">1.Dokumen kurikulum nasional (Kurikulum 2013/Kurikulum Merdeka).</p>
      <p id="_paragraph-142">2.Literatur pendukung tentang analisis buku teks.</p>
      <p id="_paragraph-143">3.Artikel dan penelitian terdahulu yang relevan.</p>
      <p id="_paragraph-144">
        <bold id="bold-2e3b9f041ca15e702ca3018d42f3dd3f">Teknik Pengumpulan Data</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-145">Data dikumpulkan dengan cara [13]:</p>
      <p id="_paragraph-146"><bold id="bold-fc8eac331ba207c8b9d6c7a223999830">1.Studi Dokumentasi –</bold> mengkaji isi buku pelajaran secara sistematis.</p>
      <p id="_paragraph-147"><bold id="bold-9e9d86b516def5d10ef98ccbed00ec2f">2.Studi Pustaka – </bold>mempelajari literatur terkait teori analisis buku teks dan pendidikan agama Islam.</p>
      <p id="_paragraph-148"><bold id="bold-8e39b7c4a33cdb93d9169c3aa6a05f5e">3.Instrumen Analisis – </bold>menggunakan indikator yang meliputi aspek isi, penyajian, kebahasaan, dan kegrafikan.</p>
      <p id="_paragraph-149">
        <bold id="bold-841df0657471731e7caafd7d63c05e0f">Teknik Analisis Data</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-150">Analisis dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut [14]:</p>
      <p id="_paragraph-151"><bold id="bold-71140ecc14ad65cc518aae6b49ec21b7">1.Analisis Isi (Content Analysis): </bold>Membandingkan materi dalam buku dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar kurikulum yang berlaku.</p>
      <p id="_paragraph-152"><bold id="bold-ceb833431302d3c878e40cb8131da43d">2.Analisis Penyajian: </bold>Menilai sistematika penyajian, keterpaduan antar bab, serta kelengkapan penjelasan.</p>
      <p id="_paragraph-153"><bold id="bold-d923107d8039578e72a69bbfe5fd5fc6">3.Analisis Kebahasaan: </bold>Mengkaji penggunaan bahasa, keterbacaan, kejelasan istilah, dan kesesuaian dengan kaidah bahasa Indonesia.</p>
      <p id="_paragraph-154"><bold id="bold-deaf6212cedabfd321a5d19b616ce547">4.Analisis Kegrafikan: </bold>Menilai kualitas ilustrasi, gambar, tabel, dan tata letak yang mendukung pemahaman siswa.</p>
      <p id="_paragraph-155"><bold id="bold-801c5bbab531e588c8d1c6861283b0d0">5.Interpretasi dan Penarikan Kesimpulan:</bold> Menyajikan hasil analisis secara deskriptif mengenai kelebihan, kelemahan, dan rekomendasi perbaikan buku.</p>
      <p id="_paragraph-156">
        <bold id="bold-88e7c2d22ff45a708157a6707141cbbd">Indikator Penilaian Buku Pelajaran</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-157">Untuk mempermudah analisis, digunakan indikator berikut [15]:</p>
      <p id="_paragraph-158"><bold id="bold-6838a6c7e9cbbf71516f38ed2805eb81">1.Kelayakan Isi –</bold> kesesuaian dengan kurikulum, kebenaran materi, aktualitas, dan relevansi.</p>
      <p id="_paragraph-159"><bold id="bold-15a5e897c4919ed8943af7e67d6a8e02">2.Kelayakan Penyajian – </bold>sistematika, interaktif, konsistensi, dan kelengkapan.</p>
      <p id="_paragraph-160"><bold id="bold-3ea9d50a5ec90684f0d7b7c606c1384d">3.Kelayakan Kebahasaan – </bold>komunikatif, keterbacaan, dan sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik.</p>
      <p id="_paragraph-161"><bold id="bold-b923050e6ce1483b0c173bd67cef1cde">4.Kelayakan Kegrafikan –</bold> tampilan fisik, ilustrasi, tipografi, dan tata letak.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-f66127fe252971ca958f0a0a3133e5d7">
      <title>
        <bold id="bold-5c6137bc07f8513e6d7fa88ca92a7509">Hasil dan Pembahasan</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-163">
