<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>The Relationship Between Adversity Quotient and Learning Motivation of Class IX Students of Sedati Islamic Junior High School</article-title>
        <subtitle>Hubungan Antara Adversity Quotient dengan Motivasi Belajar Siswa Kelas IX SMP Islam Sedati</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-6e8a7210c5b38b956518ae9faf55e35c" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Refizal</surname>
            <given-names>Miftakhul Nur</given-names>
          </name>
          <email>lazifer.run.luhkatfim@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-9615596c6e5ca48086ff61404905899a" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Nastiti</surname>
            <given-names>Dwi</given-names>
          </name>
          <email>dwinastiti@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2022-02-07">
          <day>07</day>
          <month>02</month>
          <year>2022</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-4df758688485f15977c0192341803150">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-13">Persoalan mengenai motivasi belajar tidak asing terdengar di negara kita Indonesia, Beberapa penelitian tentang motivasi belajar pernah dilakukan oleh Utami yang berjudul “Pengaruh Pelatihan <italic id="_italic-114">Adversity Quotient </italic>Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa SMP”. Utami [1] penelitian mengenai motvasi belajar juga di lakukan oleh Azizah [2]“Hubungan Motivasi Belajar Dengan Kesiapan Kerja Siswa Yang Telah Mengikuti Praktek Kerja Industri Pada Siswa SMK”. Khasanah [3] juga melakukan penelitian tentang “Hubungan <italic id="_italic-115">Adversity Quotient </italic>dengan Motivasi Belajar Siswa SMA”, penelitian juga dilakukan oleh Ratna [4] “ hubungan antara <italic id="_italic-116">adversity Intelligence </italic>dengan Motivasi Belajar dalam Mata Pelajaran Matematika pada Siswa SMA. Hal ini belum juga mampu menjawab persoalan yang terjadi di dunia pendidikan mengenai motivasi belajar itu sendiri.</p>
      <p id="_paragraph-14">Jika dilihat dari data statis hasil survey yang dilakukan oleh PISA (salah satu lembaga program penilaian siswa Internasional), Gurria menjelaskan bahwa sistem pendidikan di Indonesia sendiri di bilang cukup baik, asumsi ini peneliti kutib dari laman Youth Corps Indonesia, menurut PISA <italic id="_italic-117">Programme for International Student Assessment</italic> menunjukkan bahwa sistem pendidikan Indonesia menempati peringkat 4 dari 72 negara yang masuk dalam urutkan data statistika assessment yang di lakukan oleh PISA, namun berdasarkan hasil (survey) yang di lakukan oleh PISA mengenai keterlibatan, keyakinan, dan motivasi siswa, dari 72 negara yang di urutkan oleh PISA Indonesia berada pada peringkat ke 63 dunia. Hasil (survey) ini menunjukkan besarnya persoalan di dunia pendidikan yang dialami Indonesia sebagai negara berkembang.[5]</p>
      <p id="_paragraph-15">Data tersebut menunjukkan betapa kurangnya motivasi belajar siswa di Indonesia. McClelland (dalam Utami [1]) menjelaskan bahwa prestasi belajar dan sikap siswa terhadap tugas – tugas sekolah dapat meningkat karena adanya motivasi belajar. Dalam arti bahwa motivasi belajar dapat membangkitkan kepuasan dalam belajar dan meningkatkan prestasi belajar siswa. Uno mengemukakan motivasi belajar adalah suatu daya penggerak atau dorongan yang muncul baik dari dalam diri maupun dari luar diri individu yang menjadi suatu kekuatan seseorang untuk melakukan aktifitas belajar agar dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. [6].</p>
      <p id="_paragraph-16">Fenomena mengenai masalah motivasi belajar siswa juga penulis temui di SMP Islam Sedati kecamatan Ngoro kabupaten Mojokerto. Berdasar hasil studi literasi yang di miliki sekolah berupa <italic id="_italic-118">anecdotal record</italic>, sebuah buku isian yang berisi tentang rekam peristiwa pelanggaran yang terjadi di kelas saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, Data arsip yang di miliki oleh guru BK sekolah tersebut tercatat beberapa perilaku yang berhubungan dengan motivasi belajar seperti : tidak mengerjakan tugas, tidak memperhatikan pelajaran yang disampaikan oleh guru, bolos dan mengirimkan surat palsu, tidak mengikuti pelajaran, tidur di saat jam pelajaran, tidak ada di kelas, telat masuk kelas, keluar tanpa izin, dan lain sebagainya. Fenomena tersebut mengarah pada indikator motivasi belajar rendah menurut Permana seperti siswa sering terlambat datang ke kelas, siswa cenderung kurang memperhatikan pembelajaran yang disampaikan oleh guru, dan sering bolos sekolah. [7]</p>
      <p id="_paragraph-17">Menurut Soleh (dalam Syahid [8]) prestasi belajar dalam dunia pendidikan ditentukan oleh empat (4) kecerdasan yang memiliki keterkaitan dan berkontribusi besar antara satu dengan yang lain dalam usaha menggapai keberhasilan. Keempat kecerdasan tersebut terdiri atas IQ, EQ, SQ, dan <italic id="_italic-119">Adversity Quotient </italic>atau (AQ).</p>
