<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Analysis of Barriers to the Development of Islamic Educational Institutions in Kembangsri Ngoro Village, Mojokerto</article-title>
        <subtitle>Analisis Hambatan Pengembangan Lembaga Pendidikan Islam di Desa Kembangsri Ngoro Mojokerto</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-8b727d8232e08b482790a16af6e4bb01" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Hidayati</surname>
            <given-names>Dinda Maula Miftahchul</given-names>
          </name>
          <email>dindamithamaula3798@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-52da481610da51e5f3cf7343051ebd57" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Hariyanto</surname>
            <given-names>Budi</given-names>
          </name>
          <email>budiharyanto@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2022-02-14">
          <day>14</day>
          <month>02</month>
          <year>2022</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-f5c8082ab0a469d2027c41d9d8dea6d7">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-11">Dalam dunia pendidikan, sekolah merupakan tempat yang bukan hanya umtuk berkumpul guru dan murid, melainkan berada dalam suatu sistem yang saling berkaitan. Oleh karena itu sekolah dipadang sebagai suatu organisasi. Sekolah mengelola Sumber Daya Manusia (SDM) yang diharapakan menghasilkan lulusan yang berkualitas sesuai dengan tuntutan kebutuhan masyarakat, serta lulusan sekolah diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada pembangunan masyarakat.[1]</p>
      <p id="_paragraph-12">Lembaga pendidikan Islam ialah suatu bentuk organisasi yang diadakan untuk mengembangkan lembaga-lembaga Islam melalui upaya/program kegiatan yang tersusun rapi dan terorganisir dengan baik mengikuti khirarki dan aturan tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan[2]. Lembaga pendidikan akan berkembang apabila mendapatkan dukungan dari masyarakat sekitar, masyarakat juga berpengaruh pada kemajuan suatu lembaga. Tanpa adanya dukungan dari masyarakat lembaga pendidikan tidak akan berkembang.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-84ee0ca8e05b51d7a4d4c3b59b21867a">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="_paragraph-13">Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu prosedur penelitian untuk menghasilkan data deskripsi berupa kata-kata atau lisan dari orang-orang atau perilaku yang diminati[3]. Penelitian kualitatif memiliki karakteristik tertentu seperti proses penelitian yang lebih bersifat artistik (tidak berpola), data hasil penelitian lebih berkenan dengan interprestasi terhadap data yang ditemukan dilapangan, penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah dan dalam penelitian kualitatif instrumennya adalah orang atau human instrumen[4].</p>
      <p id="paragraph-e7892f9ae24127bd14298699c9f0d431">A. Subjek dan Lokasi</p>
      <p id="_paragraph-14">Subjek dalam penelitian ini meliputi:</p>
      <p id="_paragraph-15">Lokasi penelitian, peneliti melakukan penelitian didua tempat yang ada di Desa Kembangsri Ngoro Mojokerto pertama di SMP Muhammadiyah 5 Ngoro dan kedua di MI Darul Arqom Kembangsri.</p>
      <p id="paragraph-c5635ed36038ba91498940d0e9aecd88">B. Jenis dan Sumber Data</p>
      <p id="_paragraph-16">Penelitian ini termasuk penelitian lapangan (<italic id="_italic-88">field </italic><italic id="_italic-89">reasearch</italic>) yaitu penelitian dengan cara terjun langsung ke lokasi penelitian. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu prosedur penelitian untuk menghasilkan data deskripsi berupa kata-kata atau lisan dari orang-orang atau perilaku yang diamati.[5]<sup id="_superscript-1">27</sup>Bila dilihat dari sumber datanya, pengumpulan data dapat menggunakan sumber primer, dan sumber sekunder. Sumber primer adalah sumber data yan<italic id="_italic-90">g</italic>langsung memberikan data kepada pengumpul data, dan sumber sekunder merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misal melalui orang lain atau melalui dokumen.</p>
      <p id="paragraph-920923b8d6e7f102dfed4e55e6f6338e">a) Sumber Data </p>
      <list list-type="bullet" id="list-8a304d46c6b1a5d92e4c7a0579ba1456">
        <list-item>
          <p>Kepala SMP Muhammadiyah 5 Ngoro </p>
        </list-item>
      </list>
      <list list-type="bullet" id="list-2d9dac25359cae43b7cd9a279d708bc5">
        <list-item>
          <p>Kepala MI Darul Arqom Kembangsri </p>
        </list-item>
      </list>
      <list list-type="bullet" id="list-99500b4e64460dee75abb235fe7f3dbf">
        <list-item>
          <p>PCM Ngoro Masyarakat desa Kembangsri</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="paragraph-d02a107c3235517a65fb6ac4c4529cf0">b) Sumber Data Sekunder </p>
      <p id="_paragraph-17">Sumber sekunder yang digunakan peneiti yaitu, buku-buku yang membahas perihal Analisis Hambatan Pengembangan Lembaga Pendidikan Islam.</p>
      <p id="paragraph-42d94a39a309aa410f2965aae01a5748">C. Teknik Pengumpulan Data</p>
      <p id="_paragraph-18">Sebuah penelitian memerlukan teknik-teknik atau cara pengumpulan data yang tepat untuk mengumpulkan data-data yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik</p>