        <bold id="bold-6d2854a19da2312670e39e2dfdd6db71">A.Buku Teks Pendidikan</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-164">Buku teks adalah buku yang digunakan oleh siswa untuk mendukung kegiatan belajar yang berisi uraian tentang bahan-bahan tertentu yang disusun secara sistematis dengan tujuan tertentu. Buku teks juga didefinisikan sebagai buku teks studi bidang tertentu, buku-buku standar yang disusun oleh para ahli dalam bidang tertentu dengan tujuan intrsuksional. Berdasarkan beberapa pengertian tersebut, buku teks dapat digunakan sebagai pedoman dalam kegiatan belajar mengajar dalam suatu disiplin ilmu . Dalam permendiknas nomor dua tahun 2008 menjelaskan bahwa buku ajar merupakan buku acuan yang wajib digunakan pada satuan pendidikan dasar dan menengah atau perguruan tinggi yang memuat materi pembelajaran dalam rangka peningkatan iman, taqwa, akhlak mulia, dan kepribadian, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, meningkatkan sensitivitas dan kemampuan estetika, meningkatkan kemampuan kinestetik dan kesehatan berdasarkan standar nasional pendidikan .</p>
      <p id="_paragraph-165">
        <bold id="bold-9473aee681b738de8df8d00dd53276cf">B.Pendidikan Islam dan Akhlak</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-166">Pendidikan islam adalah kegiatan belajar mengajar yang sengaja ditujukan untuk mencapai suatu tujuan berdasarkan ajaran agama islam. Pada saat yang sama, pengertian pendidikan Agama Islam dan Akhlak adalah pendidikan yang memberikan pengetahuan dan pembentukan karakter siswa sesuai dengan ajaran islam. Dari penjelasan tersebut dapat diilustrasikan bahwa pendidikan islam dan akhlak diajarkan berdasarkan ajaran islam. Terdapat nilai-nilai karakter yang mengikuti ajaran islam dan menjadikan manusia mampu memperoleh kekuatan iman, akhlak, dan akhlak yang benar untuk menyembah Tuhan. Tuhan Yang Maha Esa. Sehingga buku Ajar Pendidikan Islam dan Akhlak merupakan buku yang digunakan oleh siswa yang berisi uraian materi yang dapat dijadikan sumber belajar berdasarkan ajaran agama Islam</p>
      <sec id="heading-13f9a5e3ac67b540aa83c453b0befe28">
        <title>a. <bold id="bold-70eb587364e8c801d69badb8ea5d59b6">Hasil </bold></title>
        <p id="_paragraph-168">Buku teks Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas X Kurikulum Merdeka dirancang sebagai sumber pembelajaran yang komprehensif untuk mendukung siswa memahami ajaran Islam sekaligus membentuk karakter mereka. Buku ini memuat empat pokok bahasan utama, yaitu Akidah Akhlak, Fiqih, Al-Qur’an dan Hadits, serta Sejarah Kebudayaan Islam. Keempat bahasan ini disusun secara sistematis dan proporsional untuk memberikan pembelajaran yang seimbang, dengan porsi terbesar diberikan pada Akidah Akhlak.</p>
        <p id="_paragraph-169">Akidah Akhlak menjadi bagian terpenting dalam buku ini dengan alokasi sebesar 40% dari keseluruhan isi. Materi ini menitikberatkan pada penguatan nilai-nilai tauhid sebagai landasan utama ajaran Islam. Akidah Akhlak mencakup pembahasan tentang keimanan kepada Allah SWT, malaikat, kitab-kitab-Nya, nabi-nabi-Nya, hari akhir, serta qadha dan qadar. Selain itu, juga dijelaskan cabang-cabang keimanan berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits, seperti yang diuraikan dalam Surah Ibrahim ayat 27 dan Hadits Riwayat Muslim tentang iman yang memiliki lebih dari 70 cabang.Aspek akhlak dalam materi ini meliputi perilaku terpuji yang harus dibiasakan, seperti keikhlasan, kesabaran, syukur, tawakkal, dan ta’awun (tolong-menolong). Siswa juga diajarkan untuk menghindari sifat tercela seperti riya, hasad, takabur, dan temperamental. Misalnya, Surah Al-Isra ayat 26-27 yang mengajarkan untuk tidak hidup berfoya-foya, atau Surah An-Nisa ayat 32 yang melarang sifat iri hati. Materi ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari siswa, sehingga mereka tidak hanya memahami konsep keimanan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan.</p>