      <p id="_paragraph-18"><italic id="_italic-120">Adversity Quotient </italic>adalah kegigihan dalam menghadapi segala rintangan atau kesulitan sampai menemukan cara mengatasi rintangan atau kesulitan yang dihadapi [9]. Hal ini menunjukkan bahwa dalam belajar seorang siswa tidak hanya dituntut untuk cerdas secara ilmu pengetahuan, emosi, juga sosial saja akan tetapi juga dibutuhkan kecerdasan dalam menghadapi tantangan, rintangan dan kesulitan dalam hidup. Stoltz mengemukakan bahwa seseorang yang memiliki tingkat <italic id="_italic-121">Adversity Quotient </italic>yang tinggi dapat memotivasi diri seseorang itu sendiri, sedangkan seseorang yang memiliki tingkat <italic id="_italic-122">Adversity Quotient</italic> rendah akan menjadikan individu – individu yang mudah menyerah, pasrah, pesimistik, memiliki kecenderungan untuk bersikap negative.[9]</p>
      <p id="_paragraph-19">Dengan demikian peneliti mengajukan hipotesis bahwa ada hubungan positif antara Adversity Quotien dengan Motivasi Belajar siswa. Mengingat pentingnya <italic id="_italic-123">Advesity Quotient</italic> didalam meningkatkan motivasi belajar siswa, maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui hubungan antara <italic id="_italic-124">Adversity Quotient </italic>dengan motivasi belajar siswa kelas XI SMP Islam Sedati.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-1bdd05b4fb3e43839f0ba163f4dfbe54">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="_paragraph-21">Penelitian kali ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Menurut Sugiyono (2015) penelitian kuantitatif merupakan tipe penelitian yang di gunakan untuk melakukan penelitian pada populasi atau sampel penelitian yang berlandaskan pada filsafat positifism, penyimpulan data pada tipe penelitian ini menggunakan instrument penelitian, analisa data bersifat statistic, dan dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah di tetapkan.[4] Penelitian ini dilakukan peneliti untuk mengetahui hubungan antar variabel, sehingga tipe penelelitian ini menggunakan tipe korelasional.</p>
      <p id="_paragraph-22">Penelitian ini mengunakan 2 variabel, variable (X) bebas <italic id="_italic-125">adversity quotient </italic>dan variable (Y) motivasi belajar. <italic id="_italic-126">Adversity Quotient </italic>adalah kegigihan dalam menghadapi segala rintangan atau kesulitan sampai menemukan cara mengatasi rintangan atau kesulitan yang dihadapi [9]. <italic id="_italic-127">Adversity Quotient </italic>diukur menggunakan skala <italic id="_italic-128">Adversity Quotient </italic>berdasarkan Dimensi dasar yang mempengaruhi <italic id="_italic-129">Adversity Quotient</italic> yakni : CO2RE yang terdiri dari <italic id="_italic-130">Conrol</italic> (C), <italic id="_italic-131">Origin-Ownership</italic> (O2), <italic id="_italic-132">Reach</italic> (R), <italic id="_italic-133">Endurance</italic> (E) [9]</p>
      <p id="_paragraph-23">Motivasi belajar adalah suatu daya penggerak atau dorongan yang muncul baik dari dalam diri maupun dari luar diri individu yang menjadi suatu kekuatan seseorang untuk melakukan aktifitas belajar agar dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.(Uno, 2011). Motivasi belajar diukur menggunakan skala motivasi belajar berdasarkan empat aspek dasar motivasi belajar menurut Chernis dan Goleman (dalam Azizah [2]) yakni : Dorongan mencapai sesuatu, Komitmen, Inisiatif, dan Optimis..</p>
      <p id="_paragraph-24">Populasi Siswa kelas IX SMP Islam Sedati Ngoro dengan jumlah 128 siswa. Sedangkan Sugiyono mengemukakan sampel penelitian adalah seluruh anggota populasi sebanyak 128, yang ditentukan dengan teknik sampling jenuh yakni suatu teknik pengambilan sampel yang dimana keseluruhan anggota populasi dijadikan sebagai sampel penelitian.[10]</p>
      <p id="_paragraph-25">Hasil penelitian dianalisis dengan analisis korelasi <italic id="_italic-134">Product Moment</italic><italic id="_italic-135"> Spearman</italic>. Sebelumnya dilakukan uji asumsi sebagai syarat analisis penelitian korelasional. Uji asumsi yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi uji normalitas dan uji linearitas.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-0ce9e44343a52111be77a314d5d10e81">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="heading-caa799fd6b4b919b8ec59d531ac6071a">Hasil Penelitian</p>
      <p id="paragraph-192f7df5b61c844eece6a85f0dc52fea">A. Uji Asumsi</p>
      <p id="_paragraph-27">Uji asumsi merupakan uji analisis data penelitian yang digunakan untuk mengetahui normalitas dan linieritas pada variabel penelitian Hasil uji asumsi yang dilakukan peneliti menunjukkan :</p>
      <p id="paragraph-712deea7b1cba8979bedc75b698f46f0">Uji Normalitas</p>
      <p id="_paragraph-28">Berdasarkan isi hasil uji normalitas diketahui bahwa variabel <italic id="_italic-136">Adversity Quotient </italic>dan variabel motivasi belajar dikatakan distribusinya normal. Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansi variabel <italic id="_italic-137">Adversity Quotient </italic>adalah 0.385&gt;0,05 sedangkan nilai signifikansi variabel motivasi belajar adalah 0.296&gt; 0,05 dengan hasil uji normalitas tersebut maka dapat disimpulkan bahwa distribusi data tersebut normal. Berikut tabel <italic id="_italic-138">output</italic> Program SPSS 21.0 :</p>
      <table-wrap id="_table-figure-1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <title>Uji Normalitas</title>
          <p id="_paragraph-30" />
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-287c45df2cd83f33538810c569485507">