      <list list-type="bullet" id="list-10d6886e252e024441f7bd6825d870d9">
        <list-item>
          <p>Observasi</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-19">Observasi adalah kegiatan pengumpulan data melalui pengamatan gejala, fenomena dan fakta empiris yang terkait dengan masalah penelitian.[6]</p>
      <list list-type="bullet" id="list-56eee900995a0f4a2b4fca1228561943">
        <list-item>
          <p>Wawancara</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-20">Menurut pendapat <italic id="_italic-91">Estererg</italic>wawancara adalah penemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dilakukan untuk mencari data tentang pemikiran, konsep atau pengalaman mendalam dari informan. [7]</p>
      <list list-type="bullet" id="list-0af9423596bd684db8c5d6d48e3a2273">
        <list-item>
          <p>Dokumentasi</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-21">Dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumentasi bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya menumental seseorang.</p>
      <p id="paragraph-c2bb814d489f9948477405230be04f90">D. Teknik Analisis Data</p>
      <p id="_paragraph-22">Sugiyono yang mengutip <italic id="_italic-92">Miles </italic>dan <italic id="_italic-93">Huberman</italic>memberi petunjuk secara umum langkah-langkah dalam analisis data kualitatif, yaitu melalui proses reduksi data (<italic id="_italic-94">data reduction)</italic>, penyajian data (<italic id="_italic-95">data display</italic>)<italic id="_italic-96">, </italic>dan simpulan (<italic id="_italic-97">conclusing</italic>) atau verifikasi (<italic id="_italic-98">verification</italic>).[8]Penelitian ini menggunakan teknik analisis data dengan cara :</p>
      <list list-type="bullet" id="list-9ef09db3883dd869aa9890eeda6a060a">
        <list-item>
          <p>Pengumplan data (data collection)</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-23">Data didapat dari proses wawancara dan observasi dapat berupa tulisan maupun tidak tertulis sebagai bahan untuk tahapan selanjutnya. Adapun informasi tidak tertulis dapat berupa foto, video, atau rekaman suara selama peneliti berada dilokasi [9].</p>
      <list list-type="bullet" id="list-bbec093f20897048e82f6c6e791736c0">
        <list-item>
          <p>Reduksi Data (Data Reduction)</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-24">Data yang terkumpul dan diperoleh dari lapangan kemudian dirangkum dan disusun secara sistematis dalam bentuk uraian atau laporan agar mudah dipahami.</p>
      <list list-type="bullet" id="list-215e2c390d9c5fff0f6d0a737477eebd">
        <list-item>
          <p>Penyajian data (data display)</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-25">Setelah data direduksi agar lebih mudah dipahami baik oleh peneliti maupun orang lain, data tersebut perlu disajikan. Penyajian data dapat berupa uraian singkat, bagan dan sejenisnya.</p>
      <list list-type="bullet" id="list-074ce32192cf436afa141fb85168723d">
        <list-item>
          <p>Simpulan (conclusing) atau verifikasi (verification)</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-26">Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya.[10]</p>
    </sec>
    <sec id="heading-53ee3bb850da8069a427f79f8adfd7fe">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="_paragraph-27">Dari penelitian yang telah dilakukan ditemukan beberapa pembahasan mengenai hambatan yang terjadi di lembaga pendidikan Islam yang ada di Desa Kembangsri Ngoro Mojokerto. Lembaga pendidikan Islam yang ada di Desa Kembangsri terdapat dua lembaga, yang pertama SMP Muhammadiyah 5 Ngoro dan kedua MI Darul Arqom Kembangsri. Kedua lembaga ini memilki beberapa hambatan dalam pengembangannya diantaranya; SMP Muhammadiyah 5 Ngoro memiliki hambatan yang pertama kurangnya dukungan dari masyarakat sekitar, masyarakat kurang mendukung segala kegiatan yang dilakukan lembaga serta perbedaan latar belakang</p>
      <p id="_paragraph-28">Muhammadiyah dari pendidik dan masyarakat dominan dari Nahdahtul Ulama. Kedua dari kepala sekolah yang kurang berwibawa dalam memimpin, ketiga guru yang kurang kompak, apabila guru tidak bisa kompak sekolah akan susah untuk berkembang dengan baik. Terakhir hambatan yang terjadi keuangan yang kurang memadahi. Kedua lembaga MI Darul Arqom juga memiliki kendala dalam, pertama pemimpin yang kurang tegas dalam memimpin serta ruang gerak yang kurang luas. Kedua guru yang sudah berusia sehingga susah untuk diajak melakukan inovasi-inovasi baru. Dan ketiga kendala dalam hal pendanaan.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-0e7b3211dbf3edb71a6b1b853aca2b76">
      <title>Kesimpulan</title>
      <p id="_paragraph-29">Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kedua lembaga ini memiliki kesamaan dalam hambatan pengembangannya, hambatan tersebut terdiri dari kepala sekolah yang kurang tegas saat memimpin dan juga keuanga yang kurang memadahi sehingga untuk melakukan perbaikan-perbaikan mengalami kesulitan. Sehingga kedua lembaga ini susah untuk mengalami perubahan yang lebih baik lagi serta sulit untuk menyamakan kedudukan dengan sekolah-sekolah favorit.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>