        <p id="_paragraph-170">Fiqih menjadi pembahasan penting lainnya dengan alokasi sebesar 20%. Materi fiqih memberikan pemahaman tentang aturan-aturan syariat Islam yang mengatur hubungan manusia dengan Allah SWT dan sesama manusia. Dalam buku ini, pembahasan fiqih meliputi topik-topik seperti shalat jenazah, hukum riba, asuransi syariah, perbankan syariah, dan koperasi syariah. Materi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang aplikatif kepada siswa tentang bagaimana menjalankan kehidupan sesuai dengan hukum Islam.Pembahasan fiqih juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara aspek ibadah dan muamalah. Misalnya, dalam Surah Al-Maidah ayat 2, Allah memerintahkan manusia untuk saling tolong-menolong dalam kebaikan dan tidak bekerja sama dalam dosa dan permusuhan. Dengan mempelajari fiqih, siswa tidak hanya memahami tata cara beribadah, tetapi juga bagaimana mengelola hubungan sosial dan ekonomi sesuai dengan ajaran Islam.</p>
        <p id="_paragraph-171">Bagian ini juga mendapatkan porsi 20% dalam buku. Materi Al-Qur’an dan Hadits mencakup pemahaman tajwid, bacaan, serta penerjemahan dan implementasi ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits. Dalam buku ini, beberapa ayat Al-Qur’an yang dibahas antara lain Surah Al-Maidah ayat 48 tentang berlomba-lomba dalam kebaikan dan Surah At-Taubah ayat 105 tentang etos kerja. Selain itu, terdapat juga Hadits-hadits yang relevan untuk memperkuat pemahaman siswa terhadap ayat-ayat tersebut. Pembahasan ini dirancang untuk mendorong siswa agar tidak hanya membaca Al-Qur’an tetapi juga memahami maknanya dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, dalam Surah Al-Baqarah ayat 148, Allah memerintahkan umat manusia untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, sedangkan Hadits Riwayat Muslim mengingatkan pentingnya segera melakukan amal saleh sebelum datangnya bencana atau godaan yang menggoyahkan iman.</p>
        <p id="_paragraph-172">Sejarah Kebudayaan Islam mendapat porsi 20% dalam buku ini. Pembahasan ini mengangkat sejarah dakwah Islam di Nusantara, termasuk peran Wali Songo dalam menyebarkan Islam. Materi ini mencakup asal-usul Islam di Indonesia, perkembangan kesultanan Islam, serta metode dakwah damai yang diterapkan oleh para ulama terdahulu.Bab ini memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya peran para ulama dan tokoh Islam dalam membangun peradaban. Misalnya, dalam pembahasan tentang Wali Songo, dijelaskan bagaimana mereka menggunakan pendekatan yang damai dan penuh hikmah dalam menyebarkan ajaran Islam, sebagaimana dianjurkan dalam Surah An-Nahl ayat 125. Selain itu, siswa diajak untuk meneladani sifat-sifat ulama penyebar Islam seperti hidup sederhana, gigih dalam berdakwah, dan menghargai perbedaan.</p>
        <p id="_paragraph-173">Buku ini memiliki sejumlah keunggulan yang menjadikannya sumber belajar yang efektif. Salah satunya adalah penyajian materi yang sistematis dan sesuai dengan kurikulum. Keempat pokok bahasan dalam buku ini telah mencakup semua aspek penting dalam ajaran Islam, mulai dari akidah hingga sejarah. Selain itu, buku ini juga dilengkapi dengan fitur-fitur seperti infografis, refleksi, rangkuman, dan penilaian yang memudahkan siswa memahami dan menginternalisasi materi. Pencantuman ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad SAW dilakukan dengan sangat hati-hati, memastikan tidak ada kesalahan dalam penulisan maupun konteks diskusi. Hal ini penting untuk menjaga akurasi dan relevansi isi buku. Selain itu, ilustrasi dan contoh yang diberikan dalam buku ini relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa, sehingga membantu mereka mengaplikasikan ajaran Islam dalam kehidupan nyata.</p>