              <td id="table-cell-1c7fcd5c2aa8b508cf9a64b7d6c8f269" colspan="4">One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-40ef28afa233e6c67ac32ee15ee06c0a">
              <td id="table-cell-00591d4b63c63023d351501d826988bd" colspan="2" />
              <td id="table-cell-b271eb2a193efa5dadf028a6287e99b0">Adversity Quotient</td>
              <td id="table-cell-54504b63c320db033825034a0f1aefb2">Motivasi belajar</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-bb8418914c44c68b0ed207e43dd2a02e">
              <td id="table-cell-2ed4f73f9fec1816c8755eabd0b74ca1" colspan="2">N</td>
              <td id="table-cell-2fd69b6b390f0a972533fdd2b48c785b">128</td>
              <td id="table-cell-bade5db4c8d7c6faaa648fbd3e5918c8">128</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-7fdde9eab94cbdde9301292f243ac23d">
              <td id="table-cell-c0342d63517726865d32f4fbd537d592" rowspan="5">Normal Parametersa,b</td>
              <td id="table-cell-0bfb72e53b4555edb39b174f87d6f6b2">Mean</td>
              <td id="table-cell-06b24b15e2553c27b5e1ec58d05cc4fd">77.14</td>
              <td id="table-cell-468e47931fcd1807c99746c566b97d52">118.44</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-bd2717c608f6654925644be9b630e7aa">
              <td id="table-cell-7665d91e540a2084d04bcc89984bd230">Std. Deviation</td>
              <td id="table-cell-f9e4fad13ab540e127d2f6221a08ed5d">7.986</td>
              <td id="table-cell-ce7edd4138a87bd72f8b3cf0655de126">16.082</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-9ff92542c6c57c903736f1df182e2863">
              <td id="table-cell-f0ee454a71703084d844babf1f0855c8" rowspan="3">Most Extreme Differences</td>
              <td id="table-cell-506e0c17b59c54ccad91eae225053e99">Absolute</td>
              <td id="table-cell-3e9378688747f5a03aeadfe2e32b296d">.080</td>
              <td id="table-cell-8363f18ee5b3b0483de16fbc6e968d10">.086</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-b5a8e7d5db10a3e2977a6eb891b8bb49">
              <td id="table-cell-2b92b20932ed14e8cf5cef10957ac319">Positive</td>
              <td id="table-cell-ef5c42c363e420b633990e22c4a22516">.080</td>
              <td id="table-cell-74ada58a8d23ae0f3a1b51fceb547a41">.086</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-b316e1acb955d863e711c5f46e015e9f">
              <td id="table-cell-6818cbbf21eca622046e3a0e13531fa3">Negative</td>
              <td id="table-cell-023dee54ee90286921a9d96705b313c2">-.076</td>
              <td id="table-cell-8657d8d547a499383eb4653f728515c6">-.055</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-5b9e1fe9e80dbd314d93ae6d2fab6a6e">
              <td id="table-cell-c459b642576513b4322f7becf54b8f13" colspan="2">Kolmogorov-Smirnov Z</td>
              <td id="table-cell-d5f632aea72a217d5fd376039a582d45">.906</td>
              <td id="table-cell-68d5f145c716be3803373b9073486a9b">.976</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-3f43d392ec94656bce0e9a324d04ad58">
              <td id="table-cell-ddb3fca5f51344f562f45a844117d54b" colspan="2">Asymp. Sig. (2-tailed)</td>
              <td id="table-cell-c1b7d65c5655f0e9b62858674e52edb5">.385</td>
              <td id="table-cell-d81ded4f19cf8891c776719aafc5743d">.296</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="paragraph-15fbabe537261f93cc5b52eacb22458b">Uji Linearitas</p>
      <p id="_paragraph-31">Berdasarkan hasil uji linieritas dapat diketahui nilai <italic id="_italic-140">deviation form linierity </italic>menunjukan nilai signifikansi sebesar 0.765&gt;0,05. Hal ini diartikan bahwa kedua data variabel tersebut linier, yang dibuktikan dengan tabel hasil uji linieritas <italic id="_italic-141">output SPSS </italic>21.0 di bawah ini :</p>
      <table-wrap id="_table-figure-2">
        <label>Table 2</label>
        <caption>
          <title>Uji Linieritas</title>
          <p id="_paragraph-33" />
        </caption>
        <table id="_table-2">
          <tbody>
            <tr id="table-row-159590e1ee04528af9f885fd958af784">
              <td id="table-cell-c099a6ff222c3fe92fcb4f5bc3192c45" colspan="8">ANOVA </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-822a4815e303629daa9b7d90abf855c5">
              <td id="table-cell-de4864a786fef164d806e5968dd23817" colspan="3" />
              <td id="table-cell-afe11e41068d9d1ccd7f869f2eb44aff">Sum of Squares</td>
              <td id="table-cell-45721d86e5d41767767bc2a09794cbd6">Df</td>
              <td id="table-cell-d66815f7163f49b1c1f07658bad22f22">Mean Square</td>
              <td id="table-cell-23b3956d497b17736fa6d32f556e8c62">F</td>
              <td id="table-cell-1535b0d310827940b9f4f899c54201db">Sig.</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d8fbd93b19a11734a5f6b2b845f04c3d">
              <td id="table-cell-c88e6b75a5eb9afae458fee46e7ddfec" rowspan="5">Motivasi belajar * Adversity Quotient</td>
              <td id="table-cell-c324088ca21ddbecbcd45ded05f1a989" rowspan="3">Between Groups</td>
              <td id="table-cell-72b9ab96a7d61d2320fb29cc9fe1923a">(Combined)</td>
              <td id="table-cell-aba78cba2ff560092581fd35c325523d">17628.693</td>
              <td id="table-cell-61450149eaac06db8e5e83600d98fcdd">35</td>
              <td id="table-cell-16d65dbe79ececbd8f3e1bb608bfbc00">503.677</td>
              <td id="table-cell-0beb45447a16ccb8d11ba1e4dc757e71">3.045</td>
              <td id="table-cell-33bbefe3903ef8fc8414af7d8aea13d6">.000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-c11ef3522863460653af1e1b86e57d84">
              <td id="table-cell-763206c341253e0271c6bd615e682342">Linearity</td>
              <td id="table-cell-1f839607bd9e6da05eb9e3520be5d7bf">13124.154</td>
              <td id="table-cell-9ba1f8e13181e744c09f57785dadb526">1</td>
              <td id="table-cell-493ae204030b4b75aa20b47f84902d3e">13124.154</td>
              <td id="table-cell-10914bde35885c25555c2998c3c83dfc">79.338</td>
              <td id="table-cell-f7342fb5328cec921be676c742028257">.000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-2173b636a93b05d011b717c67e39b16e">
              <td id="table-cell-3207f52e2bab3a7889d15ac51c127ad2">Deviation from Linearity</td>
              <td id="table-cell-4b55988084067dd7ec6751520d9a7e62">4504.539</td>
              <td id="table-cell-60c784d2a5a866dad49da67456efe451">34</td>
              <td id="table-cell-21e22d89fd7f583c8e37fb991c703d7c">132.486</td>
              <td id="table-cell-163859d2c9e8bb12e097cc9a5dc32720">.801</td>
              <td id="table-cell-ff0749f5e4ba267cd6c27a8fb9614a4b">.765</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-cdde521fe6d1f875977af5c08d1852b2">
              <td id="table-cell-94bd522d1d29cf5d9d19277d3a79cffe" colspan="2">Within Groups</td>
              <td id="table-cell-11dc012b3f7552af290b47dadc09dbbe">15218.807</td>
              <td id="table-cell-ede8efda89e8ca02b7e01e20b55a1bc2">92</td>
              <td id="table-cell-fb017673299c92eb3bd469fdbb0d651d">165.422</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-e2c524b202a7b4e765fa614c8a6aa73e">
              <td id="table-cell-ebd606b3b54f8b17007c427735898078" colspan="2">Total</td>
              <td id="table-cell-cea51795fbba2ed398a077d8ef2c036e">32847.500</td>
              <td id="table-cell-2bd7d3d96da613576d622afcd96e2eda">127</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="paragraph-b95fd42905bc3a761a4a2f204891b1e7">B. Hasil Uji Analisis Data</p>
      <p id="paragraph-53646235900fbb17f6347fdd169b0ce9">Uji Hipotesis</p>
      <p id="_paragraph-34">Berdasarkan hasil uji asumsi di atas, peneliti melakukan uji hipotesi penelitian dengan menggunakan uji korelasi <italic id="_italic-143">product moment pearson. </italic>Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini terdapat hubungan positif antara <italic id="_italic-144">Adversity Quotient </italic>dengan motivasi belajar pada siswa SMP. Berikut tabel uji korelasinya :</p>
      <table-wrap id="_table-figure-3">
        <label>Table 3</label>
        <caption>
          <title>Uji Hipotesis</title>
          <p id="_paragraph-36" />
        </caption>
        <table id="_table-3">
          <tbody>
            <tr id="table-row-b18557e35eabed5f29c1b0cfb05039d1">
              <td id="table-cell-b820b1d2feec6c2e9d56d26cedf715b8" colspan="4">Correlations</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-54a2a75f8e5cd4872e08d5aaafa48ff6">
              <td id="table-cell-352f97a14081d82a8ef3b235e97c294e" colspan="2" />
              <td id="table-cell-4b335bb82e99e937f0ce3b8028f06553">Adversity Quotient</td>
              <td id="table-cell-f60dc61780e729b6633f9dd42539e94b">Motivasi belajar</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-0116c0a84efa9c36a6d1b03cf46c6a31">
              <td id="table-cell-05860efa85ca7e4d1953302a04dafe38" rowspan="6">Adversity Quotient</td>
              <td id="table-cell-52125d7e44e7e83a77221c57e52b2350">Pearson Correlation</td>
              <td id="table-cell-1abe0f58fbd9ca1fc9da9cc263106404">1</td>
              <td id="table-cell-f6d2d3fa108ad973c5dbd8563db0eeee">.632**</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-442dc7203f8ea4fddc4014063985d4b9">
              <td id="table-cell-13431a39620be0c0a5df31d7d7172a56">Sig. (2-tailed)</td>
              <td id="table-cell-6ee8b50ffc14206ec6781994d6eda926">.000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-15b215767896e65baab9bab9767d942f">
              <td id="table-cell-0db46b69d44c603861efed77083dec87">N</td>
              <td id="table-cell-d11890310913b9ab4d2f27536cd1864f">128</td>
              <td id="table-cell-38ffd051f4d439b1fbc87f58fdc8722d">128</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-a7a6ed488c5400ada51532f229d0b57b">
              <td id="table-cell-b83dca8a7f046a9324a9a40476b73372" rowspan="3">Motivasi belajar</td>
              <td id="table-cell-d0acea7dd3327fec0ea3ab17cd1fcf65">Pearson Correlation</td>
              <td id="table-cell-78d378ae79043bae4a83915a0feface5">.632**</td>
              <td id="table-cell-d3d4cf68ff58c44285ba3b20ef9d6064">1</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-039bf9c4b7ea4dff19a3354e0eebe98b">
              <td id="table-cell-21ee4d2ed312d0a5d4b93f14aa51746b">Sig. (2-tailed)</td>
              <td id="table-cell-76ffcdcc8ba4f9830551db35bc0395d7">.000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-f20820582f80bf792e940ec9f76d011e">
              <td id="table-cell-6ebe56588c269ae748c60b74d29e4ca9">N</td>
              <td id="table-cell-b1b21dddae15b58d86d322154b408f93">128</td>