        <p id="_paragraph-174">
          <bold id="bold-58d774503e6b59e9462d014100e5d9a1">Analisis Kelayakan Isi</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-175">Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas X SMA telah memuat materi sesuai dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) dalam kurikulum. Materi mencakup pokok-pokok ajaran Islam, seperti akidah, ibadah, akhlak, dan sejarah peradaban Islam.</p>
        <p id="_paragraph-176">Kekuatan:</p>
        <p id="_paragraph-177">1.Materi sudah disusun sesuai dengan jenjang SMA, dimulai dari konsep dasar yang sederhana hingga pemahaman yang lebih kompleks.</p>
        <p id="_paragraph-178">2.Nilai-nilai budi pekerti dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari sehingga dapat diaplikasikan oleh peserta didik.</p>
        <p id="_paragraph-179">3.Materi akidah, ibadah, dan akhlak dipaparkan dengan dasar Al-Qur’an dan Hadis.</p>
        <p id="_paragraph-180">Kelemahan:</p>
        <p id="_paragraph-181">1.Beberapa topik masih disajikan secara ringkas sehingga kurang mendalam.</p>
        <p id="_paragraph-182">2.Kurang adanya integrasi dengan isu-isu kontemporer (misalnya: literasi digital dalam perspektif Islam, etika bermedia sosial, atau fenomena sosial keagamaan modern).</p>
        <p id="_paragraph-183">
          <bold id="bold-7ad5c35353d73acb970166fbadca5827">Analisis Kelayakan Penyajian</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-184">Secara sistematika, buku sudah tersusun dalam bab-bab yang terstruktur sesuai tema. Setiap bab diawali dengan tujuan pembelajaran dan diakhiri dengan latihan soal serta refleksi.</p>
        <p id="_paragraph-185">Kekuatan:</p>
        <p id="_paragraph-186">1.Penyajian runtut, memudahkan siswa mengikuti alur pembelajaran.</p>
        <p id="_paragraph-187">2.Disediakan kegiatan diskusi, refleksi, dan latihan soal yang mendorong keterlibatan aktif siswa.</p>
        <p id="_paragraph-188">3.Terdapat penekanan pada pembentukan sikap spiritual dan sosial.</p>
        <p id="_paragraph-189">Kelemahan:</p>
        <p id="_paragraph-190">1.Latihan soal lebih dominan pada aspek kognitif, belum banyak yang mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah.</p>
        <p id="_paragraph-191">2.Kurangnya variasi metode pembelajaran berbasis proyek atau studi kasus nyata.</p>
        <p id="_paragraph-192">
          <bold id="bold-f5468f21e8a9a3917664942bb433bd74">Analisis Kelayakan Kebahasaan</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-193">Buku menggunakan bahasa Indonesia baku dengan istilah-istilah keislaman yang relevan.</p>
        <p id="_paragraph-194">Kekuatan:</p>
        <p id="_paragraph-195">1.Bahasa komunikatif, jelas, dan mudah dipahami.</p>
        <p id="_paragraph-196">2.Terdapat penggunaan istilah Arab yang dilengkapi dengan terjemahan sehingga memudahkan pemahaman.</p>
        <p id="_paragraph-197">Kelemahan:</p>
        <p id="_paragraph-198">1.Beberapa kalimat cukup panjang sehingga menuntut konsentrasi lebih dari peserta didik.</p>
        <p id="_paragraph-199">2.Tidak semua istilah asing (Arab) dijelaskan secara konsisten, sehingga menimbulkan potensi salah tafsir.</p>
        <p id="_paragraph-200">