              <td id="table-cell-e0f52d32492d41d3864b98cf6dd67ffa">128</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-37">Berdasarkan tabel hasil uji hipotesis dapat diketahui koefisien korelasi (r<sub id="_subscript-1">xy</sub>) pada variabel <italic id="_italic-147">Adversity Quotient </italic>dan motivasi belajar sebesar 0,632 dengan nilai signifikansi 0,000 &lt; 0,05. Kesimpulannya bahwa terdapat hubungan positif antara variabel <italic id="_italic-148">Adversity Quotient </italic>dengan motivasi belajar sehingga hipotesis yang diajukan peneliti dapat diterima. Hal ini diartikan bahwa semakin tinggi <italic id="_italic-149">Adversity Quotient</italic>, maka semakin tinggi motivasi belajar siswa SMP. Sebaliknya semakin rendah <italic id="_italic-150">Adversity Quotient, </italic>maka semakin rendah pula motivasi belajar siswa SMP.</p>
      <p id="paragraph-d41c7a9095cc8b8a2efa129ec833b861">Uji Determinasi</p>
      <p id="_paragraph-38">Peneliti juga menghitung sumbangan efektif dari Adversity Quotient terhadap motivasi belajar. Besaran pengaruh variabel <italic id="_italic-151">Adversity Quotient </italic>terhadap motivasi belajar siswa dapat dilihat melalui tabel hasil koefisien determinan sebagai berikut :</p>
      <table-wrap id="_table-figure-4">
        <label>Table 4</label>
        <caption>
          <title>Tabel Uji Determinasi</title>
          <p id="_paragraph-40" />
        </caption>
        <table id="_table-4">
          <tbody>
            <tr id="table-row-e6c1666917147954bc6400d57e95bc0b">
              <td id="table-cell-d99ceb0af0881b6b2b6b0834ccf94c02" colspan="5">Model Summary</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-13fd1fa64c9983e381bba73dae55092d">
              <td id="table-cell-3e9909695d5d3c22bbac545aece0bd60">Model</td>
              <td id="table-cell-799bcbdddc9d29add684d10b1bab0b96">R</td>
              <td id="table-cell-e755bb22f41d4ffa96a8cc66e5bcef2d">R Square</td>
              <td id="table-cell-3c0170d767a1618167d6872c3d06ce5f">Adjusted R Square</td>
              <td id="table-cell-fc4b30629e17c6cd5305bf31c21c01cd">Std. Error of the Estimate</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-aa6e8006efdfda322c069fcfbdea6d45">
              <td id="table-cell-88cd12c896b983a0a523664384741293">1</td>
              <td id="table-cell-91ae83a5ef9a9a6e45fce727bffaa7f3">.632a</td>
              <td id="table-cell-5c0d617f31b831b120ba35acbd053885">.400</td>
              <td id="table-cell-88c6dcd9d70a73b34fe5dee4190c2e28">.395</td>
              <td id="table-cell-438714a3fc1e7ed4082124e1b74feac3">12.511</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-3965b8e11d50fddf766ce4f0ae2fbdc5">
              <td id="table-cell-6f5e7b3dd2e6f954c181654b2f1b49fd" colspan="5">a. Predictors: (Constant), Adversity Quotient</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-41">Berdasarkan tabel hasil uji determinasi diatas diketahui bahwa koefisien <italic id="_italic-153">Adjusted R Square</italic> = 0,395. Ini artinya variabel <italic id="_italic-154">Adversity Quotient </italic>memiliki besaran pengaruh 39,5 % pada motivasi belajar siswa dan terdapat 60,5% pengaruh dari variabel lain yang mempengaruhi motivasi belajar siswa SMP Islam Sedati selain <italic id="_italic-155">Adversity Quotient.</italic></p>
      <p id="paragraph-47db85d9e5a33ceb3af58bf1186bd547">C. Kategorisasi</p>
      <p id="paragraph-f7dc7e2d3d8a00f2ba261b0cff3a0006">1. Mean Dan Standart Deviasi</p>
      <p id="_paragraph-42">Untuk mengetahui tingkat <italic id="_italic-156">Adversity Quotient </italic>dan motivasi belajar, peneliti melakukan kategorisasi, dimana kategorisasi ini dari tingkat terendah dan tertinggi. Namun sebelum itu, kategorisasi ini membutuhkan nilai mean dan standart deviasi dari variable <italic id="_italic-157">Adversity Quotient </italic>dan motivasi belajar. Dibawah ini merupakan nilai Mean dan Standart Deviasi :</p>
      <table-wrap id="_table-figure-5">
        <label>Table 5</label>
        <caption>
          <title>Nilai Mean dan Standart Deviasi</title>
          <p id="_paragraph-44" />
        </caption>
        <table id="_table-5">
          <tbody>
            <tr id="table-row-b33df0868a2eb4e3bfcdbe57cf547fd2">
              <td id="table-cell-2b056d264f85e5729fa1b040970cea91" colspan="4">Descriptive Statistics</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-0cc09f087eac073ddc809ee8bd6105df">
              <td id="table-cell-a74a7874dc8fd26ec403ce0106f57382">Mean</td>
              <td id="table-cell-d3a7afb656f07b9f9b5812e2dd5b04f7">Std. Deviation</td>
              <td id="table-cell-2937ff82623fabf13a8475a9ed1b770a">N</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-f239af1a059d3c6c25f8492bad464c71">
              <td id="table-cell-d0b81c886218d115ef3c819b08052e53">Adversity Quotient</td>
              <td id="table-cell-d0844bd48bb2e793a9b30722508be53e">77.14</td>
              <td id="table-cell-74d4664e022bc827d36fe2736e52f85a">7.986</td>
              <td id="table-cell-f6eaf0074083cc71c098842faa3240a0">128</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-942521be97c25c3ad930ab70ebb7304b">
              <td id="table-cell-a8663f10539a2bcda5fe41aaa7cd2940">Motivasi belajar</td>
              <td id="table-cell-668fb306b4f566f09a33efc4919ff781">118.44</td>
              <td id="table-cell-6e45c47ccbf4fc180684dfb951da603c">16.082</td>
              <td id="table-cell-bc3163dd1953e90a5a89852471419928">128</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-45">Hasil tabel di atas dapat diketahui bahwa pada variabel <italic id="_italic-159">Adversity Quotient </italic>memiliki nilai <italic id="_italic-160">standart deviasi</italic> 7,986 yang dapat dibulatkan menjadi 8 dan nilai mean nya sebesar 77,14 Atau jika dibulatkan menjadi 77. Sedangkan nilai <italic id="_italic-161">standart deviasi </italic>variabel motivasi belajar yakni sebesar 16,082 atau jika dibulatkan maka nilainya yakni 16 dengan mean 118.44 jika dibulatkan menjadibesaran nilai mean 118.</p>
      <p id="paragraph-7f104dcf7445bb2231b5fb5d35218c5e">2. Kategorisasi</p>
      <p id="_paragraph-46">Berdasarkan tabel Kategorisasi <italic id="_italic-162">adversity quotient </italic>dan motivasi belajar pada SMP Islam Sedati Ngoro yang berjumlah 128 siswa. Pada variabel <italic id="_italic-163">Adversity Quotient </italic>terdapat 10 siswa yang memiliki AQ dalam kategori “Rendah” , 100 orang dalam kategori “Sedang”, dan 18 orang dalam kategori AQ “Tinggi”. sedangkan pada variabel motivasi belajar diketahui bahwa 15 siswa memiliki motivasi belajar dalam kategori “rendah”, 71 siswa memiliki motivasi belajar dalam kategori sedang, dan 42 siswa memiliki motivasi belajar dalam kategori tinggi (tinggi”). sehingga dapat disimpulkan bahwa 78,1% siswa kelas IX SMP Islam Sedati ngoro memiliki <italic id="_italic-164">Adversity Quotient </italic>sedang dan 55,5 % siswa kelas IX SMP Islam Sedati Ngoro memiliki motivasi belajar dalam kategori “sedang”.</p>
      <p id="_paragraph-47">Berikut Tabel Kategorisasi <italic id="_italic-165">Output </italic>SPSS 21.0 :</p>
      <p id="_paragraph-48">Tabel 6. Kategorisasi <italic id="_italic-166">Adversity Quotient</italic></p>
      <table-wrap id="_table-figure-6">
        <label>Table 6</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-49" />
        </caption>
        <table id="_table-6">
          <tbody>
            <tr id="table-row-37c59acf70b9c4577190ee5190a951b1">
              <td id="table-cell-b2461f9c75a6fd2299d8bf491c79c03e" colspan="2" />
              <td id="table-cell-acbd769c47f93e88fd003838a2d15cf7">Frequency</td>
              <td id="table-cell-cd64319def8b0040861f82fcd7133340">Percent</td>
              <td id="table-cell-f6267a802b7f5a3711a1bb1e2067fb51">Valid Percent</td>
              <td id="table-cell-badf5ac561be682bf2248e446c4b59e4">Cumulative Percent</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-f6a2838e34e570f6736966df5ed5fed3">
              <td id="table-cell-49d78b0853ef54955df5a4a41d1a226b" rowspan="4">Valid</td>
              <td id="table-cell-0c1206ff9f7d87c6dab1f23e3862e966">Rendah</td>
              <td id="table-cell-16b527773fa9c9f41076704ae287141e">10</td>
              <td id="table-cell-1143c777a0b22a0fb0dcb1a7ba3daa70">7.8</td>
              <td id="table-cell-d352d5dd403c0cde3895245cf9121110">7.8</td>
              <td id="table-cell-5dd7b769b35868204ddb827d3a9035c6">7.8</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-28d4fcffa1c0a44287321ebf00066a4f">
              <td id="table-cell-446f1950c1db5dc31fb6aaf67e880356">Sedang</td>
              <td id="table-cell-36c7d81cf337215e78febe996ad3f754">100</td>
              <td id="table-cell-6e99d76c9cd0bcff8a7cb0536d732237">78.1</td>
              <td id="table-cell-2464c38f2f0699b9bc648750bcc63dd4">78.1</td>
              <td id="table-cell-b49f9ea98570b5627688eac56acd13ca">85.9</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-412804825dd8f917a4003089d166c5ab">
              <td id="table-cell-ea824531199c251ff51a5e3748ef1327">Tinggi</td>
              <td id="table-cell-2861aeede6c789213ef16bc3ad43b884">18</td>
              <td id="table-cell-a344c006a195074b4ad11ca23282a01a">14.1</td>
              <td id="table-cell-b00cb7a7608cf3378480282c81f6317c">14.1</td>
              <td id="table-cell-f2d4515fc4fdb3585ebb4e146e1148fe">100.0</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-32c9adecfc21afbb881b4c611d44838a">
              <td id="table-cell-f70026c3eb6412c7e244b1c957d47fff">Total</td>
              <td id="table-cell-9fb4fe99ea6407a172c7ad23b960e8d2">128</td>
              <td id="table-cell-14a38e8ebac7fda973d7abd6bbd743f3">100.0</td>
              <td id="table-cell-8d93891472a237ff44278b04866adaef">100.0</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-0a2de4f5fd94bcc71197f29ec17e0bf7">
              <td id="table-cell-8ac280284aaef1502f368e6fe1781610" colspan="6">Tabel 6. Kategorisasi Motivasi Belajar</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-65b27f503766a5fa70ec16f11f92a22a">
              <td id="table-cell-09db4d3a7855ebafd2d1566bf25786ef" colspan="2" />
              <td id="table-cell-1fa459986044651b72dbf84e3298e9bc">Frequency</td>
              <td id="table-cell-2aa56f5bdc12c1b7246f1dd5f533b9cf">Percent</td>
              <td id="table-cell-5c6a7b30f215c503122cf5c5315fb2f1">Valid Percent</td>
              <td id="table-cell-eeba4fa4f5a058723b2f8fef2f7a5268">Cumulative Percent</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-31b82b66bc37db4e49696df0cb422519">