          <bold id="bold-36da23f6cc0c27c499918bd4b03ab44c">Analisis Kelayakan Kegrafikan</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-201">Secara visual, buku memiliki tampilan yang cukup menarik. Penggunaan ilustrasi, gambar, tabel, dan poin-poin ringkas membantu pemahaman siswa.</p>
        <p id="_paragraph-202">Kekuatan:</p>
        <p id="_paragraph-203">1.Ilustrasi mendukung isi materi, seperti gambar tokoh, aktivitas ibadah, dan peristiwa sejarah.</p>
        <p id="_paragraph-204">2.Tata letak rapi, dengan pemilihan font yang jelas terbaca.</p>
        <p id="_paragraph-205">3.Warna dan desain cukup menarik perhatian siswa.</p>
        <p id="_paragraph-206">Kelemahan:</p>
        <p id="_paragraph-207">1.Beberapa ilustrasi masih bersifat umum dan kurang kontekstual dengan kehidupan modern.</p>
        <p id="_paragraph-208">2.Kurangnya infografis yang dapat membantu siswa memahami materi secara visual cepat.</p>
        <p id="_paragraph-209">Secara keseluruhan, buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas X SMA sudah memenuhi standar kelayakan sebagai buku ajar resmi. Materi yang disajikan relevan dengan kurikulum dan mampu menanamkan nilai-nilai keislaman serta budi pekerti luhur.</p>
        <p id="_paragraph-210">Namun, terdapat beberapa hal yang perlu ditingkatkan, antara lain pendalaman materi, integrasi dengan isu kontemporer, serta penyediaan latihan soal yang lebih variatif untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa.</p>
        <p id="_paragraph-211">Buku ini akan lebih efektif jika penggunaannya didukung oleh kreativitas guru dalam mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif, seperti pembelajaran berbasis proyek, diskusi kasus aktual, serta integrasi teknologi digital. Dengan demikian, pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis dan relevan dengan tantangan zaman.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-06a9e58a20f719c0fda4948a30d75473">
        <title>b. <bold id="bold-7a3de2bc7efb21805a118045ffcdd492">Pembahasan</bold></title>
        <p id="_paragraph-213">Berdasarkan hasil analisis, buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas X SMA memiliki beberapa kelebihan dan kelemahan yang dapat dibahas lebih mendalam sebagai berikut:</p>
        <p id="_paragraph-214">
          <bold id="bold-9a709aacc8db52dcd531c3ec6b42ac78">1. Kelayakan Isi</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-215">Secara substansial, materi dalam buku telah memenuhi standar kurikulum dengan mencakup aspek akidah, ibadah, akhlak, dan sejarah Islam. Hal ini penting karena sesuai dengan tujuan pendidikan agama Islam, yakni membentuk peserta didik yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.</p>
        <p id="_paragraph-216">Namun, buku ini masih menekankan pada aspek normatif, sementara aspek aplikatif dalam konteks kekinian kurang diperhatikan. Misalnya, pembahasan mengenai etika bermedia sosial, tantangan pergaulan remaja, atau literasi keuangan syariah belum banyak disentuh. Padahal, isu-isu tersebut sangat dekat dengan kehidupan peserta didik SMA saat ini.</p>
        <p id="_paragraph-217">
          <bold id="bold-b2f95b27784d698334c9253b64d29762">2. Kelayakan Penyajian</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-218">Buku sudah memiliki sistematika yang jelas: setiap bab diawali dengan tujuan pembelajaran, dilanjutkan dengan uraian materi, dan diakhiri dengan evaluasi. Hal ini memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran.</p>
        <p id="_paragraph-219">Namun, bentuk evaluasi masih bersifat tradisional (soal uraian atau pilihan ganda) dan kurang mendorong kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, serta pemecahan masalah. Padahal, kurikulum terbaru menekankan pentingnya pengembangan higher order thinking skills (HOTS).</p>
        <p id="_paragraph-220">
          <bold id="bold-67fa22093c09814db68d13a978953d94">3. Kelayakan Kebahasaan</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-221">Bahasa yang digunakan cukup komunikatif, sederhana, dan sesuai dengan perkembangan kognitif peserta didik SMA. Penyajian istilah Arab juga diberi terjemahan sehingga mudah dipahami.</p>
        <p id="_paragraph-222">Meski demikian, konsistensi dalam menjelaskan istilah Arab masih perlu ditingkatkan. Ada beberapa istilah yang disebutkan tanpa penjelasan lebih lanjut, sehingga bisa membingungkan siswa yang belum terbiasa dengan istilah-istilah tersebut.</p>
        <p id="_paragraph-223">
          <bold id="bold-28b7a9bda2cd4651e6476425447ea914">4. Kelayakan Kegrafikan</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-224">Secara tampilan, buku cukup menarik dan rapi. Ilustrasi yang ditampilkan membantu siswa memahami materi. Namun, kualitas visual masih dapat ditingkatkan dengan menambahkan infografis, diagram alur, maupun ilustrasi kontekstual yang sesuai dengan kehidupan remaja modern.</p>
        <p id="_paragraph-225">
          <bold id="bold-ec9307b8594e336028b8348c8ff1cfa7">5. Relevansi dengan Tujuan Pendidikan</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-226">Secara keseluruhan, buku ini sudah mendukung tujuan pendidikan agama Islam, yaitu pembentukan karakter dan akhlak mulia. Akan tetapi, efektivitas buku ini sangat bergantung pada kreativitas guru dalam mengembangkan pembelajaran. Jika guru hanya terpaku pada isi buku, maka siswa akan memperoleh pengetahuan yang normatif, tetapi kurang aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.</p>
        <p id="_paragraph-227">Dengan demikian, buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas X SMA sebaiknya dijadikan sebagai sumber belajar utama, namun perlu diperkaya dengan sumber lain, media digital, dan metode pembelajaran inovatif agar lebih kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik di era globalisasi.</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="heading-ae5b028365adb8aa21d39d884f934256">
      <title>
        <bold id="bold-fed5a55b064f050b77fcee1ebcd1cbbf">Simpulan</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-230">Berdasarkan analisis, buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas X Kurikulum Merdeka memberikan pembelajaran yang proporsional dan komprehensif tentang ajaran Islam. Dengan alokasi materi sebesar 40% untuk Akidah Akhlak, 20% untuk Fiqih, 20% untuk Al-Qur’an dan Hadits, serta 20% untuk Sejarah Kebudayaan Islam, buku ini memastikan siswa mendapatkan pemahaman yang seimbang. Kesesuaian isi buku dengan Al-Qur’an dan Hadits menjadikannya sumber belajar yang akurat dan relevan.Penyajian yang menarik, sistematis, dan dilengkapi dengan fitur-fitur pendukung seperti infografis dan refleksi menjadikan buku ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan siswa, tetapi juga pembentukan karakter berdasarkan nilai-nilai Islam. Dengan pendekatan ini, buku tersebut berfungsi sebagai alat pembelajaran yang holistik, mendukung siswa untuk menjadi individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia sesuai dengan ajaran Islam. Buku ini menjadi bukti pentingnya peran pendidikan agama dalam membentuk generasi muda yang beriman, berakhlak, dan berkontribusi positif bagi Masyarakat. Berdasarkan hasil analisis terhadap buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas X SMA, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:</p>