              <td id="table-cell-09d9a538dec9b87937581daec5affd5a" rowspan="4">Valid</td>
              <td id="table-cell-9a38b0831dcb99b872c6eff0520030a7">Rendah</td>
              <td id="table-cell-090a8ef62913f111e6fa50459d27252f">15</td>
              <td id="table-cell-e5d0aca5428b764a9016436f90fbedd9">11.7</td>
              <td id="table-cell-606029fd4e86f8da10c55d9d83a2ab4b">11.7</td>
              <td id="table-cell-e81933ad76e957d48848c71a03a3a6dd">11.7</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-20d9577e400af33b6668c8385351922f">
              <td id="table-cell-21d521ae05469588ffabad3db62558df">Sedang</td>
              <td id="table-cell-e6e192d7c0b5d8e5742768a73542161e">71</td>
              <td id="table-cell-4c285ee5d624b2f70ffc1f396cc85336">55.5</td>
              <td id="table-cell-e6e3b396b6c0d04625492a01dde1a424">55.5</td>
              <td id="table-cell-e894f50a6de0765c1a12aab01411a42e">67.2</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-c54a7873797cb2f7e33a67d26a99de04">
              <td id="table-cell-ac257a0f145b28e7b97cf09c9a1e71a2">Tinggi</td>
              <td id="table-cell-0d3d5a315f1ee7b6ed233e08bbf28e0b">42</td>
              <td id="table-cell-7ebeada37bdb9edeee9b758394dca0c0">32.8</td>
              <td id="table-cell-643b45b78794910256553e9a3b05c546">32.8</td>
              <td id="table-cell-35dca081fa4031df1c12eed2aca01852">100.0</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-8f2e46fc6f61c90fcfaf846df13d3d44">
              <td id="table-cell-1e8e9d647d97d3f340716642f7e45735">Total</td>
              <td id="table-cell-fce9a6a5b19ee78e9453771856b22d2b">128</td>
              <td id="table-cell-32c00f74512d0c1dcde4bf44715c8bd8">100.0</td>
              <td id="table-cell-391e2a668d6eeffc78288f5832a516d7">100.0</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="paragraph-fddef119f9942a69e44e896157add9ea">Pembahasan</p>
      <p id="_paragraph-50">Hasil analisa data penelitian ini menggunakan analisis korelasi <italic id="_italic-167">product moment</italic><italic id="_italic-168">pearson</italic> dengan nilai korelasinya sebesar 0,632 dengan signifikansi 0,000 &lt; 0,05. Hasil ini dapat dikatakan bahwa hipotesis yang telah diajukan oleh peneliti dapat diterima. Hal ini diartikan bahwa terdapat hubungan positif antara variabel <italic id="_italic-169">Adversity Quotient </italic>dengan motivasi belajar. sehingga semakin tinggi <italic id="_italic-170">Adversity Quotient</italic>, maka semakin tinggi motivasi belajar siswa SMP. Sebaliknya semakin rendah <italic id="_italic-171">Adversity Quotient, </italic>maka semakin rendah pula motivasi belajar siswa SMP. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian sebelumnya oleh Utami [1] yang berjudul “Pengaruh Pelatihan <italic id="_italic-172">Adversity Quotient</italic> Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Sekolah Menengah Pertama”. Hasil penelitian tersebut menjelaskan bahwa adanya perbedaan tingkat motivasi belajar antara sebelum dan sesudah di berikan pelatihan <italic id="_italic-173">Adversity Quotient</italic>. Hasil ini memiliki arti bahwa pelatihan <italic id="_italic-174">Adversity Quotient</italic> dapat meningkatkan motivasi belajar siswa SMP.[1] Penelitian Khasanah juga mendukung hasil penelitian ini pada penelitiannya yang berjudul “Hubungan <italic id="_italic-175">Adversity Quotient</italic> dengan Motivasi Belajar Siswa Kelas XI IPS dan Bahasa Pada Mata Pelajaran Matematika di SMA Takhassus Al-Qur’an” menurut hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif yang sangat signifikan.[3]</p>
      <p id="_paragraph-51">Siswa kelas IX SMP Islam Sedati juga memiliki tingkat motivasi belajar pada kategori “sedang” hal ini dilihat pada nilai prosentase kategorisasi variabel motivasi belajar sebesar 55,5% atau 71 siswa dari 128 jumlah siswa yang ada. Namun masih terdapat siswa kelas IX SMP Islam Sedati ngoro yang memiliki motivasi belajar yang rendah karena kurangnya kegigihan dalam menghadapi rintangan atau kesulitan dalam proses tujuan pembelajaran. Pada saat proses belajar siswa kurang antusias pada pelajaran yang diberikan oleh guru, ketika mendapati soal rumit siswa lebih memilih mencontoh dari pada harus mengerjakan sendiri, sering meninggalkan kelas saat jam pelajaran sedang berlangsung atau ketika jam pelajaran yang tidak disukai, ketika mendapatkan tugas siswa kerapkali menggantungkan pada rekan satu kelas yang dirasa pandai, dan lebih memilih bermain game disaat jam kosong dari pada harus memecahkan tugas pelajaran.</p>
      <p id="_paragraph-52">Jika dilihat dari hasil kategorisasi pada tabel norma dan kategorisasi variabel <italic id="_italic-176">Adversity Quotient </italic>menunjukkan bahwa sebagian besar siswa kelas IX SMP Islam Sedati memiliki tingkat <italic id="_italic-177">Adversity Quotient  “</italic>sedang”. Hal ini ditunjukkan oleh nilai prosentase pada tabel kategorisasi, dimana besaran nilai kategorisasi pada variabel <italic id="_italic-178">Adversity Quotient </italic>sebesar 78,1% atau 100 dari 128 siswa. Tingkat <italic id="_italic-179">Adversity Quotient </italic>yang sedang ini, jika dilihat dari teori Stoltz mengenai tipe – tipe <italic id="_italic-180">Adversity Quotient </italic>siswa kelas IX SMP Islam Sedati tergolong <italic id="_italic-181">campers </italic>atau berkemah yang merupakan ketercapaian siswa menuju suatu titik tertentu dalam tujuan belajar dan mereka merasa itu mudah mereka akan melanjutkan tujuan belajar, namun jika ia merasa bahwa itu sulit dan butuh mengorbankan banyak hal mereka akan berhenti.[9]</p>