      <p id="_paragraph-231"><bold id="bold-d5dfc147cf08a017bb45c555a4e5d5a8">1.Kelayakan Isi.</bold> Buku sudah sesuai dengan kurikulum yang berlaku, mencakup materi akidah, ibadah, akhlak, dan sejarah Islam. Namun, masih terdapat beberapa bagian yang disajikan secara ringkas dan belum mengintegrasikan isu-isu kontemporer.</p>
      <p id="_paragraph-232"><bold id="bold-3983df17da76de92b6e70f884659fb44">2.Kelayakan Penyajian. </bold>Buku disusun secara sistematis, memudahkan siswa memahami alur materi. Terdapat latihan soal dan kegiatan refleksi, meskipun sebagian besar masih menekankan aspek kognitif dan kurang mengasah keterampilan berpikir kritis serta problem solving.</p>
      <p id="_paragraph-233"><bold id="bold-df7cb58f1cfbd3a9e13d1c5a6f7dd35a">3.Kelayakan Kebahasaan.</bold> Bahasa yang digunakan cukup komunikatif, mudah dipahami, dan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa SMA. Akan tetapi, beberapa istilah Arab tidak dijelaskan secara konsisten sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.</p>
      <p id="_paragraph-234"><bold id="bold-9e84e7642414cc2f6a614be7b5497fde">4.Kelayakan Kegrafikan.</bold> Tampilan buku cukup menarik, ilustrasi relevan dengan materi, serta tata letak rapi. Meski demikian, ilustrasi masih bersifat umum dan kurang menghadirkan infografis yang dapat memperkuat pemahaman siswa.</p>
      <p id="_paragraph-235">Secara keseluruhan, buku ini layak digunakan sebagai bahan ajar utama di SMA, tetapi tetap memerlukan inovasi dalam pemanfaatannya agar lebih efektif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik di era modern.</p>
      <p id="_paragraph-236">
        <bold id="bold-340563ae61b9e8922e4dcd735c499278">Saran</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-237"><bold id="bold-2651346744d76eebc541ef132bc5628b">1.Bagi Penulis/Penerbit: </bold>Perlu menambahkan pembahasan yang lebih mendalam serta integrasi dengan isu-isu aktual, seperti literasi digital, etika bermedia sosial, dan problematika remaja modern.</p>
      <p id="_paragraph-238"><bold id="bold-78e2452ed02bc44837eeaffd3aa9cac3">2.Bagi Guru: </bold>Disarankan untuk melengkapi pembelajaran dengan metode inovatif seperti pembelajaran berbasis proyek, diskusi studi kasus, atau integrasi teknologi digital agar pembelajaran lebih kontekstual.</p>
      <p id="_paragraph-239"><bold id="bold-e5e16fded81f92b217ef7d4717bd070d">3.Bagi Siswa:</bold> Diharapkan lebih aktif dalam mengaitkan materi buku dengan kehidupan nyata, sehingga pembelajaran tidak hanya dipahami secara teoritis tetapi juga diamalkan dalam perilaku sehari-hari.</p>
      <p id="_paragraph-240"><bold id="bold-df8c2830f2b7c8cc6c47a1fc66d2c5ca">4.Bagi Peneliti Selanjutnya: </bold>Analisis dapat diperluas pada perbandingan dengan buku teks dari penerbit lain atau edisi terbaru untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif.</p>
      <p id="_paragraph-241">
        <bold id="bold-ed5fb630004d92ff9d31d04b7ec523c1">Ucapan Terima Kasih</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-242">Selain proses yang cukup menguras waktu dan pikiran, penyelesaian dalam penelitian ini tidak lepas dari segala usaha, doa serta dukungan dari banyak pihak. Terima kasih ini ditujukan kepada Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Fakultas Bisnis Hukum dan Ilmu Sosial, Program Studi Manajemen sebagai tempat peneliti menimba ilmu sehingga sebagai modal dalam melakukan penelitian ini. Tidak lupa juga terima kasih pada pihak-pihak yang memberikan dukungan hingga terselesaikannya penelitian ini dengan baik.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>