      <p id="_paragraph-53">Penelitian ini memiliki keterbatasan dalam prosesnya, yakni metode penelitian yang terbatas pada penggunaan metode penelitian kuantitatif saja, terbatasnya waktu dan subjek yang menjadi partisipan saat wawancara, serta variabel bebas yang digunakan hanya <italic id="_italic-182">Adversity Quotient </italic>saja. Hal ini terlihat pada koefisien pengaruh <italic id="_italic-183">Adversity Quotient </italic>terhadap motivasi belajar memiliki nilai prosentase 39,5 % sedangkan 60,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang juga dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa, dan variabel-variabel ini tidak diperhitungkan dalam penelitian ini.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-2436477fe4411f8bfb94dc3f2955f3f8">
      <title>Kesimpulan</title>
      <p id="heading-149e8f9701d763d0d15cb30f982f4c2c">Kesimpulan</p>
      <p id="_paragraph-56">Berdasarkan penelitian yang dilakukan peneliti diatas dapat disimpulkan bahwa “terdapat hubungan positif antara <italic id="_italic-184">Adversity Quotient </italic>dengan motivasi belajar siswa kelas VIII SMP Islam Sedati Ngoro” hal ini berdasarkan pada nilai koefisien korelasi 0,632 dengan nilai signifikansi 0,000 &lt; 0,05. Artinya semakin tinggi <italic id="_italic-185">Adversity Quotient </italic>siswa maka semakin tinggi pula motivasi belajarnya, semakin rendah <italic id="_italic-186">Adversity Quotient </italic>siswa maka semakin rendah pula motivasi belajar siswa. Pada penelitian ini juga ditemukan bahwa dari hasil uji koefisien determinasi <italic id="_italic-187">Adjusted </italic>R<italic id="_italic-188"> Squarenya</italic> sebesar 0,395 yang artinya variabel <italic id="_italic-189">Adversity Quotient </italic>memiliki besaran pengaruh 39,5 % pada motivasi belajar siswa.</p>
      <p id="_paragraph-57">Saran</p>
      <p id="paragraph-5ca146aa121f849d469e3c792ef268d5">Bagi Siswa</p>
      <p id="_paragraph-58">Peneliti berharap siswa mampu meningkatkan <italic id="_italic-190">Adversity Quotient</italic> dan motivasi belajarnya . Baik saat menghadapi pelajaran yang rumit atau menghadapi permasalahan dalam hidupnya. Upaya yang harus dilakukan yakni contohnya seperti mengadakan diskusi bersama saat menghadapi pelajaran yang sulit, berusaha selalu mengumpulkan tugas tepat waktu, aktif bertanya saat guru menjelaskan mata pelajaran disekolah. Dengan harapan siswa dapat terus berjuang menjalani proses belajar hingga mencapai tujuan yang diharapkan atapun demi menggapai cita – citanya.</p>
      <p id="paragraph-40afb1f3ecb9e1469ad1b3f41082771b">Bagi Orang Tua</p>
      <p id="_paragraph-59">Orang tua diharapkan ikut berperan aktif untuk selalu memberikan semangat, nasehat, dan melakukan pengawasan pada proses belajarnya agar ketika menghadapi persoalan yang sulit ia tidak merasa gagal dan merasa bahwa orang tuanya selalu memberikan dukungan penuh padanya.</p>
      <p id="paragraph-226bf6ac8c8d60f95b150302ffba3296">Bagi Guru</p>
      <p id="_paragraph-60">Bagi para guru SMP Islam Sedati diharapkan memberikan motivasi dan memberikan pandangan kegigihan dalam menghadapi suatu kesulitan dan tantangan dalam setiap proses belajar mengajar. di kelas Upaya yang harus dilakukan untuk meningkatkan <italic id="_italic-191">Adversity Quotient </italic>yakni contohnya seperti memberikan <italic id="_italic-192">reward </italic>bagi siswa yang mampu menyelesaikan tugas dengan cepat atau dengan menciptakan program pariwisata gratis bagi siswa yang berprestasi dan memberikan pengulangan pembelajaran pemecahan masalah soal – soal yang dirasa siswa sebagai soal yang sulit. Diharapkan siswa memiliki semangat yang gigih dalam menghadapi persoaalan yang sulit dalam proses belajar mengajar dikelas serta semakin meningkat pula prestasi belajar siswa.</p>
      <p id="paragraph-5b36085fa1688a37009f85c5356ef834">Bagi Sekolah</p>
      <p id="_paragraph-61">Bagi sekolah dan para guru SMP Islam Sedati Ngoro diharapkan memberikan sosialisasi terhadap guru pengampu mata pelajaran agar selalu memberikan motivasi dan memberikan pandangan kegigihan dalam menghadapi suatu kesulitan dan tantangan dalam setiap proses belajar mengajar di kelasyakni contohnya melakukan pengembangan pada metode pembelajaran yang lebih interaktif dan meningkatkan rasa ingin tahu terhadap sesuatu pada siswa agar siswa memiliki semangat yang gigih dan bersungguh - sungguh dalam menghadapi persoaalan yang sulit dalam proses belajar mengajar dikelas serta semakin meningkat pula prestasi belajar siswa.</p>
      <p id="paragraph-964777c6bc94a7d6fb876f19d5056f38">Bagi Peneliti Yang Akan Datang</p>
      <p id="_paragraph-62">Permasalahan mengenai motivasi belajar penting untuk diteliti kembali, penulis berharap pada peneliti yang akan datang melakukan penelitian sejenis secara lebih dalam. mengenai faktor – faktor yang mempengaruhi peningkatan motivasi belajar, menggunakan metode penelitian lainnya, dan menggunakan subjek yang lebih banyak.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>